Sukses

Pijat Bayi Bisa Meningkatkan Berat Badan Bayi

Pijat merupakan terapi sentuh tertua dan terpopuler, dan juga bisa dilakukan pada bayi. Salah satu manfaatnya yang dipercaya adalah untuk meningkatkan berat badan. Berikut info selengkapnya bersama dr. Citra Roseno disini.

KlikDokter.com - Pijat bayi banyak dilakukan di berbagai negara dan telah dianjurkan selama beberapa abad untuk meningkatkan perkembangan bayi, baik secara fisik maupun emosional. Pemijatan secara halus dapat menjadi saluran kasih sayang orangtua terhadap buah hati dan diyakini sebagai salah satu cara memperkuat ikatan antara keduanya.

Kapan sebaiknya bayi diberikan pijatan? Pijatan dapat dilakukan segera setelah bayi lahir.  Waktu pemijatan sebaiknya dilakukan ketika bayi sedang tenang, di antara waktu makannya, serta ketika ia nampak sedang siap berinteraksi dan memperhatikan lingkungan sekitarnya.

Namun, perhatikan juga untuk tidak memberikan pijatan setelah makan karena dapat menyebabkan bayi muntah. Tunggu setidaknya 45 menit setelah bayi selesai makan.

Beberapa studi menyebutkan pengaruh pijatan dan kenaikan berat badan bayi, terutama bayi yang lahir prematur. Pemijatan meningkatkan aktivitas vagal (aktivitas persarafan) tubuh, sehingga turut memicu pelepasan hormon yang berperan dalam penyerapan makanan, seperti hormon gastrin dan insulin, dan secara tidak langsung meningkatkan nafsu makan dan berat badan bayi.

Teori lain menyebutkan bahwa pemijatan pada seluruh tubuh dapat meningkatkan sirkulasi darah dan kelenjar getah bening, termasuk ke saluran pencernaan. Hal ini ikut melancarkan sistem pencernaan dan dapat membantu penyerapan nutrien oleh jaringan. Sebagian besar efek ini terjadi pada bayi yang lahir prematur.

Halaman berikut menjelaskan bagaimana sebuah penelitian telah menunjukan bagaimana pijat bayi dapat meningkatkan berat badan bayi.

1 dari 2 halaman

Pijat Bayi Bisa Meningkatkan Berat Badan Bayi

Bayi Sehat Milna

Efek peningkatan berat badan juga didapati pada bayi yang lahir cukup bulan. Sebuah studi di Chile (Serrano et al., 2010) mempelajari bahwa ada efek pijat bayi selama 10-15 menit sehari sejak bayi berusia 15 hari. Pada usia 2 bulan, bayi yang rutin dipijat menunjukkan peningkatan berat badan signifikan dibandingkan dengan bayi yang tidak dipijat.

Menurut jurnal kesehatan anak Indonesia, studi yang dilakukan di Bali (Dewi NN et al., 2011). juga menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan kenaikan berat badan yang signifikan antara bayi lahir cukup bulan yang diberikan stimulasi pijatan, dibandingkan dengan bayi yang tidak menerima pijatan. Pemijatan tersebut dilakukan pada bayi baru lahir selama 15 menit sehari di rumah dalam kurun waktu 4 minggu. Perbedaan kenaikan berat badan terlihat pada usia 4 minggu.

Berikut ini adalah kiat-kiat memijat bayi dengan benar:

  • Pastikan ruangan hangat dan bayi tidak sedang kelaparan atau kelelahan. Ia harus dalam keadaan tenang dan nyaman sebelum memulai pijatan.

  • Siapkan perlengkapan pijat seperti minyak untuk memijat dari baby oil, minyak telon atau minyak nabati lainnya, alas, popok bersih, serta pakaian ganti. 

  • Lepas gelang, cincin, dan potong kuku-kuku jari yang panjang agar tidak menyakiti kulit bayi yang lembut tanpa sengaja.

  • Gelar alas atau handuk lembut di atas permukaan yang datar dan lepaskan pakaian bayi. Anda juga dapat meletakkan bayi di pangkuan. Letakkan bayi dengan posisi telentang saat Anda memijat bagian depan bayi, lalu tengkurap saat memijat bagian belakang.

  • Gosokkan sekitar 1/2 sendok teh minyak pada telapak tangan untuk memudahkan pijatan tangan Anda meluncur di tubuh bayi. Anda dapat menambahkan lebih banyak minyak di tubuh bayi kemudian sesuai kebutuhan.

  • Pijat bayi dengan lembut namun tegas dengan telapak tangan atau jari. Pijatlah dengan ringan secara melingkar di dada dan perut, pijat kedua bahu, turun ke bawah di lengan dan kaki, lalu kembali ke atas pada bagian punggung. Bayi baru lahir bisa menerima pijatan selama dua sampai lima menit, sementara bayi berusia lebih dari dua bulan dapat dipijat lebih lama.

  • Jangan terlalu banyak memberikan tekanan pada tubuh bayi yang rapuh dan hindari daerah tulang belakang.

  • Tenangkan bayi saat dipijat dengan berbicara atau bernyanyi.

  • Lakukan kontak mata dengan bayi, karena akan membuatnya merasa mendapatkan perhatian penuh.

  • Berhenti memijat secara mendadak dapat membuat bayi kaget atau waspada. Karenanya, jika ingin menghentikan pijatan, lakukanlah gerakan yang pelan dan lembut.

  • Jangan mengoleskan minyak pada kepala atau wajah bayi. Jaga agar minyak tidak terkena jemari bayi karena mereka cenderung menempatkan jari di mulut atau mata, sehingga dapat menyebabkan iritasi.

  • Selimuti bayi dengan handuk bersih dan hangat setelah dipijat dan peluklah dia.

  • Hindari memijat ruam, luka atau daerah di mana bayi mendapat suntikan vaksinasinya.

Pijat bayi memberikan banyak manfaat untuk bayi dan orangtua, baik secara psikologis maupun terhadap perkembangan bayi. Karena, sentuhan merupakan bahasa pertama orangtua dan anak yang dapat mempererat tali kasih sayang antara keduanya. Sempatkanlah sedikit waktu untuk memberikan pijatan halus tersebut pada bayi Anda.

0 Komentar

Belum ada komentar