Sukses

Cara Membaca Hasil Pemeriksaan Kolesterol

Munculnya tidak ada gejal, satu-satunya cara untuk mengetahui seberapa sudah bahaya kadar kolesterol kita adalah pemeriksaan darah. Lalu bagaimana cara membaca hasil pemeriksaan kadar kolesterol? Berikut penjelasan dr. Karin Wiradarma disini.

Klikdokter.com – Lembar hasil laboratorium pemeriksaan kadar kolesterol di dalam darah seringkali membuat bingung. Selain penuh dengan istilah-istilah yang sulit dimengerti, angka-angka yang ada juga kurang awam untuk dipahami.

Sebelum menjelaskan bagaimana cara membaca kadar kolesterol dari hasil pemeriksaan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu latar belakang kolesterol itu sendiri.

Kolesterol, Kawan atau Lawan?

Kolesterol –  atau disebut juga lemak darah – ada  dalam seluruh sel yang ada di tubuh kita. Kolesterol dalam tubuh didapat dari dua sumber, yaitu diproduksi di dalam hati dan didapat dari makanan. Kolesterol ternyata memiliki fungsi yang penting dalam tubuh kita, yaitu membentuk dinding lapisan luar sel dan selubung saraf, serta berfungsi sebagai salah satu bahan dasar dari hormon, vitamin D, dan cairan empedu untuk mencerna lemak.

Karena kolesterol berbahan dasar minyak, ia tidak dapat larut ke dalam darah yang berbahan dasar air, sehingga kolesterol memerlukan protein sebagai kendaraannya. Gabungan dari kolesterol dan protein ini  disebut lipoprotein. Ada beberapa jenis kolesterol dalam tubuh, yaitu :

  • LDL (Low Density Lipoprotein), yang dikenal juga sebagai “kolesterol jahat”. Kadar LDL dalam tubuh yang terlalu tinggi dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.
  • HDL (High Density Lipoprotein), yang dikenal juga sebagai “kolesterol baik”. Kadar HDL yang tinggi bersifat protektif terhadap penyakit yang disebabkan oleh LDL.
  • VLDL (Very Low Density Lipoprotein), komposisinya mirip dengan LDL.
  • Trigliserida, yang terbentuk dari kelebihan kalori, alkohol, atau gula yang dikonsumsi, dan disimpan di dalam sel lemak.

Keempat istilah diatas biasanya ikut muncul di lembar hasil pemeriksaan darah kadar kolesterol. Lalu apa arti angka yang terdapat di samping istilah-istilah tersebut? Halaman berikut penjelasannya:

1 dari 3 halaman

Cara Membaca Hasil Pemeriksaan Kolesterol

Nutrive Benecol

Kadar kolesterol yang tinggi seringkali tidak memberikan gejala apapun, dan hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan darah. Dari hasil lembar pemeriksaan darah untuk kadar kolesterol, keempat istilah HDL, LDL, VLDL dan TGL sering muncul bersama nilai untuk ukuran kadar satuan masing-masing.

Berikut adalah nilai rujukan untuk lemak darah :

Kadar Kolesterol Total

Kategori

< 200

Baik

200-239

Agak Tinggi

>240

Tinggi

 

Kadar LDL

Kategori

<100

Optimal

100-129

Hampir optimal

130-159

Agak Tinggi

160-189

Tinggi

>189

Sangat Tinggi

 

Kadar HDL

Kategori

>60

Baik

<40

Berisiko

 

Kadar Trigliserida

Kategori

<150

Baik

150-199

Agak Tinggi

200-499

Tinggi

>499

Sangat Tinggi

Pemeriksaan tersebut baru dapat dilakukan setelah berpuasa (tidak makan dan minum air atau obat) selama 9-12 jam.

Lalu bagaimana kolesterol bisa tinggi dan membahayakan nyawa? Halaman selanjutnya penjelasan selengkapnya.

2 dari 3 halaman

Cara Membaca Hasil Pemeriksaan Kolesterol

Nutrive Benecol

Kolesterol memang memiliki fungsi yang tak tergantikan bagi tubuh.  Namun jika kadarnya dalam darah meningkat, akan timbul berbagai penyakit yang dapat membahayakan nyawa. Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah disebut juga hiperkolesterolemia atau dislipidemia. Kolesterol jahat (LDL) akan menimbun kolesterol di dinding pembuluh darah arteri, sementara kolesterol baik (HDL) membawa kolesterol kembali ke hati untuk dibuang dari tubuh.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang memiliki kolesterol tinggi– di mana sebenarnya sebagian besar faktor tersebut dapat  dicegah. Berikut faktor-faktor tersebut :

  • Makan makanan yang tinggi lemak trans dan lemak jenuh, seperti daging merah, keju, dll.
  • Keturunan. Ada sebagian orang yang cenderung memiliki kolesterol tinggi karena faktor genetik.
  • Olahraga rutin membantu menurunkan kolesterol, karena dapat meningkatkan kadar HDL. Namun sebaliknya, orang yang jarang berolahraga lebih berisiko menumpuk kolesterol di dalam tubuhnya.
  • Orang yang memiliki berat badan berlebih (obesitas atau indeks massa tubuh lebih dari 30).
  • Merokok merusak dinding pembuluh darah, sehingga lemak dapat lebih mudah menempel di sana.
  • Lingkar pinggang lebih besar dari 102 cm untuk pria dan 89 cm untuk wanita.
  • Kadar gula darah tinggi pada diabetes melitus juga dapat merusak dinding pembuluh darah.
  • Beberapa penyakit juga dapat meningkatkan kolesterol, seperti hipotiroid, sindrom polikistik ovarium, serta penyakit hati dan ginjal.
  • Beberapa obat seperti steroid dan progestin dapat meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik.

0 Komentar

Belum ada komentar