Sukses

6 Mitos Tentang Osteoporosis

Benarkah osteoporosis hanya menyerang wanita? Benarkah osteoporosis hanya terjadi pada usia tua? Salah semua. Luruskan fakta Anda seputar osteoporosis di sini.

KlikDokter.com - Osteoporosis atau pengeroposan tulang merupakan suatu masalah kesehatan yang serius yang ditandai dengan rendahnya massa tulang. Di Indonesia, 2 dari 5 orang berisiko terkena osteoporosis. Berikut ini adalah mitos-mitos mengenai osteoporosis:

Mitos #1: Hanya wanita menopause yang bisa terkena osteoporosis

Osteoporosis bisa terjadi pada wanita maupun pria, meskipun wanita menopause berisiko lebih besar terkena osteoporosis.

Mitos #2: Osteoporosis hanya bisa terjadi pada usia tua

Meskipun sebagian besar terjadi pada usia tua, namun osteoporosis sebenarnya dapat terjadi pada semua usia karena berbagai sebab, seperti masalah genetic atau penggunaan obat kortikosteroid.

Mitos #3: Osteoporosis tidak menyebabkan patah tulang

Patah tulang yang terjadi di atas usia 50 tahun bisa menjadi tanda osteoporosis. Mereka yang menderita osteoporosis lebih mudah terjadi patah tulang sekalipun hanya cedera ringan seperti terjatuh atau terpeleset.

Berikut mitos dan fakta osteoporosis lainnya, pada halaman selanjutnya:

1 dari 2 halaman

6 Mitos Tentang Osteoporosis

Osteopor

Mitos #4: Penderita osteoporosis dapat merasakan tulangnya semakin lemah

Osteoporosis disebut sebagai “silent disease” karena biasanya tidak menunjukkan gejala. Seringkali, patah tulang menjadi pertanda Anda menderita osteoporosis. Beberapa ciri lainnya adalah tinggi badan yang berkurang karena terjadi patah tulang pada tulang belakang. Patah tulang belakang bisa terjadi tanpa keluhan nyeri.

Mitos #5: Pemeriksaan osteoporosis berbahaya karena radiasi tinggi

Pemeriksaan osteoporosis menggunakan DXA (dual energy x-ray absorptiometry). Pemeriksaan ini sederhana, tidak nyeri, cepat, dan hanya menggunakan sedikit radiasi.

Mitos #6: Konsumsi suplemen kalsium dosis tinggi dapat mencegah osteoporosis

Bagaimana pun sumber kalsium dapat dicukupi dari makanan. Namun untuk beberapa kondisi, mengonsumsi suplemen memang dapat dianjurkan. Contohnya ketika Anda tidak yakin dengan menu sehari-hari yang Anda makan dapat memenuhi kebutuhan kalsium harian tubuh. Selain itu, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah osteoporosis adalah dengan rutin berolahraga, cukup kalsium , dan vitamin D.

0 Komentar

Belum ada komentar