Sukses

Inilah Cara Mengenali Gejala & Diagnosa Osteoporosis

Kenali gejala awal osteoporosis dan cara pemeriksaannya di sini.

KlikDokter.com - Proses kepadatan tulang yang berkurang secara perlahan tanpa diketahui secara kasat mata, menyebabkan osteoporosis mendapatkan julukan silent disease. Dekadensi kepadatan tulang berlangsung secara progresif selama bertahun-tahun tanpa disadari dan tanpa disertai adanya gejala.

Gejala-gejala baru timbul pada tahap osteoporosis lanjut, seperti:

  • patah tulang

  • punggung yang semakin membungkuk

  • hilangnya tinggi badan

  • nyeri punggung

Tulang sangat mudah sekali menjadi hancur jika volume kepadatan tulang menjadi sangat kurang. Hal ini akan menimbulkan nyeri tulang dan kelainan bentuk. Hancurnya tulang belakang menyebabkan nyeri punggung menahun. Tulang belakang yang rapuh bisa mengalami hancur secara spontan ataupun karena cedera ringan.

Biasanya nyeri timbul secara tiba-tiba dan dirasakan di daerah tertentu dari punggung, yang akan bertambah nyeri jika penderita berdiri atau berjalan. Diikuti rasa sakit jika disentuh yang kemudian akan menghilang secara bertahap setelah beberapa pekan atau beberapa bulan.

Jika beberapa tulang belakang hancur, maka akan terbentuk kelengkungan yang abnormal dari tulang belakang (punuk Dowager), yang menyebabkan ketegangan otot dan sakit. Tulang lainnya bisa patah, yang seringkali disebabkan oleh tekanan yang ringan atau karena jatuh. Salah satu patah tulang yang paling serius adalah patah tulang panggul.

Hal yang juga sering terjadi adalah patah tulang lengan (radius) di daerah persambungannya dengan pergelangan tangan, yang disebut fraktur Colles. Selain itu, pada penderita osteoporosis, patah tulang cenderung menyembuh secara perlahan.

Lalu bagaimana dengan langkah pemeriksaan atau diagnosa osteoporosis? Halaman selanjutnya penjelasan selengkapnya:

1 dari 2 halaman

Inilah Cara Mengenali Gejala & Diagnosa Osteoporosis

Osteopor

Diagnosa Osteoporosis

Pada seseorang yang mengalami patah tulang, diagnosis osteoporosis ditegakkan berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik dan rontgen tulang. Pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menyingkirkan keadaan lainnya penyebab osteoporosis yang bisa diatasi.

Untuk mendiagnosa osteoporosis sebelum terjadinya patah tulang dilakukan pemeriksaan yang menilai kepadatan tulang. Di Indonesia dikenal 3 cara penegakan diagnosa penyakit osteoporosis, yaitu:

  1. Densitometer (Lunar) menggunakan teknologi DXA (dual-energy x-ray absorptiometry). Pemeriksaan ini merupakan gold standard diagnosa osteoporosis. Pemeriksaan kepadatan tulang ini aman dan tidak menimbulkan nyeri serta bisa dilakukan dalam waktu 5-15 menit.

DXA sangat berguna untuk:

  • wanita yang memiliki risiko tinggi menderita osteoporosis

  • penderita yang diagnosisnya belum pasti

  • penderita yang hasil pengobatan osteoporosisnya harus dinilai secara akurat

  1. Densitometer-USG. Pemeriksaan ini lebih tepat disebut sebagai screening awal penyakit osteoporosis. Hasilnya pun hanya ditandai dengan nilai T dimana nilai lebih -1 berarti kepadatan tulang masih baik, nilai antara -1 dan -2,5 berarti osteopenia (penipisan tulang), nilai kurang dari -2,5 berarti osteoporosis (keropos tulang). Keuntungannya adalah kepraktisan dan harga pemeriksaannya yang lebih murah.

  2. Pemeriksaan laboratorium untuk osteocalcin dan dioksipiridinolin, CTx. Proses pengeroposan tulang dapat diketahui dengan memeriksakan penanda biokimia CTx (C-Telopeptide). CTx merupakan hasil penguraian kolagen tulang yang dilepaskan ke dalam sirkulasi darahsehingga spesifik dalam menilai kecepatan proses pengeroposan tulang. Pemeriksaan CTx juga sangat berguna dalam memantau pengobatan menggunakan antiresorpsi oral.

  3. Proses pembentukan tulang dapat diketahui dengan memeriksakan penanda bioklimia N-MID-Osteocalcin. Osteocalcin merupakan protein spesifik tulang sehingga pemeriksan ini dapat digunakan saebagai penanda biokimia pembentukan tualng dan juga untuk menentukan kecepatan turnover tulang pada beberapa penyakit tulang lainnya. Pemeriksaan osteocalcin juga dapat digunakan untuk memantau pengobatan osteoporosis.

Di luar negeri, dokter dapat pula menggunakan metode lain untuk mendiagnosa penyakit osteoporosis, antara lain:

  1. Sinar x untuk menunjukkan degenerasi tipikal dalam tulang punggung bagian bawah.

  2. Pengukuran massa tulang dengan memeriksa lengan, paha dan tulang belakang.

  3. Tes darah yang dapat memperlihatkan naiknya kadar hormon paratiroid.

Biopsi tulang untuk melihat tulang mengecil, keropos tetapi tampak normal.

0 Komentar

Belum ada komentar