Sukses

Migrain pada Ibu Hamil dan Pencegahannya

Kehamilan sering kali menyebabkan stres pada wanita, yang kemudian dapat memicu migrain. Bacalah cara-cara pencegahannya di sini.

KlikDokter.com - Kehamilan merupakan situasi yang luar biasa untuk seorang wanita. Di satu sisi sangat menyenangkan, di sisi lain terjadi perubahan besar pada tubuh seorang wanita. Perubahan ini menimbulkan banyak gejala seperti mual, muntah, kram kaki, nyeri pinggang dan punggung, sering berkemih, dan pada beberapa kasus dapat terjadi masalah serius dalam kehamilan.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa dari 99 wanita yang dipantau selama trimester kedua kehamilan sampai dengan 9 minggu setelah melahirkan, didapatkan 9% wanita mengalami depresi selama kehamilan dan 12% wanita mengalami depresi setelah melahirkan.

Secara tidak mengejutkan, stres psikologis merupakan faktor pencetus terjadinya sakit kepala tipe tension type headache (TTH) dan migrain terbanyak. Maka wajar saja apabila wanita hamil sering mengeluh migrain.

Dukungan pasangan dan kelompok selama kehamilan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, karena dapat mencegah keluhan sakit kepala selama kehamilan dan setelah melahirkan.

Apabila gejala migrain sudah timbul, sebaiknya hindari pemakaian obat secara rutin. Relaksasi, olahraga, dan istirahat dengan tidur terbukti dapat menurunkan sakit kepala. Pemakaian bahan alami seperti kafein dan kapsaicin juga bermanfaat mengurangi rasa nyeri. Penelitian Bjorkedal dan Flaten menunjukkan bahwa pemberian kafein 4 miligram per kilogram berat badan dapat mengurangi rasa nyeri.  

Namun apabila gejala tidak menghilang, untuk meredakan gejala sakit kepala, wanita hamil dapat mengonsumsi obat penghilang nyeri seperti paracetamol, ibuprofen, metampiron, dan asam salisilat. Golongan obat tersebut terbukti cukup aman digunakan selama kehamilan. Untuk penggunaan obat, sebaiknya tetap berkonsultasi langsung dengan dokter.

0 Komentar

Belum ada komentar