Sukses

Kenali Ruam Merah pada Wajah Si Kecil

Ruam merah pada wajah bayi memang umum terjadi. Apa saja penyebabnya?

KlikDokter.com – Sebagian ibu tentu pernah menjumpai adanya ruam kemerahan di muka anaknya. Selain mengganggu penampilan imutnya, harap-harap cemas sering dirasakan sambil menerka-nerka penyebab dari ruam tersebut. 

Apakah kemerahan itu diakibatkan oleh alergi, infeksi, atau yang lainnya?

Jangan cemas dulu, Bunda. Penyebabnya ada bermacam-macam. Yuk, kita kenali penyebab ruam yang paling sering pada wajah bayi!

Karena dengan mengetahui penyebab dan jenis ruam pada bayi, kita menjadi lebih tahu apa yang harus dilakukan untuk menangani.

 

Berikut di halaman selanjutnya penjelasan selengkapnya.

1 dari 5 halaman

Kenali Ruam Merah pada Wajah Si Kecil

Morinaga Alergi

1. Jerawat Bayi

Berbentuk bulat atau kubah kecil seperti jerawat pada umumnya, serta berwarna putih atau kemerahan. Dapat ditemukan di area pipi, dahi, dagu, bahkan kadang di punggung. Mulai muncul pada bayi yang berusia dua minggu hingga satu bulan.

Kenali Ruam Merah pada Wajah Si Kecil

Jerawat pada bayi bukan disebabkan oleh infeksi seperti pada remaja dan dewasa, melainkan karena pengaruh hormon ibu yang masih terbawa oleh bayi. Kondisi ini dapat diperparah jika terpapar keringat, air liur, susu, kain yang kasar, atau detergen pakaian yang keras.

 

Umumnya, jerawat ini akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan, paling lambat di usia tiga bulan. Oleh karena itu, hindari penggunaan krim atau obat-obatan tertentu sebelum berkonsultasi dengan dokter.

Selain ini, ada penyebab dan jenis lain dari kondisi ruam pada kulit wajah bayi, selengkapnya di halaman selanjutnya.

2 dari 5 halaman

Kenali Ruam Merah pada Wajah Si Kecil

Morinaga Alergi

Dermatitis Seboroik

Kenali Ruam Merah pada Wajah Si Kecil

Atau disebut juga cradle cap adalah kulit kering yang berwarna merah atau kekuningan, di mana terdapat sisik-sisik kulit yang mengelupas di atasnya. Paling sering ditemukan di kulit kepala (menyerupai ketombe) dan bisa juga terdapat di atas alis, sekitar telinga, dan leher.

Seperti halnya jerawat bayi, dermatitis ini juga disebabkan karena hormon ibu yang memicu produksi berlebih dari kelenjar minyak bayi. Anda dapat melepaskan sisik-sisik tersebut dengan menggunakan baby oil dan sisir lembut.

Selain ini, ada penyebab dan jenis lain dari kondisi ruam pada kulit wajah bayi, selengkapnya di halaman selanjutnya.

3 dari 5 halaman

Kenali Ruam Merah pada Wajah Si Kecil

Morinaga Alergi

Gigitan Serangga

Kenali Ruam Merah pada Wajah Si Kecil

Berbentuk bentol berwarna merah, kelainan ini paling sering disebabkan oleh gigitan nyamuk atau serangga di sekitar tempat tidur anak Anda. Untuk mengurangi gatal dan kemerahan, Anda dapat memberikan lotion yang mengandung kalamin atau minyak telon. Selain itu, gunting pendek kukunya agar anak tidak menggaruk dan menimbulkan luka.

Selain ini, ada penyebab dan jenis lain dari kondisi ruam pada kulit wajah bayi, selengkapnya di halaman selanjutnya.

4 dari 5 halaman

Kenali Ruam Merah pada Wajah Si Kecil

Morinaga Alergi

Dermatitis Atopik

Kenali Ruam Merah pada Wajah Si Kecil

Memiliki penampakan berupa bercak merah yang kering, menebal, bersisik, dan gatal. Umumnya muncul sebelum bayi menginjak usia satu tahun. Pada bayi, biasanya kemerahan ini hanya nampak pada wajah. Namun untuk kasus yang lebih berat, dapat menyebar sampai ke badan, lengan, dan tungkai.

Kelainan ini biasanya dialami oleh bayi yang memiliki bakat alergi dari orangtuanya. Pada usia kurang dari satu tahun, jenis dermatitis ini paling sering disebabkan karena alergi susu sapi dan produk turunannya. Namun, dapat juga disebabkan oleh berbagai jenis makanan yang dikonsumsi oleh ibunya (jika bayi minum ASI), seperti makanan laut, kacang, telur, dan lain-lain.

Bayi yang merasa gatal akan menggaruk ruam ini, hingga timbul luka dan dapat terinfeksi. Oleh karena itu, selalu gunting pendek kuku bayi atau kenakan sarung tangan kepadanya. Dermatitis atopik tidak menular, namun seringkali kambuh jika anak terpapar oleh pencetusnya. Maka, ada baiknya mengenali dan menghindari pencetus tersebut agar anak terhindar dari kekambuhan. Karena, kelainan ini berpotensi mengganggu tidur dan aktivitas anak karena rasa gatal yang ditimbulkan, juga membatasi jenis makanan yang boleh dikonsumsi oleh anak.

0 Komentar

Belum ada komentar