Sukses

Waspadai Perdarahan di Dalam Otak!

Jangan anggap sepele sakit kepala dan muntah yang terjadi setelah benturan pada kepala.

KlikDokter.com - Ada banyak hal yang dapat menyebabkan benturan pada kepala – baik yang ringan maupun berat – seperti kecelakaan kendaraan bermotor, kecelakaan saat berolahraga, terjatuh, berkelahi, dan lain-lain.

Pada umumnya, benturan ringan yang diterima oleh orang dewasa tidak mengakibatkan hal yang serius. Biasanya hanya meninggalkan rasa nyeri atau sedikit bengkak atau benjol pada kepala.

Namun demikian, orangtua ataupun mereka yang mengonsumsi obat pengencer darah (seperti aspirin, warfarin, dan lain-lain) harus lebih berhati-hati, karena benturan ringan pada kepala dapat menyebabkan perdarahan di dalam otak. Meskipun tidak terdapat lecet, luka, atau pun memar di luar, belum tentu tidak terjadi perdarahan pada organ dalam.

Ada dua jenis perdarahan otak yang dapat terjadi akibat benturan kepala, yaitu perdarahan subdural dan epidural. Halaman berikutnya penjelasan selengkapnya:

1 dari 4 halaman

Waspadai Perdarahan di Dalam Otak!

Neuralgin Rhema

Perdarahan Subdural

Waspadai Perdarahan di Dalam Otak!

Perdarahan ini terjadi akibat perobekan pembuluh darah vena. Karena tekanan dalam pembuluh vena tidak terlalu tinggi, pada umumnya perdarahan yang terjadi timbul sedikit-demi sedikit. Darah yang menumpuk lama-kelamaan akan menekan otak, sehingga timbul berbagai gejala seperti sakit kepala, mual, muntah, pandangan kabur atau ganda, lemas, kejang, hingga penurunan kesadaran.

Terdapat tiga jenis perdarahan subdural, yaitu:

  1. Akut. Tipe ini adalah yang paling berbahaya, karena yang mengalami perobekan adalah pembuluh vena besar. Hal ini mengakibatkan perdarahan yang banyak dan cepat, sehingga tanda dan gejala dapat diketahui segera.
  2. Subakut. Karena mengenai pembuluh vena sedang, perdarahan timbul perlahan-lahan, sehingga umumnya gejala baru timbul setelah beberapa hari sejak benturan kepala.
  3. Kronis. Biasanya diakibatkan oleh benturan kepala yang ringan – dan sering kali bahkan tidak disadari – yang menyebabkan perdarahan lambat, sehingga tanda dan gejala baru terlihat beberapa minggu setelah kecelakaan.

Apa pun jenis perdarahannya, semuanya harus mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin untuk mencegah kerusakan otak lebih lanjut.

Lalu bagaimana dengan perdarahan epidural? Halaman selanjutnya penjelasan selengkapnya.

2 dari 4 halaman

Waspadai Perdarahan di Dalam Otak!

Neuralgin Rhema

Perdarahan Epidural

Waspadai Perdarahan di Dalam Otak!

Jenis perdarahan ini biasanya lebih serius dan menimbulkan akibat yang lebih fatal daripada perdarahan subdural, karena pembuluh darah yang robek adalah arteri. Arteri memiliki tekanan pembuluh darah yang lebih besar, sehingga perdarahan yang banyak dapat terjadi dengan cepat. Selain kekurangan darah, hal yang lebih ditakutkan adalah tertekannya jaringan otak oleh massa darah yang banyak. Jika tidak cepat ditangani, hal ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen, bahkan kematian.

Pada sebagian besar orang, setelah kecelakaan umumnya mereka sempat sadar seperti tidak terjadi apa-apa. Namun ketika perdarahan semakin banyak dan menekan otak, perlahan-lahan kesadaran akan mulai menurun.

Lalu bagaimana dengan penanganannya? Halaman berikut penjelasan selengkapnya.

3 dari 4 halaman

Waspadai Perdarahan di Dalam Otak!

Neuralgin Rhema

Penanganan

Jika demikian, bagaimana cara memastikan ada tidaknya perdarahan dalam otak pasca benturan kepala? Anda dapat memeriksakan diri ke dokter. Jika diperlukan, dokter akan meminta agar dilakukan CT scan untuk memeriksa apakah terdapat perdarahan atau kelainan lain di dalam otak. Jika CT scan tidak tersedia, MRI kepala juga dapat dilakukan.

Jika terdapat gumpalan darah yang kecil dan tidak memberikan gejala yang signifikan, obat-obatan dan tirah baring saja sudah cukup untuk menanganinya. Namun untuk perdarahan yang berat dan membahayakan nyawa, operasi diperlukan untuk mengeluarkan gumpalan darah tersebut.

Setelah selesai operasi, dokter akan memberikan beberapa obat untuk membantu penyembuhan ataupun mencegah kejang yang dapat terjadi setelah perdarahan otak. Penyembuhan pasca operasi bagi tiap orang berbeda-beda, tergantung dari kondisi awal tubuh, usia, beratnya perdarahan, dan penyakit penyerta. Pada umumnya, sebagian besar orang dewasa sudah merasakan kesembuhan dan keadaan tubuh yang lebih baik dalam enam bulan, meskipun kesembuhan total umumnya baru diperoleh setelah dua tahun. 

0 Komentar

Belum ada komentar