Sukses

Awas, Migrain Bisa Pengaruhi Kehidupan Seksual Anda!

Hubungan intim antara suami-istri merupakan bumbu penyedap dalam kehidupan berumah tangga. Namun, apa jadinya jika hal tersebut diganggu oleh migrain?

KlikDokter.com - Migrain – layaknya penyakit lain yang kronis dan sering kambuh – dapat mengganggu hubungan suami istri. Mengapa demikian?

Pada umumnya orang yang menderita migrain akan menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, suara, bahkan sentuhan. Jika sakit kepala sudah menyerang, tentunya beristirahat di tempat yang sunyi dan gelap akan menjadi pilihan. Boro-boro berhubungan seksual, disentuh oleh pasangan saja rasanya tidak nyaman. Jika hal ini berlangsung terus-menerus, tidak hanya  hubungan suami-istri saja yang dapat tercederai, melainkan hubungan dengan keluarga lainnya, teman, dan rekan kerja.

Bagaimana cara mengatasinya? Halaman berikut penjelasan selengkapnya.

1 dari 3 halaman

Awas, Migrain Bisa Pengaruhi Kehidupan Seksual Anda!

Neuralgin Rhema

Anda harus mengenali pencetus migrain yang Anda alami. Apakah itu makanan, bau-bauan, perubahan tekanan udara, kurang tidur, menstruasi, dan lain-lain. Dengan mengenali pencetus tersebut, Anda dapat mencegah terjadinya migrain, yang nantinya akan memberi dampak positif terhadap kehidupan seksual Anda.

Sebagian besar orang yang memiliki migrain adalah wanita, dan setengah di antaranya dipicu oleh perubahan hormonal, yaitu saat menstruasi dan hamil. Saat wanita menstruasi, hormon estrogen dan progesteron sedang berada dalam level terendahnya. Karena sudah terprediksi, wanita yang diserang migrain setiap kali menstruasi dapat merencanakan kehidupan seksualnya dengan lebih baik. Namun ada kalanya migrain tetap dapat menyerang di tengah-tengah siklus. Hal inilah yang perlu lebih dicermati dan memerlukan penanganan khusus.

Mengenai kehamilan, para wanita memiliki pengalaman yang berbeda satu sama lain. Ada yang pertama kali mendapat migrain saat hamil, ada pula yang migrainnya memberat ketika mengandung. Namun, justru sebagian wanita mengaku bahwa migrainnya mereda ketika sedang berbadan dua. Wanita yang migrainnya dipicu oleh hormon ini umumnya akan membaik setelah mengalami menopause.

Lalu, jika sedang pusing, katanya dengan orgasme bisa mengurangi pusing? Halaman berikut penjelasan singkatnya.

2 dari 3 halaman

Awas, Migrain Bisa Pengaruhi Kehidupan Seksual Anda!

Neuralgin Rhema

Berkaitan dengan hubungan seksual langsung, terjadinya migrain pun berbeda-beda pada tiap orang. Ada yang merasa migrainnya berkurang jika meraih orgasme. Namun ada pula yang justru mulai mengalami migrain saat melakukan aktivitas seksual – dari foreplay, klimaks, bahkan masturbasi. Migrain saat beraktivitas seksual ini umumnya didertai oleh mereka yang berusia 20 sampai 40 tahun. Diduga, kombinasi aktivitas fisik, emosi, kontraksi otot, dan perubahan tekanan darahlah yang berperan mencetuskan migrain dalam hal ini.

Untuk mengatasi masalah ini, dibutuhkan komunikasi dan pengertian antar pasangan suami istri. Suami yang istrinya mengalami migrain dapat memberikan dukungan dengan mengantarnya berkonsultasi ke dokter, serta turut terlibat dalam rencana terapinya. Istri yang memiliki migrain pun disarankan agar tidak segan menceritakan keluh kesahnya secara terbuka kepada suami.

Menjalani pola hidup sehat akan sangat membantu penderita migrain, seperti pola makan yang sehat (menghindari makanan dan minuman yang dapat mencetuskan migrain), olahraga teratur, dan tidur cukup. Jika perlu, dokter dapat meresepkan obat pereda dan pengontrol migrain agar sakit kepala berdenyut itu jauh dari kehidupan Anda.

0 Komentar

Belum ada komentar