Sukses

Anak-anak, Remaja dan Perempuan Lebih Mudah Terkena Anemia

Apa penyebab anemia akibat kekurangan zat besi? Dan siapa sajakah yang rentan terkena penyakit tersebut? Simak penjelasannya di sini.

KlikDokter.com - Anemia defisiensi zat besi merupakan jenis anemia yang paling sering dijumpai. Kondisi ini mudah sekali ditangani. Ketika tubuh tidak memiliki zat besi yang cukup untuk membuat sel darah merah, maka terjadilah anemia defisiensi zat besi.

Tanpa zat besi yang cukup, tubuh akan mulai menggunakan cadangan zat besi yang lama-kelamaan akan habis digunakan. Setelah cadangan zat besi habis, jumlah sel darah merah yang dibuat tubuh akan semakin sedikit.

Anemia defisiensi zat besi disebabkan oleh asupan makanan yang kurang bergizi, akibat kehilangan darag atau dapat pula akibat ketidakmampuan saluran cerna untuk menyerap zat besi dari makanan.

Siapa sajakah yang rentan terkena anemia defisiensi zat besi? Halaman berikut penjelasannya:

1 dari 3 halaman

Anak-anak, Remaja dan Perempuan Lebih Mudah Terkena Anemia

Sakatonik Liver

1. Bayi dan Anak-anak

Bayi dan anak-anak membutuhkan zat besi yang banyak untuk tumbuh dan berkembang. Cadangan zat besi yang terdapat dalam tubuh bayi dapat digunakan selama 4-6 bulan awal kehidupan.

Bayi lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah berisiko lebih tinggi mengalami anemia defisiensi zat besi. Bayi-bayi ini tidak memiliki jumlah cadangan zat besi yang cukup.

Anak-anak yang mengonsumsi banyak susu sapi memiliki kemungkinan untuk mengalami anemia defisiensi zat besi. Susu sapi rendah zat besi. Terlalu banyak susu sapi juga dapat mengurangi kemampuan tubuh menyerap zat besi dari makanan.

Keracunan timbal pada anak-anak dapat menyebabkan kemampuan tubuh membuat hemoglobin berkurang. Timbal dapat masuk ke tubuh dengan cara menghirup debu timbal, memakan timbal yang terdapat di tanaman atau tanah, atau meminum air yang mengandung timbal.

Bila digunakan sesuai anjuran, makanan bayi dan suplemen yang mengandung zat besi dapat mencegah terjadinya anemia defisiensi zat besi pada anak dan bayi. Konsultasikan dengan dokter spesialis anak yang menangani anak Anda.

Siapa lagi yang berisiko terkena anemia? Halaman selanjutnya penjelasannya:

2 dari 3 halaman

Anak-anak, Remaja dan Perempuan Lebih Mudah Terkena Anemia

Sakatonik Liver

2. Remaja

Remaja berisiko terkena anemia defisiensi zat besi bila memiliki berat badan kurang (underweight) atau memiliki penyakit kronis. Remaja perempuan yang mengeluarkan banyak darah saat menstruasi juga berisiko mengalami hal ini.

3. Wanita

Wanita usia subur berisiko tinggi mengalami anemia defisiensi zat besi akibat hilangnya darah saat menstruasi bulanan. Sekitar 1 dari 5 wanita usia subur mengalami anemia defisiensi zat besi.

Wanita hamil juga berisiko mengalami kondisi ini, karena kebutuhan zat besi wanita hamil meningktak dua kali lipat dari kebutuhan normal. Zat besi tambahan ini dibutuhkan untuk meningkatkan volume darah dan perkembangan janin.

4. Orang Dengan Perdarahan Organ Dalam

Orang dewasa yang mengalami perdarahan organ dalam, seperti perdarahan saluran cerna (usus atau lambung) dapat mengalami anemia defisiensi zat besi akibat kehilangan banyak darah. Beberapa kondisi seperti kanker usus besar dan ulkus lambung dapat menyebabkan hilangnya darah. Selain itu, penggunaan beberapa jenis obat-obatan seperti obat golongan anti inflamasi non steroid (AINS) dapat menyebabkan luka saluran cerna.

5. Lain-lain

Orang yang menjalani terapi cuci darah dapat mengalami anemia defisiensi zat besi. Hal tersebut terjadi akibat hilangnya darah saat cuci darah. Selain itu, ginjal pada penderita gagal ginjal sudah tidak dapat membuat cukup hormon yang dibutuhkan tubuh untuk membuat sel darah merah.

Orang yang mengalami operasi pemotongan lambung dapat mengalami anemia jenis ini. Operasi tersebut membuat tubuh tidak dapat menyerap zat besi.

Oleh sebab itu, cegah anemia defisiensi besi sejak dini dengan mengonsumsi makanan atau suplemen yang kaya zat besi.

0 Komentar

Belum ada komentar