Sukses

Bagaimana Jika Si Kecil Hanya Mau Minum Susu?

Para orangtua biasanya khawatir jika anak lebih memilih susu ASI atau formula ketimbang makanan utama. Apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya?

KlikDokter.com - Memperkenalkan makanan padat pada bayi amatlah penting, agar ia dapat belajar untuk makan dan memperkaya indra perasanya dengan rasa dan tekstur makanan yang bervariasi, melatih gigi dan rahangnya untuk mengunyah, hingga meningkatkan kemampuannya dalam berinteraksi dan berbahasa. Namun, makanan padat tersebut tidak mampu menggantikan ASI atau susu formula.

Apabila makanan padat diberikan untuk menggantikan ASI atau susu formula terlalu dini, maka kesehatan pencernaannya dapat terganggu dan beberapa jenis nutrien penting yang dibutuhkan anak akan tidak tercukupi. Oleh karena itu, tetaplah lengkapi pemberian makanan padat dengan ASI agar kelengkapan nutrisinya terjaga.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua sebelum mengenalkan makanan padat bagi anak. Mulailah pada usia sekitar 6 bulan. Pada usia ini, saluran pencernaannya sudah mampu mencerna makanan selain susu.

Selain usia, terdapat beberapa tanda di mana anak sudah siap untuk menerima makanan antara lain, dijelaskan selengkapnya pada halaman berikutnya:

1 dari 2 halaman

Bagaimana Jika Si Kecil Hanya Mau Minum Susu?

Bayi Sehat Milna

Selain usia, terdapat beberapa tanda di mana anak sudah siap untuk menerima makanan antara lain:

  1. Bayi dapat duduk tegak dengan bantuan dan mampu mengontrol kepala dan lehernya tetap tegak. Koordinasi mata, tangan, dan mulutnya juga sudah mulai baik. Misalnya, ia sudah mampu memegang benda atau mainan dan mencoba memasukkannya ke dalam mulut.
  2. Bayi mulai menunjukkan ketertarikan terhadap makanan, misalnya dengan mulai memperhatikan dan ingin mengambil apa yang ada di piring Anda ketika Anda sedang makan.
  3. Anak membuka mulutnya ketika Anda mencoba menyuapinya dengan sendok berisi makanan dan mampu untuk menelannya.

Selanjutnya, agar proses pengenalan makanan padat lebih lancar, lakukan kiat-kiat berikut:

  1. Sediakan waktu yang banyak untuk makan, terutama jika Anda baru mulai. Terburu-buru dalam memberi makan anak dalam menimbulkan masalah. Sesuaikan waktu Anda dengan waktu yang diperlukan anak untuk makan, bukan sebaliknya. Dan, berhentilah apabila anak sudah menunjukkan tanda-tanda kenyang.
  2. Saluran pencernaan bayi belum berkembang sempurna, maka mulailah sedikit demi sedikit dengan porsi yang kecil, misalnya beberapa sendok kecil dalam sehari.
  3. Berikan contoh. Anak sering kali meniru apa yang dilakukan oleh orangtua.
  4. Biarkan anak sesekali menyentuh dan memegang makanannya, agar ia dapat ”mengenal” makanan tersebut sebelum menyantapnya
  5. Apabila makanan tersebut panas, tunggu hingga agak dingin dan cicipi sebelum menyuapi anak.
  6. Jangan menambahkan garam, gula, dan kaldu pada makanan bayi. Ingatlah bahwa indra perasanya belum berkembang seperti Anda.
  7. Sajikan makanan baru dalam menu favorit anak. Hal ini juga berguna untuk membuat variasi pada rasa
  8. Fokuskan perhatiannya pada Anda dan hindarkan segala pengalih perhatian, seperti TV yang menyala, suara yang bising, anak-anak lain yang berlarian atau bermain di sekitarnya, dan sebagainya.

Bila anak lebih memilih susu ASI atau formula dan menolak untuk makan, mungkin ia sedang lelah, tidak enak badan, atau sedang tidak lapar. Selain itu, perhatikan pula apakah gigi anak sedang tumbuh? Tanda-tanda seperti gusi yang membesar dan tidak mau makan juga merupakan tanda tumbuhnya gigi baru.

Yang terpenting, jangan memaksa anak untuk makan, karena dapat membuatnya trauma dan semakin menolak untuk makan. Karena pada dasarnya, bila sedang lapar, anak akan menerima makanan yang diberikan. Seiring berjalannya waktu, Anda pun akan mulai memahami kapan anak lapar atau kenyang, tidak tertarik dengan makanan, atau sedang lelah.

Selain itu, waktu makan anak tidak hanya tentang memberikan makanan untuknya, namun juga sebagai kegiatan yang menguatkan ikatan antara orangtua dan anak. Anda memiliki kesempatan untuk belajar mendengarkan dan berinteraksi dengannya. Oleh karena itu, manfaatkan waktu makan ini dengan sebaik mungkin.                                                                                            

Apabila berat badan anak menurun, terdapat gejala lain seperti diare atau sulit buang air besar, serta muntah setiap selesai makan, periksakan segera anak ke dokter agar dapat dilakukan evaluasi lebih lanjut.

0 Komentar

Belum ada komentar