Sukses

Lakukan Ini Bila Anda Pertama Kali Terkena Anemia

Apa saja gejala-gejala dari anemia? Bagaimana jika Anda terkena anemia untuk pertama kali?

KlikDokter.com - Apakah Anda sering pusing, mudah lelah, letih, lesu, pucat, dan mata berkunang-kunang? Jika ya, bisa jadi Anda mengalami anemia. Bila anemia sudah berat maka dapat menimbulkan gejala sesak napas, jantung berdebar hingga pingsan.

Anemia atau kurang darah terjadi akibat berkurangnya jumlah sel darah merah yang sehat. Tujuan pengobatan anemia adalah untuk meningkatkan jumlah oksigen yang dibawa di dalam pembuluh darah. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan jumlah sel darah merah dan/atau kadar hemoglobin di dalam darah. Hemoglobin merupakan protein kaya zat besi yang terdapat di dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Pada pemeriksaan laboratorium darah, seseorang dikatakan anemia bila kadar hemoglobin (Hb) < 13 mg/dl pada pria dan <12 mg/dl pada wanita.

Bagaimana cara menanganinya? Halaman selanjutnya penjelasannya:

1 dari 2 halaman

Lakukan Ini Bila Anda Pertama Kali Terkena Anemia

Sakatonik Liver

  • Bila mengalami gejala-gejala anemia, atau orang-orang mengatakan Anda terlihat pucat, segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang seperti kadar hemoglobin darah untuk mengetahui Anda terkena anemia atau tidak. Bila terbukti anemia, maka dokter akan mencari penyebab dan memberikan pengobatan yang sesuai.
  • Penanganan anemia bergantung dari jenis, penyebab, dan keparahan anemia. Penanganan mencakup perubahan diet, pemberian suplemen, pengobatan hingga tindakan seperti operasi.
  • Anemia yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia adalah anemia akibat kekurangan zat besi dan vitamin B yang berguna untuk memperoduksi sel darah merah. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah yang sehat. Anemia akibat kekurangan zat besi dapat ditangani dengan mengonsumsi makanan dan suplemen kaya zat besi. Anda dapat mengonsumsinya dengan makanan atau minuman yang mengandung vitamin C untuk mempercepat penyerapan zat besi.
  • Bila anemia disebabkan karena kehilangan darah dalam jumlah banyak secara tiba-tiba, maka penanganannya adalah dengan pemberian cairan, transfusi darah, dan oksigen.
  • Anemia yang disebabkan oleh penyakit tertentu, maka penanganannya adalah dengan mengobati penyebabnya.
  • Pada orang-orang yang melakukan operasi pemotongan salah satu bagian usus atau lambung, seringkali ditemukan permasalahan anemia akibat gangguan penyerapan zat besi, asam folat, dan vitamin B lainnya. Pada kasus seperti ini, penanganannya adalah dengan pemberian suplemen langsung melalui suntikan ke pembuluh darah (intravena) atau suntikan ke otot (intramuscular).
  • Pada orang yang mengalmi anemia akibat gagal ginjal atau kerusakan sumsum tulang belakang akibat kemoterapi, dapat diberikan suntikan ertiropoetin yang berfungsi untuk menstimulasi pembentukan sel darah merah di sumsum tulang belakang.
  • Anemia berat dan kronis sering kali membutuhkan transfusi darah dan/atau transplantasi sumsum tulang.
  • Dibutuhkan tindakan operasi pada beberapa kasus anemia akibat perdarahan yang berlangsung terus-menerus dari luka lambung atau kanker usus besar.
  • Pada kasus anemia yang disebabkan oleh penghancuran sel darah merah oleh tubuh dapat dilakukan operasi pengangkatan limpa. Limpa merupakan organ tubuh yang berfungsi membuang sel darah merah yang sudah tua.

0 Komentar

Belum ada komentar