Sukses

Mengenal Lebih Jauh Osteoporosis

Atau lebih akrab dikenal dengan istilah tulang keropos, osteoporosis wajib Anda kenali sejak dini. Berikut penjelasannya di sini.

KlikDokter.com - Osteoporosis adalah suatu keadaan yang ditandai dengan massa (berat) tulang yang rendah dan kerusakan pada jaringan di dalam  tulang.

Pada Osteoporosis, terjadi penurunan kualitas tulang dan kuantitas kepadatan tulang, padahal keduanya sangat menentukan kekuatan tulang sehingga penderita Osteoporosis mudah mengalami patah tulang atau fraktur.

Dari hasil Analisis Data Risiko Osteoporosis oleh Puslitbang Gizi Depkes pada tahun 2006 menyatakan; 2 dari 5 orang Indonesia berisiko osteoporosis. Angka ini ditemukan lebih tinggi dari prevalensi dunia, dimana 1 dari 3 orang berisiko osteoporosis.

Selain itu, Anda perlu tahu juga bahwa osteoporosis ada jenis-jenisnya. Berikut penjelasan selangkapnya di halaman selanjutnya.

1 dari 4 halaman

Mengenal Lebih Jauh Osteoporosis

Osteopor

Jenis-jenis Osteoporosis

Ada 2 jenis Osteoporosis:

  • Osteoporosis primer, merupakan jenis Osteoporosis yang tidak diketahui penyebabnya.

  • Osteoporosis sekunder adalah Osteoporosis yang disebabkan oleh penyakit lain, misalnya Hiperparatiroidisme, Hipertiroidisme, Diabetes Mellitus tipe 1, Sindrom Cushing, pemakaian obat golongan kortikosteroid dalam jangka waktu lama (biasa digunakan oleh penderita Asma), obat diuretik (biasanya digunakan oleh penderita hipertensi), obat anti konvulsan (anti kejang), dan lain-lain.

mengenal-osteoporosis-lebih-jauh

Gejala Osteoporosis

Osteoporosis merupakan kondisi yang tidak menimbulkan gejala apapun selama beberapa decade, karena osteoporosis tidak akan menimbulkan gejala sampai timbul fraktur atau patah tulang. Maka gejalanya tidak akan jauh dari tempat terjadinya patah tulang. Contohnya fraktur pada tulang belakang akan menimbulkan gejala nyeri seperti tertarik  yang menjalar dari punggung ke sisi samping tubuh.

Lalu apa saja faktor risiko osteoporosis? Halaman selanjutnya penjelasan selengkapnya.

2 dari 4 halaman

Mengenal Lebih Jauh Osteoporosis

Osteopor

Faktor Risiko Osteoporosis

  • Perempuan berisiko lebih tinggi mengalami osteoporosis, terutama wanita yang kurus atau mempunyai postur kecil, juga yang berusia lanjut.

  • Wanita kulit putih atau Asia, terutama yang mempunyai riwayat osteoporosis dalam keluarga, mempunyai risiko lebih tinggi dibanding wanita lain.

  • Perempuan yang sudah menopause.

  • Merokok, kelainan diet seperti tidak nafsu makan atau bulimia/ gangguan pola makan, diet rendah kalsium, peminum alkohol berat, gaya hidup tidak aktif, menggunakan obat tertentu dalam jangka panjang seperti kortikosteroid, anti kejang.

Pemeriksaan Tambahan untuk Osteoporosis

Untuk melihat tingkat kepadatan tulang dan mendeteksi Osteoporosis, dapat dilakukan:

  • Pengukuran kepadatan tulang menggunakan alat yang disebut Densitometer X-ray Absorptiometry (DXA). Alat ini ada dua jenis yaitu SXA (Single X-ray Absorptiomety) dan DEXA (Dual Energy X-ray Absorptiometry).

  • Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui aktivitas Remodelling tulang yaitu pemeriksaan CTx atau C-Telopeptide dan N-Mid Osteocalcin, untuk mengetahui remodelling tulang.

Osteoporosis memang tidak mematikan tetapi bila terjadi patah tulang, kualitas hidup bisa memburuk, terlebih bila pasien masih berusia muda.

Waspadai Osteoporosis sejak dini. Bagi yang memiliki risiko tinggi, lakukan skrining dengan pemeriksaan kepadatan tulang.

Bagaimana dengan penanganan osteoporosis? Halaman berikutnya penjelasan selengkapnya:

3 dari 4 halaman

Mengenal Lebih Jauh Osteoporosis

Osteopor

Penanganan Osteoporosis

Pengobatan osteoporosis difokuskan untuk memperlambat atau menghentikan kehilangan mineral, meningkatkan kepadatan tulang, dan mengontrol nyeri sesuai dengan penyakitnya.

Kebanyakan 40% dari perempuan akan mengalami patah tulang akibat dari osteoporosis selama hidupnya. Maka tujuan dari pengobatan ini adalah mencegah terjadinya fraktur (patah tulang).

  • Diet: dewasa muda harus mencapai kepadatan tulang yang normal dengan asupan cukup kalsium (1000mg/hari) dalam dietnya (minum susu atau konsumsi makanan tinggi kalsium seperti salmon), berolahraga seperti jalan kaki atau  aerobik dan menjaga berat badan normal.

  • Dokter Spesialis: orang dengan fraktur tulang belakang, pinggang, atau pergelangan tangan harus dirujuk ke spesialis ortopedi untuk manajemen selanjutnya.

  • Olahraga: modifikasi gaya hidup harus menjadi salah satu tujuan anda. Olahraga yang teratur akan mengurangi patah tulang akibat osteoporosis.  Olahraga yang direkomendasikan termasuk diantaranya adalah jalan kaki, bersepeda, jogging.

Selain dari tatalaksana diatas, obat-obatan juga dapat diberikan seperti dibawah ini:

  • Estrogen: untuk perempuan yang baru menopause,  penggantian estrogen merupakan salah satu cara untuk mencegah osteoporosis. Estrogen dapat mengurangi atau menghentikan kehilangan jaringan tulang. apabila pengobatan estrogen dimulai pada saat menopause, angka kejadian patah pada tulang pinggang berkurang hingga 55%.. Estrogen dapat diberikan melalui oral (diminum) atau ditempel pada kulit.

  • Kalsium: kalsium dan vitamin D diperlukan untuk meningkatkan kepadatan tulang.

    • Konsumsi sebanyak 1200-1500mg per hari dapat meningkatkan risiko batu ginjal, kardiovaskular dan stroke. Sesuaikan data dengan guidelines NOF 2014. (melalui makanan dan suplemen).

    • Konsumsi vitamin D sebanyak 600-800 IU diperlukan untuk meningkatkan kepadatan tulang.

  • Bifosfonat: pengobatan lain selain estrogen yang ada: alendronate, risedonate, dan etidronate.  Obat-obatan ini memperlambat kehilangan jaringan tulang dan beberapa kasus meningkatkan kepadatan tulang. Pengobatan ini dipantau dengan memeriksa DXAs setiap 1 sampai 2 tahun. Sebelum mengkonsumsi obat ini dokter anda akan memeriksa kadar kalsium dan fungsi ginjal anda.

  • Hormon lain: hormon-hormon ini akan membatu meregulasi kalsium dan fosfat dalam tubuh dan mencegah kehilangan jaringan tulang.

    • Kalsitonin

    • Teriparatide

0 Komentar

Belum ada komentar