Sukses

Si Kecil Alergi? Jangan Salah Pilih Makanannya!

Salah satu kekhawatiran para orangtua adalah jika buah hatinya mengalami alergi. Langkah-langkah apa yang perlu dilakukan untuk mencegah dan mengatasinya?

KlikDokter.com - Akhir-akhir ini kemunculan alergi semakin meningkat, terutama pada anak. Berbagai faktor diyakini turut memicu timbulnya alergi, seperti banyaknya polutan di lingkungan sekitar kita, faktor genetik (keturunan), hingga perubahan proses industri makanan seiring kemajuan teknologi.

Jika Si Kecil memiliki alergi, jangan khawatir. Ibu perlu mengetahui dengan baik zat (alergen) apakah yang dapat memicu reaksi alergi agar dapat menghindarinya. Salah satu jenis alergi yang paling sering dialami anak adalah alergi pada jenis makanan tertentu, seperti seafood, telur, kacang-kacangan, dan sebagainya. Namun, alergi makanan yang paling umum ditemukan pada anak dan mempengaruhi 2-3% anak di bawah umur 1 tahun adalah alergi susu sapi.

Alergi susu sapi dapat terlihat tidak lama setelah pengenalan susu sapi yang pertama kalinya. Gejala pada pencernaan dapat berupa kembung, nyeri perut, muntah, diare, diare berdarah, dan kolik. Sementara itu gejala pada saluran pernapasan adalah batuk, sesak napas, asma, hidung meler dan bersin-bersin dengan mata yang berair. Pada kulit dapat timbul bengkak pada mata dan bibir, ruam kemerahan yang gatal (dermatitis atopik), dan kaligata atau biduran.

Dengan adanya alergi, memilih makanan untuk Si Kecil pasti menjadi tidak mudah, terutama bagi Si Kecil yang alergi terhadap lebih dari satu jenis makanan. Namun, Anda dapat memulainya dengan menerapkan kiat di halaman selanjutnya berikut ini:

1 dari 2 halaman

Si Kecil Alergi? Jangan Salah Pilih Makanannya!

Bayi Sehat Milna

Dengan adanya alergi, memilih makanan untuk Si Kecil pasti menjadi tidak mudah, terutama bagi Si Kecil yang alergi terhadap lebih dari satu jenis makanan. Namun, Anda dapat memulainya dengan menerapkan kiat berikut ini:

  1. Tetaplah tenang dan jangan tunjukkan kegusaran Anda di depan Si Kecil. Ia dapat merasakan apabila orangtuanya sedang mengalami stres. Pelajari mengenai alergi makanan, cara mengatasinya, kemudian berikan pemahaman kepada Si Kecil, keluarga, serta lingkungan rumah
  2. Buatlah daftar makanan yang merupakan alergen bagi Si Kecil. Tuliskan juga nama lain dari makanan tersebut yang sering tertera pada label makanan
  3. Hindari jenis makanan yang mengandung alergen bahkan dalam jumlah sedikit, agar tidak timbul reaksi alergi pada Si Kecil
  4. Cari tahu mengenai alternatif makanan lain dengan kandungan nutrisi serupa dengan makanan yang menjadi alergen, supaya kebutuhan nutrisi Si Kecil tetap seimbang
  5. Ketika berbelanja, bacalah label makanan, suplemen, bahkan obat dengan seksama. Perhatikan bahan pembuatannya serta kandungan nutrisi makanan tersebut. Terdapat beberapa jenis bahan makanan dengan nama kimia yang mengandung alergen secara tersembunyi. Lama-kelamaan pengetahuan Anda akan bertambah dan semakin familiar dengan nama-nama tersebut
  6. Berhati-hati terhadap jenis makanan yang berisiko tinggi akan kontaminasi silang, seperti makanan impor dalam kemasan, kacang, permen cokelat, serta roti-rotian. Kontaminasi silang terjadi apabila produsen makanan tersebut menggunakan alat yang sama untuk membuat berbagai jenis makanan. Oleh karena itu, mungkin saja terdapat zat alergen yang tertinggal dari proses pembuatan makanan lain sebelumnya
  7. Berkreasilah dalam memasak makanan untuk Si Kecil. Mulailah dengan memasak menggunakan bahan sederhana yang aman bagi anak, lalu kembangkan menu dengan bahan dasar yang telah dicoba tersebut
  8. Fokuslah pada apa yang dapat dimakan oleh Si Kecil, bukan apa yg tidak dapat dimakan olehnya. Anda akan terbiasa menjadi kreatif dalam memilih dan mengolah makanan untuk Si Kecil
  9. Mencari kelompok atau grup orangtua yang memiliki anak dengan alergi, sehingga Anda dapat saling mendukung, bertukar informasi, dan memperoleh pengetahuan terkini
  10. Jangan sungkan untuk menanyakan kepada produsen makanan apabila Anda ragu mengenai kandungan dari suatu makanan. Untuk makanan kemasan, umumnya tertera nomor kontak khusus pelanggan yang dapat dihubungi. Atau, Anda juga dapat mencari tahu lebih lanjut melalui internet.

Pada awalnya, kebiasaan ini dapat membingungkan. Namun, jika Anda rutin memperkaya diri dengan pengetahuan mengenai alergi dan jenis makanan, Anda akan menjadi lebih percaya diri dan informatif. Menyiapkan makanan bagi Si Kecil pun menjadi pekerjaan yang mudah.

Terlebih lagi, sudah ada bubur bayi lengkap gizi dari bahan pilihan alami (dari protein daging ayam murni/protein soya) untuk menghindari timbulnya gejala alergi pada anak usia < 1 tahun, termasuk alergi susu sapi.

Pilihlah bubur bayi bebas kasein (protein susu) & gluten (protein gandum) sehingga menghindari timbulnya gejala alergi; protein dari daging ayam murni atau protein soya  sehingga mudah dicerna; Zn & Fe  agar bayi terhindar dari anemia; Omega 3 & Omega 6  untuk perkembangan otak; serta Prebiotik FOS  untuk menjaga kesehatan saluran cerna bayi.

0 Komentar

Belum ada komentar