Sukses

Benarkah Wanita Lebih Sulit Turun Berat Badan Dibanding Pria?

Dibanding pria, wanita dianggap lebih sukar untuk menurunkan berat badan. Apakah itu benar?

Slim & Fit

KlikDokter.com - Seorang istri bersaing dengan suaminya untuk menurunkan berat badan dalam waktu satu bulan. Setelah satu bulan, suaminya turun berat badan lebih banyak dibandingkan sang istri. Padahal mereka mengonsumsi makanan yang sama dan berolahraga bersama juga. Mengapa? Apakah penurunan berat badan wanita memang lebih lama dibandingkan pria?

Olahraga

Pria cenderung memiliki massa otot lebih banyak dibandingkan wanita. Otot dapat membakar kalori lebih banyak dibandingkan lemak, sehingga pria pun cenderung memiliki metabolisme yang lebih cepat dibandingkan wanita. Berdasarkan hasil studi, pria memiliki kemampuan metabolisme 3-10% lebih tinggi dibandingkan dengan wanita.

Selain itu, biasanya wanita takut untuk menjadi terlalu berotot. Karenanya, mereka lebih memilih kardio dibandingkan dengan angkat beban. Sementara pria cenderung terfokus pada latihan angkat beban yang dapat membantu meningkatkan massa otot.

Selain itu, terdapat aspek lainnya yang mempengaruhi. Halaman selanjutnya penjelasan selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Benarkah Wanita Lebih Sulit Turun Berat Badan Dibanding Pria?

Slim & Fit

Nutrisi

Mengenai faktor makanan, ternyata terdapat pembuktian secara ilmiah bahwa otak pria dan wanita memiliki persepsi yang berbeda. Berdasarkan studi yang dipublikasikan di National Academy of Sciences (2009), meskipun wanita mengatakan tidak lapar ketika diminta untuk mencium, mencicipi dan memperhatikan makanan seperti piza dan kue cokelat, namun hasil pindaian otak menunjukkan adanya aktivitas pada area yang mengontrol nafsu makan (tidak seperti halnya pada pria).

Selain itu, terdapat penelitian lain yang dipublikasikan oleh American Journal of Physiology mengenai biokimia otak. Pada wanita terjadi peningkatan hormon ghrelin (hormon yang memberikan sinyal lapar pada otak) secara cepat setelah wanita selesai berolahraga. Sedangkan pada pria, peningkatan atau fluktuasi hormon tersebut tidak terjadi secara signifikan. Oleh karena itu, wanita cenderung makan lebih banyak setelah berolahraga dan meningkatkan risiko peningkatan berat badan dibandingkan dengan pria.

Faktor Psikis

Berdasarkan studi yang dipublikasikan oleh American Journal of Clinical Nutrition (2013), wanita cenderung bersifat "emotional eater" atau makan berdasarkan faktor emosi bila dibandingkan pria.

Para emotional eater ini, supaya perasaan mereka lebih membaik, cenderung mencari makanan yang manis, berlemak, asin dan gurih yang tentu saja dapat berujung pada peningkatan berat badan.

Selain itu, wanita juga cenderung untuk "menghalalkan" segala cara untuk menurunkan berat badan. Misalnya dengan diet ekstrim, detoks, dan lain-lain dibandingkan menggunakan metode konvensional melalui diet sehat dan olahraga.

Sebagai kesimpulan, walaupun terdapat faktor-faktor di atas, asalkan penurunan berat badan dilakukan dengan sehat (seperti menjaga pola makan dan berolahraga), pria dan wanita akan memiliki kesempatan yang sama untuk memerangi kegemukan. 

0 Komentar

Belum ada komentar