Sukses

Napas Si Kecil yang Baru Lahir Berbunyi?

Pernahkah Anda mendengar napas bayi yang baru lahir berbunyi “grok-grok”? Apakah itu berbahaya? Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Afrin Semprot Hidung

KlikDokter.com - Sering dijumpai bunyi napas bayi terdengar “grok-grok” yang dapat menjadi keluhan bagi orangtua. Suara tersebut adalah normal terjadi pada bayi baru lahir, namun tak jarang pula menunjukkan adanya suatu gangguan pada saluran napas yang membutuhkan perhatian lebih.

Dinding saluran napas dalam keadaan normal menghasilkan cairan lendir. Lendir tersebut berfungsi untuk memerangkap zat asing yang terbawa dalam udara yang dihirup. Kemudian lendir akan dibawa keluar oleh suatu bersihan mukosiliar yang berperan sebagai petugas kebersihan saluran napas. Lendir kemudian akan sampai di tenggorokan dan secara tidak sengaja tertelan, tanpa kita sadari.

Pada bayi baru lahir, bersihan mukosiliar belum berfungsi secara sempurna sehingga menyebabkan banyaknya lendir yang tersisa di dalam saluran napas yang akhirnya menimbulkan suara “grok-grok”. Nah, pada bayi yang keluarganya memiliki riwayat alergi atau kecenderungan timbul alergi, maka produksi lendir di saluran napas dapat meningkat. Maka, suara “grok-grok” akan semakin terdengar kencang dibandingkan dengan bayi tanpa riwayat keluarga alergi atau yang tidak memiliki kecenderungan alergi.

Sebetulnya hal itu tidaklah berbahaya, namun ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

1 dari 2 halaman

Napas Si Kecil yang Baru Lahir Berbunyi?

Afrin Semprot Hidung

Hal ini tidak berbahaya, namun yang perlu dilakukan adalah:

  1. Mencari penyebab alergi atau hal-hal yang dapat memperparah keluhan “grok-grok” pada bayi, dan bila sudah didapatkan pencetusnya maka sebaiknya dihindari. Hal-hal yang dapat membuat produksi lendir berlebih, di antaranya tungau debu rumah, asap rokok, bulu binatang, dan lain sebagainya.
  2. Perhatikan napas bayi saat ia sedang tenang dan hitung napasnya dalam satu menit. Bila ragu dan khawatir terhadap pernapasan bayi, buatlah video yang dapat ditunjukkan kepada dokter.
  3. Bila terdapat salah satu tanda di bawah ini, segera bawa bayi ke dokter:
  • Laju pernapasan bayi meningkat melebihi 50-60 kali per menit.
  • Peningkatkan usaha untuk bernapas, seperti:
  • Hidung terlihat kembang-kempis.
  • Napas merintih di akhir napasnya.
  • Dada dan leher terlihat naik-turun lebih dalam dan terkadang hingga mencekung (retraksi)
  • Kebiruan pada bibir, lidah, dan ujung jari (sianosis).
  • Gangguan makan atau meminum ASI.
  • Bayi terlihat lemas dan mengantuk terus-menerus.
  • Demam.

Suara “grok-grok” yang hanya terjadi sesekali jarang mengindikasikan adanya gangguan pada pernapasan bayi. Gangguan pernapasan yang mengkhawatirkan biasanya terjadi terus-menerus. Bagaimanapun juga, bila Anda menemukan adanya masalah pada pernapasan bayi, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter.

0 Komentar

Belum ada komentar