Sukses

Kenali Komplikasi yang Sering Menyertai Kehamilan

Beberapa kehamilan dapat mengalami gejala yang tidak wajar dan membahayakan. Baca penjelasan lengkapnya di sini.

KlikDokter.com - Kehamilan merupakan anugerah bagi setiap wanita. Namun pada beberapa kondisi, kehamilan yang dialami seorang wanita bukanlah tanpa risiko. Beberapa kehamilan dapat mengalami gejala yang tidak wajar dan menimbulkan komplikasi. Oleh karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin sangatlah penting untuk memastikan kesehatan ibu dan janin selama kehamilan. Apa sajakah komplikasi dalam kehamilan itu?

Kehamilan Kembar

Kehamilan kembar dapat diartikan dengan seorang wanita hamil uang membawa lebih dari satu bayi (kembar, kembar tiga, kembar empat, dsb). Mengapa kehamilan kembar dianggap sebagai gejala hamil yang menimbulkan komplikasi? Sebab kehamilan kembar meningkatkan risiko persalinan prematur, diabetes gestasional, dan tekanan darah tinggi pada kehamilan.

Pre-eklampsia

Pre-eklampsia ditemukan pada sekitar 3-5% kehamilan pada negara berkembang. Pre-eklampsia merupakan salah satu penyebab utama kematian pada ibu hamil. Wanita dengan pre-eklampsia memiliki gejala hamil berupa tekanan darah yang tinggi dan salah satu gejala di bawah:

  • Retensi cairan (bengkak) yang bisa ditemukan pada kaki atau tangan.

  • Protein di urin.

  • jumlah trombosit yang rendah (di bawah 100.000/ul).

  • Penurunan fungsi hati.

  • Keluhan penglihatan dan saraf.

Walaupun tidak ada yang dapat memprediksi dan mencegah pre-eklampsia, namun pencegahan sangatlah penting. Pemeriksaan kehamilan secara rutin di fasilitas kesehatan diharapkan dapat mendeteksi kondisi pre-eklampsia sedini mungkin, sehingga dapat dilakukan terapi untuk menghindari terjadinya komplikasi dalam kehamilan.

Berikut komplikasi lainnya yang wajib Anda ketahui, selengkapnya di halaman selanjutnya:

1 dari 2 halaman

Kenali Komplikasi yang Sering Menyertai Kehamilan

Prenagen

Kehamilan anggur

Kehamilan anggur merupakan kondisi medis di mana penyebabnya belum diketahui hingga saat ini. Kelainan ini terjadi akibat pertumbuhan abnormal dari jaringan trofoblas. Jaringan trofoblas merupakan jaringan yang terbentuk pada proses penempelan bakal janin dan plasenta pada dinding rahim. Diagnosis dini pada kondisi ini sangat penting dilakukan sebab pada beberapa kasus, kondisi ini dapat berkembang menjadi keganasan.

Kehamilan ektopik

Pada kondisi tertentu, kehamilan dapat terjadi di luar rahim. Kondisi inilah yang dikenal dengan kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik paling banyak terjadi di dalam tuba falopi  atau saluran telur. Kehamilan ektopik sangat penting untuk didiagnosa sedini mungkin untuk segera dilakukan penanganan yang tepat, karena dapat membahayakan nyawa ibu hamil apabila tidak ditangani secara tepat. Faktor risiko terjadinya kehamilan ektopik antara lain kerusakan tuba akibat infeksi dan adanya riwayat operasi tuba, merokok, dan riwayat bayi tabung (in vitro fertilization).

Plasenta Previa

Plasenta previa adalah suatu kondisi di mana plasenta menutupi leher rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi dalam kehamilan berupa perdarahan, terutama jika seorang wanita mengalami kontraksi. Jika plasenta masih menutupi leher rahim pada saat menjelang persalinan, dokter kemungkinan akan merencanakan tindakan operasi cesar untuk mengurangi risiko perdarahan terhadap ibu dan bayi.

Diabetes Gestasional

Gestational diabetes adalah tipe diabetes yang berkembang selama kehamilan. Wanita dengan diabetes gestasional akan memiliki kehamilan yang sehat jika menjalani serangkaian terapi untuk kelainan ini. Biasanya diabetes akan sembuh setelah melahirkan. Namun wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional memiliki risiko lebih besar untuk mengalami diabetes tipe 2. 

Penggunaan alkohol

Alkohol yang dikonsumsi selama kehamilan dapat melewati plasenta dan langsung ke peredaran darah janin. Selama kehamilan, wanita yang minum alkohol memiliki faktor risiko lebih besar untuk mengalami komplikasi seperti keguguran atau bayi lahir mati. Selain itu, wanita yang minum alkohol pada saat hamil memiliki risiko lebih tinggi mendapat cacat lahir dan gangguan spektrum alkohol janin (FASD). FASD menyebabkan bentuk yang abnormal dari wajah, tubuh pendek dan berat badan rendah, hiperaktif, cacat intelektual, dan masalah pendengaran.

Merokok 

Merokok selama kehamilan menyebabkan komplikasi pada janin berupa risiko untuk lahir prematur, cacat lahir tertentu, dan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). 

0 Komentar

Belum ada komentar