Sukses

Optimalkan Masa Emas Perkembangan Otak Si Kecil

Optimalkan Masa Emas Perkembangan Otak Si Kecil. Beri nutrisi dan stimulasi yang tepat selama masa emas perkembangan otak Si Kecil

KlikDokter.com - Usia 0-2 tahun merupakan masa kritis bagi perkembangan anak, karena usia tersebut merupakan masa emas bagi pertumbuhan dan perkembangan otaknya. Delapan puluh persen perkembangan otak terjadi pada masa tersebut. Selanjutnya, otak masih akan terus berkembang dengan cepat hingga usia lima tahun, namun tidak sepesat masa emas tersebut.

Ketika lahir, bayi memiliki modal yang sangat besar berupa bermilyar-milyar sel saraf beserta jaringannya. Hal ini merupakan potensi yang harus kita kembangkan dengan sebaik-baiknya, yaitu dengan memberikan nutrisi dan stimulasi yang optimal.

Apa saja nutrisi yang diperlukan bagi perkembangan otak Si Kecil?

1. Glukosa

Untuk menjalankan fungsinya secara keseluruhan, otak memerlukan glukosa. Tanpa glukosa, Si Kecil akan mengalami kesulitan untuk memproses dan menyimpan informasi yang baru. Glukosa didapat dari makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, mie, kentang, pasta, dan lain-lain. Oleh karena itu, pastikan agar anak tidak melewatkan sarapan setiap hari.

2. Protein dan Serat

Makanan yang kaya akan protein dan serat seperti sereal dan oatmeal yang disajikan dengan susu dapat meningkatkan performa otak sebesar 20%, sekaligus memperkuat kemampuan memori anak.

3. Kolin

Berperan dalam meningkatkan penyimpanan memori, kemampuan berpikir, berbahasa, dan gerakan motorik. Makanan yang mengandung kolin di antaranya adalah telur.

4. Asam Lemak Esensial

Zat gizi yang sangat penting dalam pembentukan dan regulasi sel saraf ini terdiri dari omega-3 (ALA, EPA, dan DHA) serta omega-6 (asam linoleat). ALA dapat ditemukan di dalam biji rami, kacang walnut, dan kacang kedelai. Sementara itu EPA dan DHA terkandung di dalam ikan salmon, makarel, dan sarden. Omega-6 bisa Anda dapatkan dari minyak jagung, minyak biji bunga matahari, dan minyak kacang kedelai.

5. Yodium

Mineral yang berfungsi membantu perkembangan sel-sel saraf di dalam otak ini bisa didapatkan dari garam, yogurt, dan kentang.

Klik ‘next’ untuk membaca lanjutan artikelnya.

1 dari 2 halaman

Optimalkan Masa Emas Perkembangan Otak Si Kecil

Morinaga Platinum

Selain mencukupi kebutuhan nutrisinya, Si Kecil juga memerlukan stimulasi untuk merangsang perkembangan otaknya. Kurangnya stimulasi yang diterima Si Kecil selama periode emas ini mengakibatkan tidak optimalnya pertumbuhan sel-sel saraf di otak. Hal ini menyebabkan pengecilan ukuran otak dibandingkan dengan anak-anak sebaya yang mendapat stimulasi optimal.

Ada beberapa aspek dalam perkembangan otak Si Kecil yang memerlukan campur tangan Bunda dan Ayah sebagai orangtua, yaitu:

1. Perkembangan Motorik

Stimulasi perkembangan motorik Si Kecil sesuai dengan usianya. Pertama-tama, letakan bayi dalam posisi tengkurap agar ia berlatih untuk mengangkat kepala, agar otot lehernya kuat. Berikan mainan yang berbunyi dan berwarna menarik agar merangsang Si Kecil untuk menggerakkan tangan dan kakinya untuk meraih benda tersebut. Seiring dengan perkembangan usia, Si Kecil dapat dirangsang untuk miring ke kanan dan kiri, duduk, berdiri, hingga berjalan.

Jangan lupakan keterampilan motorik halusnya dengan melatihnya menggenggam barang, memasukkan makanan ke mulut, dan mencorat-coret kertas.

2. Perkembangan Bahasa

Kunci utama dalam bidang ini adalah: sering-seringlah berbicara kepada Si Kecil. Walaupun mungkin pada awalnya ia belum mengerti apa yang Bunda ucapkan, hal tersebut dapat merangsangnya untuk mengenali suara dan ucapan Bunda. Selain itu, Bunda juga dapat menyanyi untuknya.

3. Perkembangan Emosi

Untuk merangsang perkembangan emosi yang baik, Bunda dan Ayah harus menjaga komunikasi yang baik dengan Si Kecil. Jadilah teman curhat yang baik, ucapkanlah kata-kata yang penuh kasih, dan tunjukkan kepadanya bahwa Bunda dan Ayah menyayangi dan melindunginya dengan memberikan pelukan, kecupan, dan lainnya.

4. Perkembangan Kognitif

Kecerdasaan Si Kecil dapat dilatih dengan cara bermain. Pilihlah permainan yang sesuai dengan tahapan usia anak, mulai dari mengenal bentuk, warna, nama benda, fungsi dan cara kerja suatu benda, bagaimana memanipulasi benda tersebut, bagaimana memecahkan masalah, dan sebagainya.

0 Komentar

Belum ada komentar