Sukses

Olahraga Aman untuk Osteoporosis

Osteoporosis dapat dikelola dengan cara rutin berolahraga. Namun tidak semua olahraga aman dilakukan oleh pasien osteoporosis. Berikut penjelasan selengkapnya di sini oleh dr. Sophia B. Hage.

KlikDokter.com - Osteoporosis atau tulang keropos seringkali menyebabkan orang takut utuk berolahraga. Padahal anggapan ini adalah sesuatu yang salah. Teori Wolf mengatakan bahwa tulang akan menyesuaikan pertumbuhannya terhadap kekuatan fungsional yang terjadi padanya.

Apakah artinya?
Artinya apabila tulang dikenai sebuah beban, selama tidak melebihi batas kemampuannya, tulang tersebut justru akan dirangsang untuk menyesuaikan diri. Hal inilah yang mendasari peran olahraga dalam pemeliharaan dan peningkatan kepadatan tulang. Ketika kita berolahraga, terutama olahraga yang melibatkan latihan kekuatan otot (weight bearing) akan terjadi kontraksi otot yang menimbulkan tarikan terhadap tulang. Tarikan pada tulang ini akan memicu tulang untuk membentuk sel-sel tulang yang baru.

Itulah sebabnya bagi penderita osteoporosis, olahraga atau latihan jasmani merupakan salah satu terapi untuk memperlambat penurunan masa tulang. Selain untuk memperlambat penurunan masa tulang, olahraga juga dapat memodifikasi faktor risiko jatuh seperti dapat meningkatkan kekuatan otot dan keseimbangan. Secara keseluruhan, latihan fisik dapat meningkatkan kualitas hidup penderita osteoporosis.

Latihan fisik yang dilakukan harus baik (sesuai aturan; pemanasan, inti, pendinginan), benar (cocok dengan individu), teratur (frekuensi latihan diatur), dan terukur (intensitas ditentukan). Sebelum seseorang dengan osteoporosis memasuki atau menjalani sebuah program olahraga, seharusnya ia melakukan pemeriksaan pra-latihan. Pemeriksaan pra-latihan ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko lain pada dirinya, seperti penyakit jantung, obesitas, dan sebagainya.

Oleh sebab itu, sebelum memulai olahraga, sebaiknya seseorang dengan osteporosis memeriksakan diri dahulu ke dokter untuk mengetahui kondisi dirinya secara menyeluruh. 

Halaman selanjutnya, Anda dapat melihat tabel program latihan fisik untk pasien osteoporosis:

1 dari 2 halaman

Olahraga Aman untuk Osteoporosis

Osteopor

Tabel. Program Latihan Fisik pada Osteoporosis
 

OSTEOPOROSIS : EXERCISE PROGRAMMING

JENIS

TUJUAN

INTENSITAS/FREKUENSI/DURASI

AEROBIK

Berjalan

Bersepeda

Berenang

Senam aerobik

 

Meningkatkan/mempertahankan kapasitas fungsional

 

Intensitas sedang

3 – 5 hari/minggu

20 – 30 menit/sesi

KEKUATAN

Dumbbells

Calisthenics

Alat beban

 

Meningkatkan kekuatan lengan, bahu, kaki dan panggul

Memberi pembebanan pada otot panggul dan punggung

 

50% kemampuan (tingkat kesulitan 3-4 dari skala 1-10)

2 – 3 sets, 8 repetitions

2 – 3 hari/minggu (tak berurutan)

FLEKSIBILITAS

Stretching

Latihan peregangan

 

Meningkatkan/mempertahankan fleksibilitas

 

5 – 7 hari/minggu

FUNGSIONAL

Latihan koordinasi dan keseimbangan

 

Meningkatkan/mempertahankan aktivitas sehari-hari

 

Satu hal yang penting diperhatikan bagi penderita osteoporosis adalah jangan melakukan gerakan menekuk berlebihan pada sendi punggung maupun leher. Hal ini berlaku bukan hanya pada olahraga, tetapi juga pada aktivitas sehari-hari, misalnya saat mengangkat barang berat harus menekuk lutut sehingga punggung tidak membungkuk terlalu banyak.

0 Komentar

Belum ada komentar