Sukses

Waspada Keratitis: Gunakan Lensa Kontak dengan Benar!

Berhati-hatilah dalam menggunakan lensa kontak. Salah kaprah, mata Anda bisa meradang bahkan mengalami gangguan penglihatan permanen.

KlikDokter.com - Mungkin belum banyak yang mengenal penyakit keratitis. Namun, pengguna lensa kontak yang pernah merasakan matanya memerah, kabur, dan perih pasti mengenalinya! Ya, keratitis adalah kondisi peradangan pada mata yang cukup berat yang terutama sering terjadi pada pengguna lensa kontak. Tidak tanggung-tanggung, penyakit ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan permanen.

Keratitis adalah kondisi ketika terjadi peradangan pada salah satu bagian dari mata yang disebut dengan kornea. Kornea adalah lapisan jernih dan berbentuk kubah, terletak di bagian terdepan mata (di depan bagian kecoklatan mata) dan memegang peranan yang penting dalam proses penglihatan. Kornea yang normal memungkinkan manusia meneruskan bayangan untuk dicerna otak dan melihat bayangan yang jauh maupun dekat.

Keratitis dapat terjadi akibat infeksi kuman maupun akibat imunitas. Kuman yang dapat menyebabkan keratitis berupa bakteri, virus, jamur, dan parasit. Gejala yang ditimbulkannya adalah sebagai berikut:

  • Kemerahan pada mata
  • Nyeri pada mata
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Mata berair terus-menerus
  • Banyak kotoran pada mata
  • Merasa silau
  • Terasa seperti ada yang mengganjal saat berkedip

Jika Anda merasakan gejala-gejala seperti di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter mata untuk mendapatkan penanganan segera. Bila tidak ditangani, infeksi keratitis yang berat bahkan dapat menyebabkan komplikasi serius yang merusak penglihatan.

Halaman berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya keratitis:

1 dari 3 halaman

Waspada Keratitis: Gunakan Lensa Kontak dengan Benar!

Lifebuoy Clini Shield

Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya keratitis:

1. Trauma pada mata

Misalnya saat permukaan mata tergores dan mengalami luka, keratitis tanpa infeksi dapat terjadi. Namun, seringkali goresan yang terjadi ‘memindahkan’ kuman ke mata, misalnya saat tergores daun maka jamur atau bakteri dapat mencapai mata. Ditambah lagi terkadang kita tanpa sadar sering mengucek mata, sehingga dapat menambah kerusakan yang terjadi

2. Penggunaan lensa kontak yang tidak tepat

Bakteri, jamur dan parasit (khususnya parasit jenis akantamuba) dapat mendiami permukaan dari sebuah lensa kontak dan mengkontaminasi kornea karena tetap digunakan. Hal ini biasanya terjadi pada seseorang yang tidak menjaga kebersihan lensa kontaknya, maupun menggunakan lensa kontak tidak sesuai anjuran lama pemakaian

3. Air yang terkontaminasi

Bila awalnya kornea telah mengalami iritasi ringan (misalnya akibat bahan kimia pada kolam renang), maka telah terdapat ‘pintu masuk’ bagi bakteri, jamur, dan parasit yang berada di air yang terkontaminasi tersebut (terutama kolam renang, air sungai, danau, dan lain-lain)

4. Sedang mengalami penyakit lain

Penyakit keratitis juga bisa menjadi salah satu gejala dari infeksi penyakit lain. Misalnya infeksi akibat virus herpes simpleks -- herpes zoster juga menyebabkan gejala berupa terjadinya keratitis

Sampainya kuman ke mata tidak berarti selalu akan diikuti oleh terjadinya keratitis. Kornea mata menjadi lemah terhadap serangan kuman bila sebelumnya telah ada iritasi atau kerusakan yang mendahului. Misalnya, kerusakan kornea yang diawali oleh tergoresnya mata oleh suatu benda maupun oleh penggunaan lensa kontak yang terlalu lama.

Pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan bila mengalami gejala-gejala seperti di atas adalah dengan mengistirahatkan mata dan melindungi mata agar tidak terdapat pertambahan debu atau kotoran (misalnya menggunakan kacamata temporer). Bila terdapat banyak kotoran mata yang menyulitkan Anda untuk membuka mata, Anda bisa menyekanya dengan kapas lembut yang dibasahi air bersih. Jangan lupa, cucilah tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum membersihkan kotoran berlebihan ini. Yang terpenting, jangan kucek mata Anda! Kemudian, segeralah mengunjungi dokter mata untuk mendapatkan penanganan berikutnya.

Bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada mengobati apalagi mengingat komplikasinya yang bisa meninggalkan gangguan permanen. Halaman berikut ini dapat menjadi pedoman bagi Anda:

2 dari 3 halaman

Waspada Keratitis: Gunakan Lensa Kontak dengan Benar!

Lifebuoy Clini Shield

Cara Antisipasi Keratitis:

1. Jangan sampai terjadi goresan atau kerusakan pada kornea mata

Selalu gunakan pelindung mata saat bekerja dengan benda apapun yang memiliki kemungkinan terpelanting atau menggores ke mata, saat berkendara sepeda/motor, menggunakan kacamata renang, dan sebagainya. Kerusakan awal ini menjadi akses masuk bagi kuman yang menyebabkan keratitis

2. Praktikkan penggunaan lensa kontak yang baik dan benar

Setiap sebelum memasang dan melepaskan lensa kontak, pastikan kebersihan dengan mencuci tangan Anda menggunakan sabun dengan teknik yang tepat. Gunakan cairan khusus (jangan gunakan air keran) yang tidak kedaluwarsa untuk mencuci lensa kontak. Bila lensa kontak Anda hanya untuk dipakai 1 hari, maka jangan perpanjang pemakaiannya. Jangan lupa melepaskan lensa kontak sebelum Anda tidur, mandi, renang, dan lain-lain

3. Selalu mencuci tangan dan menghindari mengucek mata

Saat terasa ada benda asing di mata, kedip-kedipkan mata atau bila perlu bilaslah dengan air yang bersih. Jangan kucek mata Anda, sebab hal tersebut dapat menambah trauma dan meningkatkan peradangan yang terjadi, serta menambah kuman bila Anda tidak rajin mencuci tangan.

Keratitis yang ringan hingga yang sedang, dapat ditangani hingga sembuh dan tidak menghilangkan gejala sisa. Dengan mengikuti pedoman di atas, diharapkan Anda dapat mengurangi risiko terkena keratitis, khususnya bagi pengguna lensa kontak.

0 Komentar

Belum ada komentar