Sukses

Mengapa Si Kecil Sering Menangis pada Malam Hari?

Ada sederet hal yang dapat membuat anak menangis pada malam hari. Apa saja?

KlikDokter.com - Orangtua kerap kali dihadapkan pada situasi anak terbangun dari tidurnya pada malam hari, bahkan menangis. Menangis dapat merupakan salah satu sinyal yang diberikan anak bahwa ada sesuatu yang “salah” dan harus segera mendapat perhatian.

Apabila anak sering menangis dalam waktu yang lama atau tangisnya tidak kunjung mereda, orangtua bisa saja merasa lelah dan frustrasi. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat Anda lakukan ketika anak menangis:

  1. Tetaplah tenang. Ketika Anda fokus dan tenang, Anda akan lebih mudah mencari solusi dan mencari tahu penyebab anak menangis.
  2. Tanyakan pada diri Anda, apa yang dibutuhkan anak? Penyebab tersering anak menangis pada malam hari antara lain:
    • Lapar. Bayi umumnya menangis jika lapar. Perhatikan pula tanda lapar lainnya, misalnya memasukkan tangannya ke dalam mulut
    • Popok atau celana yang basah.
    • Suhu ruangan yang terlalu panas atau dingin.
    • Tidak enak badan. Perhatikan apakah anak mengalami gejala batuk, pilek, gangguan pencernaan, dan lainnya. Infeksi telinga juga merupakan salah satu penyakit yang sering dialami anak, jadi jangan lewatkan pemeriksaan terhadap telinganya.
    • Masalah pencernaan. Apabila ibu menyusui ASI pada anak, makanan yang ibu konsumsi sebelumnya dapat menyebabkan masalah pencernaan pada anak, sehingga anak merasa perutnya kembung, kolik, atau sering buang angin.
    • Gigitan serangga seperti nyamuk, semut, tungau, dan sebagainya. Lindungi tempat tidurnya dan jagalah kebersihan di sekitarnya.
    • Tumbuh gigi. Umumnya dialami anak berusia 4 bulan hingga 2 tahun. Tanda lainnya dari tumbuh gigi adalah keluarnya air liur lebih banyak, gusi yang tampak membesar, atau sering mengemut tangan atau mainan.
    • Anak ingin dipeluk atau didekap. Anak, terutama bayi, membutuhkan banyak pelukan atau dekapan dari orangtua. Mereka ingin melihat wajah orangtua, mendengar suara mereka, mendengarkan detak jantung mereka, bahkan dapat mengenali bau mereka yang unik. Hal ini dapat membuat anak merasa nyaman.

Halaman selanjutnya info selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Mengapa Si Kecil Sering Menangis pada Malam Hari?

Bayi Sehat Milna

  1. Perhatikan adakah sinyal khusus dari Si Kecil, seperti:
  • Suara tangisan yang berbeda. Pada mulanya semua tangisan akan terdengar sama, namun lama-kelamaan orangtua akan paham perbedaan tangisan ketika anak lapar, ketika ia mengantuk, lelah, dan sebagainya. Biasanya tangisan tersebut disertai dengan bahasa tubuh dan ekspresi wajah yang berbeda, hingga intensitas dan tinggi suara yang berbeda.
  • Reaksi terhadap stimulasi tertentu, seperti lingkungan sekitar.
  • Perubahan suasana hati.
  1. Jangan pernah menggoyang-goyangkan bayi. Hal ini dapat mengganggu pembuluh darah pada otak bayi yang tidak mampu menoleransi dampak atau benturan yang diakibatkan goyangan tersebut
  2. Carilah dukungan dari orang di sekitar Anda, baik itu keluarga, kerabat, atau teman. Pada waktu santai Anda, coba untuk saling bertukar pikiran dengan mereka yang memiliki masalah serupa dengan Anda. Dengan cara ini, beban masalah Anda bisa sedikit berkurang

Meski setiap anak berbeda-beda, namun mereka akan sama-sama menangis setiap merasakan ada sesuatu yang tidak nyaman. Orangtua mungkin perlu mencurigai adanya hal yang lebih serius yang membutuhkan perhatian apabila tangis anak tak kunjung reda, atau disertai keluhan lainnya seperti demam, tubuh anak terasa dingin, muntah, nyeri, atau anak terlihat mengalami cedera.  Bila hal ini terjadi, segera kunjungi dokter anak Anda.

0 Komentar

Belum ada komentar