Sukses

Apakah Santan Bisa Bikin Gemuk?

Santan sangat sering ditambahkan pada menu masakan sehari-hari masyarakat Indonesia. Namun, apakah santan bagus untuk tubuh?

Slim & Fit

KlikDokter.com - Lebaran sebentar lagi akan tiba. Selain menjadi ajang untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan teman, lebaran juga menjadi salah satu hari dalam setahun di mana diet menjadi hal yang terlupakan. Bagaimana bisa berdiet bila di meja makan sudah terhidang ketupat, opor ayam, sambal goreng kentang, rendang dan masih banyak lagi. Hampir semuanya terasa lezat karena ditambahkan santan.

Ya, santan sangat sering ditambahkan pada menu masakan sehari-hari masyarakat indonesia. Tidak hanya masakan, minuman pun bertambah lezat jika ditambah santan. Mulai dari lontong sayur, cendol, bubur ketan hitam, semua menggunakan santan.

Apa saja nutrisi di balik santan?

Santan dibuat dari perasan parutan kelapa. Walaupun kini santan juga banyak dijual dalam bentuk kemasan. Kelapa mengandung gizi yang tinggi dan kaya akan serat, vitamin C, E, B1, B3, B5, B6 dan mineral seperti besi, selenium, sodium, kalsium, magnesium, dan fosfor.

Tidak seperti halnya susu sapi, santan bebas akan laktosa sehingga dapat digunakan sebagai pengganti susu bagi penderita intoleransi laktosa. Santan juga digemari oleh para vegan sebagai alternatif pengganti susu.

Apakah santan menggemukkan? Berikut penjelasan selengkapnya di halaman selanjutnya.

1 dari 2 halaman

Apakah Santan Bisa Bikin Gemuk?

Slim & Fit

Apakah santan menggemukkan? 

Santan sering kali dituding menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan, seperti kegemukan ataupun kolesterol. Faktanya adalah: santan, terutama jenis yang rendah lemak, boleh dikonsumsi dalam jumlah yang sewajarnya (1-2 kali per minggu).

Berikut adalah contoh kandungan dari 100 ml santan kalengan:

  • 154 kalori.
  • 1.4 gr protein.
  • 15 gr lemak (13.2 gr lemak jenuh).
  • 3.4 gr karbohidrat.

Kelapa memang mengandung sejumlah lemak, namun lemak yang terkandung di dalam kelapa kebanyakan adalah yang berjenis medium chain saturated fatty acids (MCFA), atau secara lebih spesifiknya adalah lauric acid. Lauric acid diubah di dalam tubuh menjadi bentuk yang disebut dengan monolaurin, yaitu suatu antivirus dan antibakteri yang bisa melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit.

MCFA dimetabolisme tubuh secara cepat menjadi energi di dalam hati. Tidak seperti lemak jenuh lainnya, MCFA digunakan lebih cepat oleh tubuh dan lebih sedikit disimpan dalam bentuk lemak di dalam tubuh. Namun bukan berarti santan "terbebas" dari faktor penyebab penyakit jantung. Santan tetap mengandung lemak, walaupun efeknya tidak seperti lemak jenuh lainnya.

Sehingga kesimpulannya, jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, santan pun dapat "merusak" diet Anda dan dapat menjadi salah satu faktor penyebab berbagai penyakit, misalnya penyakit jantung. Oleh karena itu, konsumsilah dalam takaran dan jumlah yang tidak berlebihan.

0 Komentar

Belum ada komentar