Sukses

Fenomena Flu Burung dan Flu Babi: Mengapa Terdapat Perpindahan Kuman Hewan Menjadi Kuman Manusia?

Kuman yang tadinya berasal dari hewan, ternyata bisa menginfeksi manusia. Mengapa hal ini bisa terjadi

KlikDokter.com - Masih jelas di ingatan masa-masa ketika flu burung dan flu babi mewabah. Tidak hanya menyebabkan penurunan ketertarikan orang-orang untuk mengonsumsi kedua hewan ternak ini, wabah ini juga mengakibatkan kematian manusia yang jumlahnya tidak sedikit. Kuman yang tadinya berasal dari hewan, ternyata bisa menginfeksi manusia. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Penyakit infeksius (penyakit yang disebabkan oleh kuman seperti bakteri, virus, jamur, dsb) yang bisa ditularkan antara manusia dan hewan domestik maupun hewan liar disebut Zoonosis. Sebuah penelitian oleh Cleaveland dkk mengidentifikasi 1.415 spesies yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia (217 virus, 538 bakteri, 307 jamur, 66 parasit dan 287 cacing). Dari semuanya, 868 (61%) diklasifikasikan sebagai kuman yang berasal dari hewan. Sungguh angka yang tidak sedikit.

Tahukah Anda, kuman penyebab infeksi yang muncul tiba-tiba dan memberikan ancaman kesehatan manusia di seluruh dunia berikut ini awalnya merupakan kuman yang diketahui menyerang hewan (zoonotik):

  1.  Human Immunodeficiency Virus (HIV), penyebab penyakit penurunan imunitas tubuh hingga akhirnya terjadi Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS)
  2. Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)
  3. Beberapa virus influenza tipe A penyebab flu burung (subtipe H5N1) dan flu babi (subtipe H1N1)

Fakta mengejutkan ini tidak hanya sampai di situ. Selengkapnya di halaman selanjutnya.

1 dari 2 halaman

Fenomena Flu Burung dan Flu Babi: Mengapa Terdapat Perpindahan Kuman Hewan Menjadi Kuman Manusia?

Lifebuoy Clini Shield

Fenomena Flu Burung dan Flu Babi:  Mengapa Terdapat Perpindahan Kuman Hewan Menjadi Kuman Manusia?Ilmuwan menemukan bahwa kuman-kuman di atas hanya memiliki sedikit kesamaan dengan agen-agen penyebab penyakit lain yang berasal dari hewan. Hal ini mengarahkan pada kemungkinan bahwa agen penyebab penyakit yang ‘baru’ ini hanya melalui tahap infeksi pada hewan secara singkat, sebelum akhirnya beradaptasi pada manusia dan menjadikan manusia sebagai tempat infeksi utamanya.

Evolusi yang berlangsung pada kuman, hingga akhirnya terjadi penularan dari manusia ke manusia lain bergantung dari susunan tubuh kuman tersebut, namun bisa saja terpicu atau difasilitasi oleh faktor eksternal. Misalnya adalah ‘pengenalan’ mereka terhadap manusia. Perubahan cara bertani memiliki peran yang dominan dalam menentukan kondisi yang menyebabkan kuman berevolusi, menyebar, hingga akhirnya memasuki populasi manusia. Contohnya pembukaan lahan mengubah pola migrasi burung dan hewan liar lainnya, dan bakteri yang tadinya menginfeksi hewan tersebut kehilangan ‘tempat infeksi’ mereka dan belajar bertahan dengan menginfeksi makhluk lainnya.

Slingenbergh J dkk menyatakan bahwa kontak manusia dengan hewan hidup/ bahan mentah dari hewan yang meningkat juga mempengaruhi terjadinya hal ini. Jangan lupa, dalam memproses hewan sebagai sumber makanan, khususnya bila terlibat dalam bahan-bahan mentah yang berasal dari hewan, pastikan kebersihan tangan sesudahnya dengan mencuci tangan dengan sabun.

Suatu ‘penghubung’ yang masih belum dapat dipastikan adalah bagaimana kuman penyebab penyakit yang saat ini masih hanya terdapat pada hewan liar maupun hewan peliharaan dapat berevolusi dan berkembang menjadi penginfeksi manusia sebagai respon atas perubahan lingkungan yang signifikan. Hal ini masih membutuhkan lebih banyak penelitian. Masih sangat mungkin bahwa pandemi penyakit baru akan terjadi di masa yang akan datang. 

0 Komentar

Belum ada komentar