Sukses

Bolehkah Penderita Anemia Berpuasa?

Banyak penderita anemia yang merasa khawatir, jika dengan berpuasa maka kondisi tubuhnya akan semakin menurun. Apakah benar demikian? Simak penjelasan lengkapnya di sini.

KlikDokter.com – Berpuasa diyakini dapat memberikan sejumlah keuntungan untuk kesehatan. Namun, terdapat beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan seseorang tidak dapat berpuasa dan jika ingin berpuasa, maka membutuhkan perhatian yang lebih.

Salah satu kondisi medis yang membutuhkan perhatian lebih saat bulan puasa adalah anemia. Anemia atau yang dikenal masyarakat awam sebagai kurang darah merupakan suatu kondisi ketika jumlah sel darah merah sehat di dalam tubuh tidak mencukupi, sehingga hantaran oksigen dan nutrisi ke jaringan pun menjadi terhambat.

Gejala yang dapat ditimbulkan anemia antara lain seperti lemah, lesu, pucat, pusing, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, jantung berdebar, dan sesak napas.

Penderita anemia yang berpuasa sering kali kurang memperhatikan jenis asupan makanan yang dikonsumsinya, padahal hal tersebut sangat penting, karena penderita anemia tidak boleh kekurangan gizi yang baik terutama zat besi. Bila penderita anemia tidak memperhatikan asupan makanannya, ditakutkan anemia yang terjadi akan bertambah berat.

Boleh tidaknya seseorang yang mengalami anemia untuk berpuasa tergantung pada beratnya anemia. Bila saat ini sedang mengalami anemia berat yang membutuhkan transfusi darah, maka akan sulit untuk menjalankan puasa. Namun, bila anemia yang dialami tidak cukup berat dan dokter yang menangani Anda mengizinkan Anda berpuasa, maka perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini di halaman berikutnya selengkapnya:

1 dari 2 halaman

Bolehkah Penderita Anemia Berpuasa?

Sakatonik Liver

Bila anemia yang dialami tidak cukup berat dan dokter yang menangani Anda mengizinkan Anda berpuasa, maka perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Pastikan untuk selalu sahur dan berbuka puasa pada waktu yang tepat setiap harinya.
  • Saat puasa, kadar gula darah di dalam tubuh akan berkurang sehingga akan terasa lemas. Pada penderita anemia, lemas dan lesu dapat lebih terasa. Oleh karena itu, usahakan untuk berbuka dengan makanan dan minuman yang manis terlebih dahulu untuk mengembalikan kadar gula darah.
  • Banyak konsumsi makanan yang mengandung zat besi saat sahur maupun berbuka. Mengapa? Karena zat besi merupakan salah satu komponen penting dalam pembentukan sel darah merah. Makanan yang mengandung zat besi antara lain daging merah, hati, kuning telur, kacang-kacangan, dan sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan lain sebagainya.
  • Makan makanan tinggi kalsium seperti ikan teri dan susu.
  • Konsumsi makanan yang mengandung vitamin C seperti jeruk, mangga, stroberi, dan sayuran seperti bayam, brokoli, kubis, dan wortel. Vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi.
  • Kurangi asupan minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh hitam, dan minuman bersoda karena dapat mengganggu penyerapan zat besi.
  • Bila diperlukan, konsumsilah suplemen penambah darah yang mengandung zat besi dan vitamin B seperti asam folat sesuai dengan anjuran dokter.
  • Beristirahatlah yang cukup.

Kunci utama agar sukses menjalani puasa saat bulan Ramadan bagi penderita anemia adalah dengan menjalani pola makan sehat, beristirahat yang cukup, dan menghindari makanan dan minuman yang mengganggu kesehatan, terutama yang mengganggu penyerapan zat besi. Pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjalani puasa. Jangan sampai setelah sebulan penuh berpuasa, kondisi badan malah tambah lesu hanya karena pemilihan makanan dan minuman yang kurang tepat.

1 Komentar