Sukses

Bolehkah Menambahkan Garam Pada MPASI Si Kecil?

Banyak orangtua yang merasa bingung kapan harus memberikan garam ketika anaknya memasuki MPASI. Apa benar garam benar-benar penting dan dibutuhkan untuk anak usia MPASI? Baca fakta medisnya di sini.

KlikDokter.com – Ketika Si Kecil sudah bisa mengonsumsi MPASI, ada pertanyaan yang sering dilontarkan oleh para orangtua: Apakah garam boleh ditambahkan dalam makanannya, terutama pada makanan yang tidak ada rasa? Apakah garam baik untuk sistem pencernaannya?

Sejak dulu garam sering dipakai untuk menambahkan rasa pada makanan anak. Namun sebetulnya, saat anak masih mengonsumsi ASI atau susu formula, maka kebutuhan garam yang dibutuhkan olehnya masih bisa didapat dari ASI dan susu formula. Jadi, anak tidak akan kekurangan sodium sekalipun makanannya tidak diberi garam.

Terlebih lagi, indra perasa bayi perlu mendapat kesempatan untuk mencicipi rasa murni dari makanan, yang tidak dibuat sesuai selera orang dewasa.

Dinyatakan oleh World Action on Salt & Health, bayi membutuhkan garam yang sangat sedikit karena ginjalnya belum berkembang dengan sempurna. Karenanya ia tidak bisa mencerna garam seperti orang dewasa.

Lalu bagaimana dengan MSG? Apakah sebaiknya dibatasi dan dihindari? Halaman berikut penjelasannya:

1 dari 2 halaman

Bolehkah Menambahkan Garam Pada MPASI Si Kecil?

Bayi Sehat Milna

Menambahkan bumbu-bumbu yang mengandung MSG juga sama sekali tidak disarankan. Akan tetapi, saat anak sudah mulai terbiasa dengan makanan pendampingnya, Anda bisa memberi garam hanya sebagai perasa, agar ia bisa mengenal dan membedakan rasa.

Jumlah garam yang diberikan pun harus sedikit (bukan takaran orang dewasa) dan bertujuan hanya untuk mengenalkan rasa terhadap bayi. 

0 Komentar

Belum ada komentar