Sukses

Gangguan Mual dan Muntah Selama Kehamilan

Banyak wanita hamil yang mengalami mual dan muntah selama kehamilan. Bagaimana menyiasati hal tersebut?

KlikDokter.com – Secara umum, mual dan muntah terjadi pada awal masa kehamilan. Sebanyak 50 %-80% wanita hamil mengalami mual dan 50% wanita hamil mengalami muntah, baik yang mengeluarkan komponen makanan dalam lambung maupun yang tidak mengeluarkan apa-apa. Bahkan pada beberapa wanita hamil, mual dan muntah yang dialami dapat sangat berat dan mengharuskan wanita tersebut mendapat perawatan intensif. Kelainan ini dikenal dalam dunia medis dengan hiperemesis gravidarum.

Sebagian besar wanita hamil merasakan mual dan muntah selama kehamilan sampai dengan usia kehamilan 12 minggu. Namun 20% wanita hamil merasakan keluhan mual dan muntah selama kehamilan sampai dengan usia akhir kehamilan.

Lalu, apa yang terjadi sebenarnya? Mengapa banyak wanita hamil yang mengalami mual dan muntah selama kehamilan? Penyebab dari mual dan muntah pada kehamilan ini dikaitkan dengan peningkatan kadar hormon HCG (human chorionic gonadotropin) dan estrogen. Namun, bagaimana mekanisme kedua hormon tersebut menyebabkan mual dan muntah selama kehamilan belum dapat dijelaskan.

Walaupun mual dan muntah selama kehamilan menyusahkan, kondisi tersebut ternyata menyimpan sejumlah keuntungan. Wanita hamil yang merasakan mual dan muntah selama trimester pertama kehamilan memiliki kemungkinan yang lebih sedikit untuk memiliki bayi prematur, bayi dengan berat lahir rendah, keguguran, dan kematian bayi.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi mual dan muntah selama kehamilan di halaman selanjutnya selengkapnya:

1 dari 2 halaman

Gangguan Mual dan Muntah Selama Kehamilan

Prenagen

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi mual dan muntah selama kehamilan:

  • Konsumsi vitamin B6 dan B12 dapat mengurangi gejala mual.

  • Konsumsi obat dalam kehamilan, terlebih pada trimester pertama kehamilan, sebaiknya dibatasi karena periode ini merupakan periode yang penting untuk pembentukan organ janin.

  • Melakukan terapi alternatif seperti mengonsumsi jahe, kamomil, raspberry, dan daun mint; pijat; akupunktur; relaksasi; dan hipnoterapi untuk mengurangi gejala mual dan muntah.

  • Apabila mual dan muntah sangat parah dan mengganggu, dapat dikurangi dengan konsumsi obat sesuai anjuran dokter Anda.

0 Komentar

Belum ada komentar