Sukses

Cukupkah Membersihkan Tangan Hanya dengan Air?

Cuci tangan dengan sabun dianggap sebagai cara terbaik untuk membersihkan tangan dari kuman. Namun, seberapa besar perbedaannya dari cuci tangan dengan air saja?

KlikDokter.com – Ketika sedang terburu-buru, membersihkan tangan menggunakan sabun terasa menghabiskan begitu banyak waktu. Tentunya lebih praktis membasuh tangan menggunakan air. Seberapa besar kuman yang masih tertinggal bila kita hanya membersihkan tubuh dengan air?

Mencuci tangan diketahui efektif untuk mencegah penularan berbagai kuman penyakit, salah satunya kuman penyabab diare. Cuci tangan dengan sabun memang sudah digaungkan sebagai cara terbaik membersihkan tangan dari kuman. Namun, seberapa besar perbedaannya dengan cuci tangan dengan air saja?

Dari sebuah penelitian oleh Burton M dkk, sebanyak 20 relawan mengontaminasi tangan mereka dengan sengaja lewat menyentuh pegangan pintu dan pegangan pejalan kaki di area publik. Mereka kemudian dialokasikan menjadi 3 kelompok, yakni yang mencuci tangan dengan air, mencuci tangan dengan sabun, serta tidak mencuci tangan. Jenis bakteri yang dicari adalah bakteri yang berasal dari feses (kotoran) seperti Enterokokus, Enterobakter, dan lain-lain.

Dari penelitian, bakteri tersebut ditemukan sebanyak 44% dari keseluruhan kuman yang ada di tangan seseorang yang tidak mencuci tangannya sama sekali. Bagi mereka yang membasuh tangan dengan air, kuman berkurang hingga tersisa 23%. Pencucian tangan dengan sabun dan air mengurangi jumlah bakteri paling banyak, hingga hanya tertinggal sebanyak 8%. Bisa dikatakan, kuman yang berkurang setelah mencuci tangan dengan sabun yaitu hampir 3x lipat dari mencuci tangan dengan air saja, dan mengurangi kuman sebanyak hampir 6x lipat dibandingkan tidak mencuci tangan sama sekali.

Selain itu dari penelitian yang sama, terungkap fakta lainnya. Halaman selanjutnya selengkapnya. 

1 dari 2 halaman

Cukupkah Membersihkan Tangan Hanya dengan Air?

Lifebuoy Clini Shield

Cukupkah Membersihkan Tangan Hanya dengan Air?Masih dari penelitian yang sama, diperoleh hasil bahwa pada seluruh jenis bakteri yang berasal dari feses yang ditemukan di tangan, semua jenisnya berkurang lebih signifikan pada praktik mencuci tangan dengan sabun dan air, bila dibandingkan dengan air saja. Bakteri-bakteri yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Enterokokus, Enterobakter amnigenus, Enterobakter cloacae, Shigella, Klebsiella, E. coli, dan Pantoea.

Bagaimana dengan sabun antiseptik? Penelitian Greenfield YJ dkk menguji perbandingan antara sabun antiseptik dan sabun yang biasa (non-antiseptik), dan diperoleh hasil bahwa sabun antiseptik ini lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan kuman. Namun, penelitian-penelitian lain menunjukkan bahwa sabun non-antiseptik memiliki efektivitas yang sama besarnya dengan sabun antiseptik. Oleh sebab itu, masih dibutuhkan lebih banyak penelitian valid lainnya sebelum kita bisa mencapai kesimpulan yang pasti mengenai peranannya.

Mencuci tangan dengan air dan sabun mengurangi kuman secara substansial. Pengurangan jumlah kuman yaitu sebesar tiga kali lipat dari praktik pembersihan dengan menggunakan air saja mengingatkan kita untuk berinvestasi waktu, menyempatkan diri mencuci tangan menggunakan sabun antibakteri. Sedikit waktu yang ditambahkan untuk membersihkan tangan lebih saksama menggunakan sabun, menjanjikan kesehatan yang lebih besar untuk diri kita.

0 Komentar

Belum ada komentar