Sukses

Sakit Gigi Berhubungan dengan Sakit Kepala?

Pernahkah Anda mengalami sakit gigi yang disertai sakit kepala? Apakah kedua nyeri tersebut memang berkaitan satu sama lain?

KlikDokter.com - Sakit gigi sering dikaitkan dengan kondisi kebersihan rongga mulut yang kurang. Selain itu, konsumsi makanan dan minuman yang kurang sehat juga dapat memicu terjadinya sakit gigi. Namun, terdapat suatu kondisi sakit gigi di mana tidak ditemukan penyebabnya. Hal ini dikenal dalam dunia medis dengan atypical odontalgia.

Pada kondisi atypical odontalgia, Baad-Hansen dkk. menemukan bahwa sakit gigi ini juga menimbulkan kondisi klinis lain seperti tension-type headache (sakit kepala tipe tegang) dan myofascial temporomandibular pain disorders (nyeri pada wajah).

Tension-type headache merupakan sakit kepala yang disertai kontraksi otot, kepala berdenyut, nyeri kepala sebagian, atau muntah saat serangan. Sakit kepala tipe ini juga sering disertai dengan rasa sakit atau kaku pada bagian leher, yang dapat pula menjalar ke punggung dan mata.

Sakit gigi kerap disepelekan karena dianggap penyakit yang biasa terjadi. Setelah menggunakan obat penghilang nyeri biasanya gejala akan membaik, namun perjalanan penyakitnya masih tetap berlangsung. Lalu, sakit gigi yang bagaimana yang harus membuat kita lebih waspada?

Halaman berikut penjelasannya.

1 dari 2 halaman

Sakit Gigi Berhubungan dengan Sakit Kepala?

Neuralgin Rhema

Segeralah kunjungi dokter gigi apabila Anda merasakan salah satu atau lebih dari gejala berikut:

  1. Apabila sakit gigi berlangsung lebih dari dua hari.
  2. Apabila sakit gigi sangat parah.
  3. Apabila sakit gigi disertai demam, nyeri telinga, atau nyeri saat membuka mulut.

Untuk mencegah timbulnya gangguan di gigi, perlu diciptakan tingkat kebersihan mulut yang optimal yakni:

  1. Menyikat gigi secara rutin minimal dua kali sehari dan membersihkan sela-sela gigi dengan bantuan benang gigi.
  2. Mengatur pola makan dengan menghindari makanan yang bersifat kariogenik.
  3. Gunakanlah sikat gigi berbulu lembut untuk memperkecil risiko iritasi pada gigi dan gusi.

0 Komentar

Belum ada komentar