Sukses

Apa Dampak Jika Mengabaikan Penyakit Maag?

Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit maag bisa menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Lantas, apa saja yang harus diwaspadai?

KlikDokter.com - Jangan sepelekan penyakit maag, karena jika tidak ditangani dengan baik, maag bisa mengakibatkan terjadinya perforasi lambung (lambung menjadi bolong). Sakit maag ditandai dengan meningkatnya asam lambung, dan bila dibiarkan hingga kronis akan menyebabkan tukak lambung dan jika dibiarkan lagi maka akan menjadi perforasi gaster (lambung).

Tukak lambung adalah luka pada lapisan dalam dari lambung yang mengakibatkan timbulnya rasa nyeri pada saluran cerna. Sedangkan perforasi gaster adalah bocornya atau bolongnya lambung yang menyebabkan asam lambung atau isi makanan tumpah ke dalam rongga perut, sehingga menyebabkan rasa yang amat sakit dan mendadak.

Penyebab utama dari tukak lambung adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori. Yang lainnya adalah obat anti inflamasi non steroid (OAINS) yang dikonsumsi dalam jangka panjang dan juga merokok. Stres dan konsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan bukan penyebab dari tukak lambung, tetapi dapat memperburuk kondisi tukak lambung yang sudah ada.

Halaman selanjutnya menjelaskan bakteri Helicobacter pylori selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Apa Dampak Jika Mengabaikan Penyakit Maag?

Promag Ahlinya Lambung

Bakteri Helicobacter pylori merupakan bakteri yang mempunyai sifat tahan terhadap asam lambung, dapat hidup dan berkembang biak di air minum dan makanan yang tidak ditangani secara bersih atau tidak dimasak dengan benar. Sebagian besar penderita tukak lambung terinfeksi Helicobacter pylori sejak kanak-kanak, namun gejalanya bisa muncul beberapa puluh tahun kemudian.

Bila dibiarkan, tukak lambung lama-lama akan menjadi perforasi gaster. Gejala dari perforasi gaster, di antaranya nyeri perut mendadak dan sangat hebat pada perut bagian atas (ulu hati), wajah pucat, keringat dingin, demam, muntah (khususnya pada jam-jam pertama setelah kebocoran terjadi). Setelah beberapa jam, gejala biasanya akan berkurang, muntah-muntah berhenti, suhu dan nadi menjadi normal. Pada saat ini adalah waktu yang paling baik untuk dilakukan tindakan segera, berupa operasi atau pembedahan. Oleh karena itu, sebaiknya diagnosis harus dilakukan dengan cepat dan benar.

Setelah lebih dari 12 jam kebocoran lambung terjadi, gejala biasanya akan memburuk dengan cepat dan bisa menyebabkan peritonitis (peradangan hebat pada rongga perut) dan juga sepsis (infeksi hebat dikarenakan racun sudah menyebar ke seluruh tubuh) akibat kontaminasi rongga perut oleh asam lambung dan isi lambung lainnya – yang berupa sisa makanan dan enzim-enzim pencernaan.

0 Komentar

Belum ada komentar