Sukses

Cara Mengenalkan Puasa pada Si Kecil

Cara Mengenalkan Puasa pada Si Kecil. Apakah anak-anak sudah boleh berpuasa? Apakah puasa baik bagi kesehatan mereka, atau justru mengganggu tumbuh kembang sang buah hati?

KlikDokter.com - Puasa adalah tidak memasukkan makanan dan minuman melalui mulut maupun melalui pembuluh darah (infus) sejak imsak hingga magrib. Di Indonesia yang merupakan negara tropis, lama berpuasa kurang lebih adalah 10 hingga 12 jam.

Makanan yang kita konsumsi umumnya dapat mempertahankan kadar gula darah yang optimal selama empat jam. Gula merupakan sumber energi bagi organ-organ tubuh seperti otak, hati, otot, dan lain-lain. Selepas dari itu, tubuh akan memecah glikogen (cadangan glukosa) yang terdapat dalam hati dan otot untuk menjaga agar kadar gula yang dibutuhkan tubuh tetap terjaga.

Jika enam belas jam setelah terakhir kali makan tubuh tidak mendapatkan asupan glukosa baru, ia akan memecah cadangan lemak dan protein dalam tubuh. Karena lama berpuasa di Indonesia tidak mencapai 16 jam, maka fase tersebut tidak akan terjadi. Oleh karena itu, Si Kecil yang sehat tidak akan mengalami gangguan kesehatan walaupun menjalankan puasa.

Namun sebaliknya, berpuasa yang lama dan tanpa henti akan menyebabkan terurainya lemak dan protein tubuh yang berpotensi mengakibatkan gangguan tumbuh kembang pada Si Kecil.

Tidak ada batasan umur yang pasti dalam memperkenalkan Si Kecil kepada puasa. Namun mulai usia tiga sampai lima tahun, umumnya Si Kecil sudah dapat diajarkan untuk memahami arti dan tujuan berpuasa.

Klik ‘next’ untuk membaca lanjutan artikelnya.

1 dari 2 halaman

Cara Mengenalkan Puasa pada Si Kecil

Morinaga Platinum

Berikut ini adalah tips mengenalkan puasa kepada Si Kecil :

  1. Lakukanlah dengan bertahap. Pada saat awal, ajarkan Si Kecil untuk berpuasa selama tiga hingga empat jam. Jika ia sudah beradaptasi, barulah memperpanjang lama puasanya secara bertahap.
  2. Makanan kecil. Jika saat akan mencoba berpuasa sehari penuh Si Kecil sudah merengek kelaparan, berikanlah ia makanan kecil, lalu puasa dapat dilanjutkan kembali.
  3. Pujian dan hadiah. Untuk menyemangati, lontarkanlah pujian jika Si Kecil berhasil mencapai target. Hadiah kecil juga dapat Bunda dan Ayah berikan agar Si Kecil semakin bersemangat. Namun sebaliknya, jika ia belum berhasil, tetap semangati dan hindari meledek “kegagalannya”.
  4. Teladan. Balita akan lebih mudah mengikuti teladan yang Bunda dan Ayah lakukan ketimbang ucapan. Tunjukkan semangat alih-alih mengeluh atau terlihat lemas di depan Si Kecil.
  5. Awasi kesehatannya. Jangan paksakan untuk l berpuasa jika Si Kecilterlihat kurang sehat atau tidak kuat.
  6. Makanan sahur. Untuk sahur, pilihlah makanan yang memiliki indeks glikemik rendah yang dapat meningkatkan gula darah secara lambat namun bertahan lama. Makanan yang dapat mengenyangkan lebih lama contohnya adalah nasi merah, pasta, oatmeal, roti gandum, kentang, ubi, pisang, apel, jeruk, dan kacang hijau.
  7. Makanan berbuka. Sebagai menu takjil, pilihlah makanan dengan indeks glikemik tinggi yang dapat meningkatkan gula darah dengan cepat namun singkat, seperti manisan buah, kolak, donat, nasi, dan roti. Setelah itu, Bunda / Ayahdapat menyajikan menu makan malam yang memiliki kandungan nutrisi lengkap yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
  8. Variasi. Jangan lupa untuk selalu memberi variasi jenis, bentuk, dan rasa dalam menu sahur dan berbuka setiap harinya, agar Si Kecil tidak bosan.

Selamat berpuasa!

0 Komentar

Belum ada komentar