Sukses

Bagaimana Merawat Bayi Baru Lahir dengan Benar

Siapa pun yang baru saja memiliki bayi pasti mengalami kebingungan mengenai perawatannya. Bagaimana cara menghentikan tangisnya, bagaimana cara memandikannya, dan seterusnya. Simak penjelasan dr. Atika di sini untuk meringankan beban Anda.

KlikDokter.com - Selamat bagi Anda yang baru saja memiliki bayi! Namun, apakah Anda merasa bingung bagaimana sebaiknya merawat bayi Anda? Hal ini sangat wajar dirasakan oleh orangtua baru. Bayi tampak begitu ‘rapuh’ dan tentunya membutuhkan perawatan yang ekstra hati-hati dari orangtuanya. Jangan panik dulu, penjelasan berikut ini bisa menjadi panduan bagi Anda.

Bayi yang berusia 0 sampai 28 hari pertama disebut dengan istilah neonatus (berasal dari kata neo= baru, natus/natal= lahir). Saat baru lahir ke dunia, bayi harus mulai membiasakan diri dengan lingkungan sekitarnya yang tentu sangat berbeda dengan ‘dunianya’ pada saat dalam kandungan ibu. Dalam proses pembiasaan diri tersebut, bayi menghadapi beberapa hal ini:

  1. Sistem pertahanan tubuh (imunitas) yang belum berkembang sempurna
  2. Organ-organ tubuh yang sedang berkembang, yang sebelumnya tidak aktif maupun hanya sedikit aktif
  3. Pematangan berbagai jaringan vital dalam tubuh
  4. Tulang belulang yang masih lunak

Seiring berjalannya waktu, bayi akan terus tumbuh dan mengalami penyempurnaan dalam semua hal di atas. Oleh sebab itu, ketahuilah cara untuk memaksimalkan perawatan bayi Anda berikut ini di halaman selanjutnya:

1 dari 2 halaman

Bagaimana Merawat Bayi Baru Lahir dengan Benar

Lifebuoy Clini Shield

Cara untuk Memaksimalkan Perawatan Bayi:

1. Memberikan ASI Eksklusif

ASI menjadi makanan terbaik bagi bayi, dengan kelengkapan gizi yang sempurna ditambah kandungan imunitas untuk melawan berbagai penyakit. Lewat ASI, ibu mentransfer daya tahan terhadap kuman dari tubuhnya kepada bayi. Dalam kondisi terpaksa di mana ibu tidak bisa memberikan ASI, maka cukupilah kebutuhan bayi dengan susu formula yang disiapkan dengan baik

2. Menjaga Minuman Bayi dari Kuman

Ibu dari bayi yang disusui secara eksklusif maupun yang terpaksa menggunakan susu formula, wajib untuk selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan. Contohnya, saat memeras ASI untuk disimpan ataupun sebelum mempersiapkan susu formula, cucilah tangan Anda agar kuman yang ada di tangan tidak masuk ke dalam minuman bayi. Hal ini terutama terkait dengan susu formula. Dalam petunjuk WHO (World Health Organization) mengenai petunjuk penggunaan susu formula, dengan jelas disebutkan bahwa langkah awal sebelum mempersiapkannya adalah mencuci tangan dengan sabun dan air, serta dikeringkan dengan handuk sekali pakai

3. Bersihkan Peralatan Bayi dengan Seksama

Botol minum bayi harus melalui tahapan sterilisasi (menghilangkan kuman) sebelum digunakan kembali, misalnya dengan cara perebusan. Mencuci botol tersebut dengan sabun tidaklah cukup.  Sisa susu yang sering tertinggal dalam botol dalam jangka waktu cukup lama (> 2 jam) sudah menjadi tempat perkembangbiakan kuman, oleh sebab itu harus dibuang dan botol harus disterilkan. Jangan tambah kembali dengan susu baru dan digunakan berulang sebelum disterilkan

4. Jangan Menambahkan MPASI Sebelum Waktunya

Bayi Anda cukup hanya diberi ASI. Bila bayi diberikan makanan padat terlalu cepat (sebelum 6 bulan) dikhawatirkan dapat terjadi penyumbatan di usus bayi akibat saluran cerna bayi yang belum siap untuk makanan padat

5. Jangan Takut Memandikan Bayi

Meskipun bayi terlihat tidak berkeringat maupun tidak tercium bau, bukan berarti bayi tidak membutuhkan mandi. Mandikan bayi dengan air yang cukup hangat, menggunakan sabun bayi yang lembut, dengan pemijatan dan pembersihan terutama bagian lipatan tubuh bayi. Lipatan tubuh bayi baru lahir cukup banyak, dan seringkali terlewatkan saat mandi. Mandi juga dapat menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan bagi bayi. Tali pusat bayi lama kelamaan akan terlepas sendiri, yang terpenting Anda mengawasi tidak ada kemunculan tanda-tanda infeksi tali pusat (berbau, bernanah, serta muncul warna kehijauan)

6. Berikan Perhatian yang Cukup

Dengan buaian serta perlekatan bayi pada dada ibu selama menyusui, bayi akan memperoleh kenyamanan dan diyakini dapat terbentuk kontak psikologis antara ibu dan bayi. Jagalah bayi agar jangan sampai terjatuh maupun terbentur, sebab tulangnya yang masih lunak memungkinkan terjadinya perubahan bentuk (deformitas) yang dapat menetap hingga dewasa. Selain itu, sejak usia 1 bulan pertama ibu dapat mulai melakukan berbagai stimulasi untuk membantu perkembangan otaknya

Demikianlah beberapa kiat yang tidak boleh dilupakan oleh para ibu yang sedang merawat bayi yang baru lahir. Dengan perawatan dan penjagaan kesehatan yang baik sejak usia 1 bulan pertama, diyakini anak dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

0 Komentar

Belum ada komentar