Sukses

Mengapa Anak Kurang Suka Sayur?

Tidak semua anak langsung menyukai sayur pada pengenalan pertama. Ini biasanya terjadi karena berbagai alasan. Simak penjelasan lengkapnya di sini.

KlikDokter.com - Pemberian makan pada buah hati haruslah memenuhi kebutuhan zat gizi, baik makronutrien dan mikronutrien. Salah satu sumber zat mikronutrien terdapat pada sayuran. Namun, kebanyakan anak tidak menyukai sayur. Bila ini dibiarkan terus-menerus, maka akan berpengaruh terhadap perkembangan serta pertumbuhannya.

Apa sajakah penyebab anak kurang suka mengkonsumsi sayur?

Berikut adalah beberapa kemungkinan mengapa anak Anda kurang menyukai sayur:

  • Tidak atau terlambat diperkenalkannya sayur pada saat MPASI.

Menurut Academic American Pediatric, tidak ada urutan khusus dalam pengenalan jenis bahan makanan, yang penting tekstur dan konsistensinya harus sesuai dengan kemampuan bayi. Karena itu, perkenalkanlah sayur-sayuran saat memulai MPASI. Dengan memberikan sayur sedari dini, diharapkan anak dapat menyukai sayur pada kemudian hari.  

  • Tampilan menu sayur yang kurang menarik

Tampilan menu sayur yang kurang menarik dan monoton, memicu anak enggan mengonsumsi sayur. Pilihlah sayuran beraneka warna seperti: oranye ada pada wortel, hijau ada pada brokoli dan bayam, kuning ada pada labu, dsb. Dengan memilih sayuran beraneka ragam, diharapkan anak tertarik untuk mencoba sayuran tersebut (karena warnanya yang bervariasi).

  • Rasa masakan yang kurang disukai anak

Usahakan  menyajikan sayur yang enak dan berbau harum. Misalnya, membuat aneka sup. Mulailah dengan satu macam sayuran, baru kemudian meningkat menjadi dua jenis sayuran dalam satu masakan. Jangan lupakan variasi dan kombinasi sayuran, agar menarik pandangan mata anak.

  • Tidak terbiasa memberikan sayur dalam setiap menu makanan

Usia 1 tahun adalah masa untuk mengenal berbagai macam rasa dari buah, sayur, dan makanan lainnya. Apabila Anda termasuk ibu yang jarang memasak sayur, segera ubah kebiasaan tersebut. Mulailah menyediakan sayur dalam setiap menu makanan. Semakin Anda sering menyajikan sayur dalam menu makanan keluarga, anak Anda akan terbiasa melihat itu dan lambat laun akan mencoba sayur tersebut.

  • Adanya gangguan proses makan di mulut

Beberapa anak benar-benar tidak bisa mengunyah dan menelan sayur dengan baik. Hal itu biasanya terjadi karena gangguan gerakan koordinasi motorik kasar di sekitar mulut. Pergerakan motorik tersebut berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah, dan menelan yang dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah dan banyak otot lainnya di sekitar mulut. Jika ada gangguan dalam proses makan ini, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter spesialis anak.

Berikut beberapa sayuran yang baik untuk dikonsumsi bayi saat usia 6-12 bulan, selengkapnya di halaman selanjutnya:

1 dari 2 halaman

Mengapa Anak Kurang Suka Sayur?

Beberapa sayuran yang baik untuk dikonsumsi bayi saat usia 6-12 bulan adalah:

  • Seledri

Biasanya seledri digunakan sebagai penambah cita rasa makanan, tetapi seledri juga dapat dijadikan campuran bubur atau nasi tim bayi. Seledri mengandung kalsium, fosfor, dan nutrisi lainnya.

  • Bayam

Sayuran hijau ini sangat baik untuk perkembangan otak bayi, karena kaya akan  vitamin A, vitamin B, vitamin C, asam folat, mangan fosfor, mineral kalsium, dan besi.

  • Labu siam

Labu siam kaya akan fosfor dan kalsium yang bermanfaat untuk pertumbuhan gigi dan tulang.

  • Wortel

Wortel sangat baik buat kesehatan mata, karena mengandung vitamin A yang cukup tinggi.

  • Brokoli

Meski bentuknya agak keras, brokoli dapat dibuat lunak agar dapat dikonsumsi oleh bayi. Brokoli mengandung kalsium dan asam folat.

  • Tomat

Tomat mengandung vitamin C cukup banyak, sehingga sangat baik untuk menjaga imunitas anak serta mempermudah penyerapan zat besi.

0 Komentar

Belum ada komentar