Sukses

Tanda Bahaya Anemia

Ada beberapa tanda anemia yang wajib diwaspadai berbahaya. Berikut penjelasan dr. Anita Amalia Sari di sini selengkapnya.

KlikDokter.com - Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah. Anemia tidak boleh disepelekan. Meskipun terkadang tidak menimbulkan gejala (anemia ringan), namun bila tidak ditangani dapat merusak organ tubuh dan membahayakan nyawa orang yang mengalaminya.

Bila seseorang mengalami anemia, tubuhnya tidak mendapatkan sel darah merah pembawa oksigen yang cukup sehingga tubuh tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Sebagai akibatnya, maka dapat timbul gejala lemas atau lelah. Anemia berat atau yang berlangsung lama dapat merusak jantung, otak dan organ lain di dalam tubuh. Anemia yang sangat berat bahkan dapat menyebabkan kematian.

Anemia dapat dibagi menjadi anemia akut atau kronis. Anemia akut terjadi akibat kehilangan mendadak sejumlah sel darah merah akibat perdarahan ataupun hemolisis (peningkatan penghancuran sel darah merah). Anemia akut dapat mengancam nyawa karena reduksi mendadak jumlah sel darah merah yang membawa oksigen di dalam darah.

Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui tanda bahaya anemia. Berikut di halaman selanjutnya adalah tanda bahaya anemia menurut American Society of Hematology:

1 dari 2 halaman

Tanda Bahaya Anemia

Tanda Bahaya Anemia Menurut American Society of Hematology:

  • Merasa sangat lemah atau pusing hebat hingga pingsan
  • Tangan dan kaki terasa dingin
  • Kulit terlihat pucat atau kekuningan
  • Jantung berdebar
  • Sesak napas
  • Nyeri dada

Bila seseorang mengalami salah satu gejala di atas terlebih ada riwayat trauma/ kecelakaan sebelumnya maka perlu segera dibawa ke fasilitas kesehatan. Perdarahan yang dapat menyebabkan kehilangan darah bukan hanya perdarahan yang dapat dilihat langsung secara kasat mata, namun kehilangan darah banyak dapat juga terjadi akibat trauma tumpul di perut (abdomen), trauma panggul dan lain sebagainya.

Penanganan pertama pasien anemia akut yang disebabkan perdarahab dapat mencakup pemberian oksigen, infus cairan (resusitasi cairan), balut tekan pada sumber perdarahan luar, pembidaian tulang patah. Di rumah sakit selain dilakukan pemeriksaan darah dapat pula dilakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) perut untuk melihat bila ada kecurigaan perdarahan di dalam rongga perut, selain itu dapat pula dilakukan pencitraan lain seperti rontgen (sinar X) bila dicurigai adanya patah tulang.

0 Komentar

Belum ada komentar