Sukses

Merokok Mengurangi Tingkat Kesuburan pada Wanita

Merokok merupakan salah satu kekhawatiran terbesar yang dihadapi dunia kesehatan. Efek buruknya pun beragam dan salah satunya adalah mengurangi tingkat kesuburan pada wanita. Simak penjelasan lengkapnya di sini.

KlikDokter.com - Memiliki keturunan merupakan keinginan hampir setiap pasangan suami istri. Namun tidak semua pasangan memiliki kemudahan dalam mendapatkan keturunan. Menurut data penelitian, sebesar 10-15% pasangan suami istri mengalami keadaan yang dinamakan infertilitas atau kesulitan memiliki keturunan setelah berhubungan seksual secara rutin dalam jangka waktu minimal 1 tahun tanpa menggunakan kontrasepsi. Apa saja yang dapat mempengaruhi kesuburan pasangan suami istri? Berbagai gaya hidup diduga memiliki peran dalam kesuburan, seperti nutrisi, berat badan, stres psikologis, penggunaan obat-obatan, alkohol, kafein, dan rokok.

Sebenarnya apa dampak yang terjadi pada kesuburan wanita yang merokok? Selain bahaya kanker, sistem pernapasan, dan kelainan jantung pembuluh darah, rokok pada seorang wanita juga memberikan dampak yang dapat merugikan kesuburan wanita tersebut. Whitcomb, dkk mengatakan bahwa merokok pada sistem reproduksi dapat menyebabkan antara lain selengkapnya di halaman selanjutnya:

1 dari 2 halaman

Merokok Mengurangi Tingkat Kesuburan pada Wanita

Prenagen

Sebenarnya apa dampak yang terjadi pada kesuburan wanita yang merokok?

  • Siklus menstruasi yang tidak teratur

  • Ukuran folikel sel telur menjadi lebih kecil, sehingga tidak siap dibuahi

  • Menopause dini

  • Pembuahan yang terlambat

Selain itu merokok juga dapat menyebabkan peningkatan risiko nyeri haid dan keguguran ketika kehamilan. Merokok juga mengganggu metabolisme hormon tiroid, di mana gangguan pada hormon tiroid akan mempengaruhi keseimbangan hormon estrogen, progesteron, LH, dan FSH – empat hormon yang sangat penting dalam pengaturan menstruasi seorang wanita.

Bahkan pada penelitian Meeker, dkk mengatakan bahwa pada anak perempuan yang terpapar dengan asap rokok saat kecil, pada saat dewasa akan memiliki risiko keguguran pada kehamilan lebih besar dibanding mereka yang tidak terpapar asap rokok.

Pada zaman dahulu kala, menurut Chomba dkk, prevalensi merokok pada wanita masih sangat rendah yaitu sekitar 9% dibandingkan dengan laki-laki sebesar 50%. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kepercayaan adat dan budaya yang sangat kuat yang mengatakan bahwa wanita sebaiknya tidak merokok.  Seperti di Indonesia sendiri, dahulu wanita merokok masih jarang dijumpai. Namun nampaknya saat ini angka tersebut sudah meningkat pesat. Program pencegahan supaya angka ini tidak meningkat, terus dilakukan secara luas di negara maju dan negara berkembang. Di Indonesia, iklan layanan masyarakat mengenai dampak merokok seringkali dijumpai di media massa maupun elektronik. Namun industri rokok dan penggunanya nampaknya justru semakin meningkat tajam.

0 Komentar

Belum ada komentar