Sukses

Kenapa Tulang Bisa Keropos?

Hampir semua tahu tulang keropos atau osteoporosis. Tapi sudah tahukah Anda apa penyebab bagaimana tulang bisa keropos? Berikut penjelasan dr. Mega Putri di sini selengkapnya.

KlikDokter.com - Osteoporosis terjadi ketika terdapat ketidakseimbangan antara pembentukan tulang baru dan penyerapan tulang yang sudah lama atau tua. Tubuh mungkin gagal untuk membentuk tulang baru, atau terlalu banyak tulang tua yang dapat diserap kembali, atau karena keduanya.

Terdapat dua mineral penting yang dibutuhkan untuk dapat terjadinya pembentukan tulang, yakni kalsium dan fosfat. Saat usia muda, tubuh menggunakan kedua mineral tersebut untuk menghasilkan tulang.

Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab osteoporosis yang umum terjadi:

  1. Faktor Penyebab Kurangnya Kalsium

Kalsium sangat penting untuk berfungsinya jantung, otak, dan organ lainnya. Untuk menjaga organ-organ penting tersebut tetap berfungsi, tubuh menyerap kembali kalsium yang disimpan dalam tulang untuk mempertahankan tingkat kalsium dalam darah. Jika asupan kalsium tidak cukup atau jika tubuh tidak menyerap cukup kalsium dari makanan atau minuman sehari-hari, kemungkinan produksi tulang dan jaringan tulang akan terjadi terjadi kerusakan. Dengan demikian, kepadatan tulang menjadi rendah dan kekuatan tulang menjadi berkurang pula, sehingga tulang menjadi rapuh dan keropos yang kemudiannya berakibat tulang dapat patah dengan mudah.

Biasanya, hilangnya kepadatan tulang terjadi dalam jangka waktu tahunan. Seringkali, seseorang akan mempertahankan patah tulang sebelum menyadari bahwa terdapat penyakit osteoporosis pada tulangnya. Pada saat itu, penyakit ini mungkin dalam stadium lanjut dan mungkin dalam kerusakan yang serius.

Kemudian ada beberapa faktor lainnya bagaimana tulang dapat mengalami osteoporosis, halaman berikutnya selengkapnya:

1 dari 2 halaman

Kenapa Tulang Bisa Keropos?

Osteopor

  1. Faktor Penyebab Kurangnya Hormon Tertentu

Selain faktor kalsium, terdapat juga faktor hormon. Karena penyebab utama osteoporosis adalah kurangnya hormon tertentu, khususnya hormon estrogen pada perempuan dan hormon androgen pada laki-laki.

Perempuan, terutama yang berusia lebih dari 60 tahun, sering didiagnosis penyakit osteoporosis ini. Menopause disertai dengan tingkat hormon estrogen yang lebih rendah dan meningkatkan risiko perempuan untuk osteoporosis. Faktor lain yang dapat menyebabkan keropos tulang pada kelompok usia ini meliputi kurangnya asupan kalsium dan vitamin D, kurangnya latihan beban, dan perubahan yang berkaitan dengan usia lainnya dalam fungsi endokrin (selain kurangnya hormon estrogen).

  1. Faktor Penyebab Obat-obatan

Kondisi lain yang dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis adalah terlalu sering atau konsumsi jangka panjang obat golongan kortikosteroid (Cushing syndrome), gangguan tiroid, kurangnya penggunaan otot, kanker tulang, kelainan genetik tertentu, penggunaan obat tertentu, dan masalah seperti diet rendah kalsium.

Selain faktor penyebab, terdapat juga faktor risiko dari osteoporosis. Berikut ini adalah faktor risiko dari osteoporosis:

  • Perempuan memiliki risiko yang lebih besar daripada laki-laki, terutama wanita yang kurus, seperti orang-orang usia lanjut.
  • Perempuan yang putih atau ras Asia, terutama mereka yang memiliki anggota keluarga dengan osteoporosis, memiliki risiko lebih besar terkena osteoporosis daripada perempuan lainnya.
  • Perempuan yang sudah menopause, termasuk mereka yang telah menopause dini atau pembedahan yang menyebabkan terjadinya menopause, atau abnormal atau tidak adanya periode menstruasi memiliki risiko yang lebih besar.
  • Merokok, gangguan seperti anoreksia nervosa atau bulimia, jumlah kalsium yang rendah dalam diet, konsumsi alkohol berat, tidak berolahraga, dan penggunaan obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid dan antikonvulsan, juga termasuk faktor risiko.
  • Rheumatoid arthritis sendiri merupakan faktor risiko untuk osteoporosis.
  • Memiliki orang tua yang memiliki / memiliki osteoporosis merupakan faktor risiko untuk keturunannya.

0 Komentar

Belum ada komentar