Sukses

Cara Menangani Alergi pada Anak Saat Masa MPASI

Alergi adalah gangguan yang lazim terjadi pada bayi dan anak-anak, terutama alergi susu sapi. Baca penanganannya yang tepat di sini.

KlikDokter.com - Alergi makanan merupakan respon abnormal tubuh terhadap jenis makanan tertentu. Penting untuk membedakan alergi makanan dan intoleransi makanan. Penyebab alergi makanan adalah gangguan sistem kekebalan tubuh, sementara intoleransi makanan merupakan reaksi ketika tubuh tidak memiliki zat kimia atau enzim untuk mencerna makanan dengan optimal, atau dikarenakan tubuh tidak dapat menyerap hasil pencernaan makanan tersebut.

Umumnya anak mengalami reaksi alergi terhadap makanan setelah mengonsumsi makanan tersebut setidaknya satu kali sebelumnya. Anak juga dapat mengalami gejala alergi melalui ASI, karena sebagian kecil alergen yang dikonsumsi dalam makanan ibu dapat dikeluarkan melalui ASI. Pada kasus ini, antibodi IgE yang telah terbentuk pada ibu ikut terbawa masuk ke tubuh anak sehingga jika anak mengonsumsi makanan tersebut, antibodi IgE bereaksi dan memicu pelepasan zat histamin, yang menyebabkan anak mengalami gejala alergi seperti ruam kulit, gatal, kesulitan bernapas, asma, nyeri perut, diare, dan sebagainya.

Beberapa jenis makanan yang sering kali menjadi pemicu alergi pada anak antara lain:

  • Telur
  • Susu dan produk olahan susu
  • Kedelai
  • Kacang-kacangan
  • Ikan
  • Kerang
  • Gandum, dan sebagainya

Pada beberapa anak, alergi makanan dapat “menghilang” seiring dengan pertumbuhan anak menjadi dewasa, atau dapat juga bertahan seumur hidup.

Jika Anda memiliki anak yang baru memasuki masa MPASI, identifikasi alergi makanan amatlah penting untuk dilakukan. Anda dapat menerapkan beberapa kiat berikut di halaman selanjutnya:

1 dari 2 halaman

Cara Menangani Alergi pada Anak Saat Masa MPASI

Bayi Sehat Milna

Jika Anda memiliki anak yang baru memasuki masa MPASI, identifikasi alergi makanan amatlah penting untuk dilakukan. Anda dapat menerapkan beberapa kiat berikut:

  • Ketika memberikan jenis makanan baru, lakukan secara bertahap
  • Berikan satu jenis makanan baru, lalu tunggu setidaknya 3 sampai 5 hari sebelum menambahkan jenis makanan baru dalam menu Si Kecil. Perhatikan dengan saksama reaksi anak setelah mengonsumsi makanan tersebut
  • Tetap sertakan makanan yang sebelumnya ia konsumsi dan sudah terbukti bebas alergi
  • Hindari memberikan beberapa jenis makanan baru secara bersamaan karena apabila timbul reaksi alergi, maka Anda akan kesulitan mengidentifikasi jenis makanan mana yang memicu alergi

Apabila anak Anda sudah memiliki alergi makanan, prinsip penanganannya adalah dengan menghindari makanan pemicu alergi tersebut. Hingga saat ini belum terdapat obat-obatan yang dapat menghilangkan alergi. Obat-obatan yang tersedia saat ini bertujuan untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan akibat reaksi alergi tersebut.

Jika anak mengalami reaksi alergi namun Anda mengalami kesulitan untuk mengetahui jenis makanan penyebabnya, langkah selanjutnya adalah dengan berkonsultasi langsung dengan dokter anak untuk evaluasi lanjut, agar dapat dilakukan pemeriksaan terkait untuk mengetahui jenis makanan apa saja yang memicu alergi.

Jika anak pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap makanan seperti kesulitan bernapas, lidah membengkak, tenggorokan terasa menyempit, hingga pingsan, dokter dapat membekali Anda dengan perlengkapan darurat berupa suntikan epinefrin yang digunakan untuk menghentikan reaksi alergi berat.

Hal penting lainnya adalah memberikan suplementasi vitamin dan mineral untuk anak apabila ia tidak dapat mengonsumsi jenis makanan tertentu, sehingga nutrisinya tetap terjaga.

Jenis alergi yang paling umum pada bayi adalah alergi susu sapi. Biasanya mulai timbul pada anak di bawah usia satu tahun. Gejalanya dapat terlihat tidak lama setelah pengenalan susu sapi yang pertama kalinya. Alergi ini mengenai 1 dari 50 bayi, dan setengah di antaranya akan sembuh dalam waktu satu tahun. Gejala alergi akan menghilang setelah tiga tahun pada sebagian besar anak. Namun sayangnya, ada sebagian kecil populasi yang akan terus mengalami alergi susu sapi ini sampai dewasa.

Prinsip utama dari tata laksana alergi susu sapi adalah dengan menghindari makanan yang mengandung susu sapi dan segala jenis produk turunannya, seperti keju, yoghurt, mentega, dan krim. Namun demikian, pemberian makanan dengan nutrisi yang lengkap dan seimbang tetap harus diperhatikan.

0 Komentar

Belum ada komentar