Sukses

Anemia Bisa Sebabkan Sakit Kepala

Keluhan sakit kepala juga kerap dialami oleh penderita anemia. Apa penyebabnya?

KlikDokter.com - Secara global anemia diderita sekitar 1,6 miliar orang di dunia. Asia Tenggara, termasuk Indonesia, merupakan salah satu daerah yang menjadi fokus karena memiliki angka kejadian anemia yang tinggi. Anemia paling sering dialami oleh anak di bawah usia 5 tahun dan wanita. Fakta yang lebih mengejutkan, anemia dianggap sebagai faktor yang penting dalam menentukan angka kesakitan dan kematian seorang anak.

Sebenarnya, apa itu anemia?

Anemia adalah suatu kondisi ketika terjadi kekurangan sel darah merah yang sehat atau hemoglobin. Apabila jumlah hemoglobin yang ada di dalam tubuh berkurang, maka jumlah oksigen yang terikat di hemoglobin juga akan berkurang.

Gejala lemas pada anemia disebabkan karena sel-sel tidak mendapatkan asupan oksigen yang mencukupi untuk bekerja melakukan tugasnya masing-masing. Selain lemas, apa sajakah gejala yang mungkin dirasakan ketika mengalami anemia?

  • Letih, lesu, dan lemas.
  • Napas cepat ketika beraktivitas fisik.
  • Sakit kepala.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Perasaan melayang.
  • Pucat.

Sakit kepala merupakan salah satu gejala dari anemia. Hal ini diduga disebabkan karena asupan oksigen yang kurang ke daerah otak. Nah, jika Anda mengalami sakit kepala berulang dan terus-menerus, jangan sekalipun mengabaikan gejala ini karena Anda mungkin saja mengalami anemia.

Mengonsumsi makanan yang bergizi dapat membantu menghindari anemia akibat kekurangan zat besi dan vitamin lainnya. Suplemen yang mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin B lainnya juga dapat menunjang pencegahan anemia. Namun, penggunaan suplemen harus sesuai dengan petunjuk dokter terutama bagi orang lanjut usia.

Lalu apa sajakah nutrisi yang dapat membantu mencegah dan mengatasi anemia? Halaman berikut penjelasannya:

1 dari 2 halaman

Anemia Bisa Sebabkan Sakit Kepala

Neuralgin Rhema

Berikut adalah beberapa jenis kandungan makanan yang dapat mencegah dan mengatasi anemia:

  • Zat Besi

Zat besi banyak terkandung di dalam daging merah seperti daging sapi, kacang-kacangan, kuning telur, hati ayam, sayuran hijau gelap (bayam, kangkung, singkong), serta buah kering seperti plum dan kismis.

  • Asam Folat

Asam folat sangat penting dikonsumsi, selain berfungsi untuk membentuk sel darah merah yang sehat, asam folat juga dapat membantu regenerasi sel-sel saraf yang rusak dan penting bagi ibu hamil karena mengurangi risiko cacat sistem saraf pusat bayi. Asam folat dapat ditemukan di sayuran hijau seperti bayam, brokoli, kubis,  kentang, kacang, biji-bijian, sereal, buah-buahan (pisang, jeruk, pepaya, alpukat), dan hati ayam atau sapi.

  • Vitamin B12

Vitamin B12 dapat ditemukan dalam daging dan produk susu. Selain itu vitamin B12 juga sering ditambahkan dalam sereal dan produk kacang kedelai seperti susu kacang kedelai.

  • Vitamin C

Vitamin C juga penting dikonsumsi untuk membantu penyerapan zat besi. Makanan yang kaya vitamin C antara lain buah-buahan sitrus seperti jeruk dan lemon, stroberi, pepaya, anggur, melon, alpukat, kiwi, dan tomat. Sayuran seperti bayam, brokoli, kubis, dan wortel juga mengandung vitamin C.

Perlu diperhatikan untuk menghindari konsumsi zat besi atau zat penambah darah lainnya bersamaan dengan kafein, seperti teh atau kopi, karena dapat mengurangi penyerapannya.

0 Komentar

Belum ada komentar