Sukses

Mengetahui Serba-Serbi Obesitas

Telah lama obesitas menjadi stigma buruk di dalam masyakarat. Meski demikian, masih banyak yang belum mengetahui tentang seluk-beluk penyakit ini.

Slim & Fit

KlikDokter.com - Obesitas merupakan suatu kondisi medis di mana terdapat lemak tubuh yang berlebih yang terakumulasi, dan dapat menimbulkan efek negatif pada tubuh yang berujung pada berkurangnya harapan hidup dan/atau meningkatnya masalah kesehatan.

Penilaian obesitas umumnya dilakukan melalui penentuan indeks massa tubuh (BMI= Body Mass Index). Namun dapat juga menggunakan penentuan tebal lemak dalam perut, rasio lingkar pinggang/pinggul, ataupun pengukuran lingkar pinggang. WHO telah menetapkan standar BMI yang diterbitkan pada tahun 2000 yakni:

  • <18.5 adalah normal
  • 18,5-24,99 normal
  • 25-29,99 overweight
  • 30-34,99 obesitas kelas I
  • 35-39,99 obesitas kelas II
  • >40 obesitas kelas III

Cara pengukuran indeks massa tubuh adalah dengan membagi berat badan dengan tinggi badan dikuadratkan.

Bagaimana mengatasi obesitas? Berikut penjelasan selengkapnya.

1 dari 3 halaman

Mengetahui Serba-Serbi Obesitas

Slim & Fit

Bagaimana mengatasi obesitas?

Dengan mengurangi hingga 5% dari berat badan, Anda yang berada dalam risiko tinggi penyakit karena obesitas, dapat merasakan perbedaannya dari segi kesehatan. Penurunan berat badan yang dianjurkan adalah 0,5-1 kg per minggu melalui diet dan olahraga. Untuk menurunkan berat badan, Anda perlu membakar kalori lebih banyak dibandingkan yang Anda konsumsi.  

Sebagai contoh, pria usia 30-49 tahun dengan berat badan 75 kg dengan aktivitas ringan (bekerja di kantor misalnya) sebaiknya hanya mengonsumsi 2200 kalori/hari. Sedangkan wanita dengan berat badan 60 kg dengan usia dan aktivitas yang sama sebaiknya hanya mengonsumsi 1800 kalori/hari. Jika Anda mengurangi 500 kalori dari jumlah kalori harian yang dianjurkan atau membakar 500 kalori lebih banyak dari yang Anda makan, dan Anda melakukannya setiap hari selama seminggu, maka Anda akan dapat menurunkan berat badan hingga 0,5 kg/minggu.

Namun perhatikan juga agar jangan diet terlalu rendah kalori. Diet yang terlalu rendah kalori (<800 kalori/hari) dapat menurunkan metabolisme tubuh dan mempengaruhi kemampuan Anda untuk beraktivitas harian dan berolahraga. Selain itu perhatikan juga agar diet Anda tidak mengandung protein terlalu tinggi. Diet tinggi protein dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam darah Anda dan menyebabkan terjadinya batu ginjal.

Selain itu diet yang tidak tepat juga dapat menyebabkan mual, dehidrasi, gangguan elektrolit, gangguan menstruasi, bahkan osteoporosis dalam jangka waktu panjang.

3 cara mudah untuk mengurangi kalori tanpa mengesampingkan kebutuhan nutrisi, halaman selanjutnya selengkapnya:

2 dari 3 halaman

Mengetahui Serba-Serbi Obesitas

Slim & Fit

3 cara mudah untuk mengurangi kalori tanpa mengesampingkan kebutuhan nutrisi:

  • Pilihlah makanan dengan lemak sedikit: 1gr lemak mengandung 9 kalori, sementara 1 gr protein atau karbohidrat mengandung 4 kalori. Jika Anda makan daging atau sup, singkirkan lemak yang terdapat di dalamnya. Pilihlah makanan yang dibakar dibandingkan yang digoreng.
  • Konsumsilah makanan atau minuman yang rendah gula, karena gula mengandung kalori tanpa adanya nilai nutrisi. Pilihlah air putih dibandingkan sirup dan kurangi gula dalam teh atau kopi Anda.
  • Makan lebih banyak serat. Buah dan sayuran serta gandum dapat membantu pencernaan lebih lancar dan membuat Anda kenyang lebih lama. 

0 Komentar

Belum ada komentar