Sukses

Kenali Pemicu Sakit Kepala Anda

Sakit kepala merupakan keluhan saraf yang paling sering muncul. Kenali pemicu-pemicunya di sini.

KlikDokter.com - Sakit kepala yang merupakan gejala tersendiri tanpa kondisi klinis lain yang mendasari seperti infeksi, peradangan, dan sebagainya dikenal dengan sakit kepala primer.

Terdapat beberapa jenis sakit kepala primer, yaitu migrain, tension-type headache (TTH), dan cluster headache. Apabila pada sakit kepala primer tidak ada kondisi medis yang menyertai, lalu apa penyebab terjadinya sakit kepala tipe ini?

Beberapa hal dipercaya memiliki peran dalam timbulnya sakit kepala primer, seperti:

  1. Stres psikologis.
  2. Kondisi emosional.
  3. Suara tertentu.
  4. Bau-bauan tertentu (parfum, bensin, zat kimia lain).
  5. Kelelahan.
  6. Musim tertentu.
  7. Makanan (alkohol, keju, dan cokelat).
  8. Ketegangan mata.
  9. Kurang tidur.
  10. Perubahan hormon (menstruasi, menopause, ovulasi).
  11. Terlambat makan.
  12. Menangis.
  13. Obat tertentu.
  14. Dehidrasi.
  15. Trauma kepala.
  16. Rokok.

Stres psikologis merupakan faktor pencetus terjadinya TTH dan migrain yang paling banyak. Pada penelitian Shimmery, dikatakan bahwa 80% pasien mengalami sakit kepala yang diakibatkan stres psikologis. Sedangkan pada penelitian lain yang dilakukan oleh Haque dkk. menyebutkan bahwa kelelahan, kekurangan tidur, dan makanan yang paling berperan dalam menyebabkan migrain.

Faktor pencetus sakit kepala merupakan hal yang biasa kita alami sehari-hari, sehingga rasanya sulit untuk menghindarinya. Apabila dibiarkan berlarut-larut, adanya sakit kepala akan mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan produktivitas. Lalu bagaimana caranya untuk meredakan gejala tersebut?

Untuk mengurangi gejala sakit kepala, Anda dapat mencoba beberapa kiat-kiat berikut ini di halaman selanjutnya:

1 dari 2 halaman

Kenali Pemicu Sakit Kepala Anda

Neuralgin Rhema

Untuk mengurangi gejala sakit kepala, Anda dapat mencoba beberapa kiat-kiat berikut ini:

1. Rutin Olahraga

Yokoyama dkk. mengatakan bahwa rutin berolahraga setidaknya 2 kali per minggu akan menurunkan risiko sakit kepala pada pria dan wanita.

2. Tidur

Dengan membiasakan tidur dalam kapasitas normal, tubuh pun akan lebih segar sehingga tidur dapat menjadi cara yang efektif untuk mengurangi sakit kepala.

3. Obat Golongan NSAID (Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs)

Pada penelitian Shimmery menyatakan bahwa obat golongan NSAID dapat menghilangkan sakit kepala pada 50% pasien. Obat golongan ini antara lain ibuprofen, asetilsalisilat, dan natrium diklofenak.

0 Komentar

Belum ada komentar