Sukses

Ingin Hamil? Perhatikan Konsumsi Asam Folat Anda

Cepat atau tidaknya Anda hamil bergantung pada nutrisi yang Anda konsumsi, salah satunya adalah asam folat.

KlikDokter.com - Hampir setiap pasangan yang baru menikah mendambakan hadirnya seorang buah hati. Namun terkadang, kehamilan yang ditunggu-tunggu tidak selalu datang dengan cepat. Sering kali kita pun belum mengetahui kapan waktu yang tepat harus meminta opini dari profesional mengenai kondisi yang kita dan pasangan alami.

Menurut National Survey of Family Growth (NSFG), definisi infertilitas adalah apabila pasangan telah melakukan hubungan seksual dengan durasi 2-3 kali per minggu, tanpa menggunakan metoda kontrasepsi apa pun selama berhubungan seksual namun belum terjadi kehamilan dalam jangka waktu 12 bulan. Jika pasangan telah mencapai batasan waktu, maka sebaiknya pasangan tersebut memeriksakan diri ke dokter untuk mencari tahu lebih lanjut adakah kondisi medis yang mendasari.

Keraguan, rasa malu, dan mungkin takut, tidak jarang menghantui ketika harus memutuskan untuk ke dokter. Padahal faktanya, semakin cepat diketahui maka akan semakin cepat diatasi apabila terdapat suatu kondisi medis tertentu. Hal yang harus selalu diingat adalah bahwa fungsi reproduksi khususnya seorang wanita akan menurun seiring dengan usia. Tidak hanya wanita, pada laki-laki kesuburan akan semakin menurun sejak usia 30-an akhir dan semakin menurun setelah usia 40 tahun. Dengan demikian, kemungkinan terjadinya kehamilan akan semakin sulit seiring meningkatnya usia.

Tidak dapat dimungkiri, kehamilan merupakan suatu proses yang membutuhkan persiapan. Kondisi fisik dan mental calon ibu hamil akan mempengaruhi kesehatannya selama kehamilan nanti. Misalnya, kondisi ibu dengan berat badan kurang sebelum dan selama kehamilan dapat menyebabkan Intrauterine Growth Retardation (IUGR) dan bayi dengan berat lahir rendah (<2500 gram).

Nutrisi ibu yang baik selama dan setelah kehamilan juga diperlukan untuk mendukung proses menyusui. Halaman selanjutnya penjelasan selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Ingin Hamil? Perhatikan Konsumsi Asam Folat Anda

Prenagen

Pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif direkomendasikan oleh berbagai organisasi kesehatan selama 6 bulan. ASI merupakan sumber makanan terbaik yang dibutuhkan bayi dalam 2 tahun awal kehidupannya. Menurut penelitian Onayade dkk., pemberian ASI yang tidak adekuat dapat menyebabkan gizi buruk pada anak di bawah usia 5 tahun dan pertumbuhan yang tidak normal.

Betapa pentingnya peran nutrisi dalam proses mendukung kehamilan dan menyusui bagi seorang wanita, bukan? Untuk itu, persiapan kehamilan bagi seorang wanita harus diperhatikan secara cermat. Asam folat merupakan salah satu komponen yang harus dipenuhi dalam persiapan kehamilan. Mengapa demikian?

Pemberian asam folat sebelum kehamilan terbukti memiliki banyak manfaat bagi bayi maupun ibu hamil. Penggunaan asam folat saat perencanaan kehamilan – setidaknya 3 bulan sebelum terjadinya kehamilan – diketahui dapat menurunkan risiko terjadinya neural tube defects (NTD). Apakah itu NTD?

NTD merupakan suatu kelainan bawaan pada sistem saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang yang disebabkan adanya kegagalan penutupan tabung neural pada saat 21-28 hari setelah terjadinya pembuahan. Kelainan bawaan yang dapat terjadi yaitu spina bifida (kondisi turunnya sebagian otak ke sumsum tulang belakang), ensefalokel (kondisi turunnya sebagian otak melalui tulang tengkorak), dan anensefali (kondisi ketika sebagian otak, sumsum tulang belakang, saraf, dan lapisan otak tidak terbentuk dengan sempurna).

Wanita pada usia reproduktif dianjurkan mengonsumsi asam folat 400 ug per hari. Setelah hamil maka dosisnya dinaikkan hingga 600-1000 mcg per hari. Asam folat juga berfungsi untuk mencegah terjadinya anemia megaloblastik. Selain itu asam folat terbukti menurunkan angka kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah, perdarahan selama masa kehamilan, dan angka kematian bayi.

Untuk kesuburan, konsumsi asam folat yang memadai dapat mempengaruhi kesuburan seseorang. Pada kondisi di mana terjadi kekurangan asam folat di dalam tubuh, maka akan menimbulkan penumpukan suatu zat yang dinamakan homosistein. Homosistein inilah yang menyebabkan gangguan pertumbuhan sel, fragmentasi DNA, ekspresi genetik, dan sebagainya. Pada sistem reproduksi seorang wanita, penumpukan homosistein akan mengganggu pematangan sel telur.

0 Komentar

Belum ada komentar