Sukses

Inilah Jenis-jenis Penyakit yang Sering Menyerang Lambung

Apa saja jenis-jenis penyakit yang sering menyerang lambung? Berikut penjelasan lengkap dr. Mega di sini.

KlikDokter.com - Lambung merupakan salah satu saluran cerna dari sistem pencernaan dalam tubuh manusia. Berbentuk seperti kantung dan terletak di bagian atas rongga perut, lambung berfungsi untuk mencerna makanan dan menyerap sari-sari makanan.

Dalam mencerna makanan diperlukan asam lambung. Asam lambung ini tidak mengakibatkan masalah jika diproduksi dalam jumlah normal, namun ada beberapa penyakit yang bisa timbul akibat asam lambung yang berlebihan.

Dan beberapa penyakit berikut ini, berbahaya jika dianggap sepele. Dan semakin awal untuk ditangani, semakin besar potensi penyembuhannya. Dengan demikian, ada baiknya Anda mengenal lebih jauh satu per satu beberapa penyakit yang sering menyerang lambung berikut ini:

Berikut adalah beberapa jenis penyakit yang dapat menyerang lambung:

1 dari 4 halaman

Inilah Jenis-jenis Penyakit yang Sering Menyerang Lambung

Promag Ahlinya Lambung

1. GASTRITIS

Gastritis adalah peradangan pada mukosa (lapisan) lambung. Sayangnya, istilah "gastritis" telah disalahgunakan untuk memasukkan berbagai masalah perut bagian atas. Namun gastritis yang benar mengacu pada lapisan lambung (mukosa lambung) yang meradang, bisa semua atau sebagian dari mukosa lambung yang terkena. Gastritis dapat diklasifikasikan sebagai akut atau kronis. Gastritis akut dapat dicirikan sebagai gastritis erosive (peradangan pada sel-sel mukos) dan non erosive. Gastritis kronis ditentukan oleh histopatologi (penampakan mukosa lambung yang dilihat menggunakan mikroskop).

2. DISPEPSIA

Dispepsia dikenal sebagai gangguan pencernaan atau gangguan pada lambung, yaitu diigambarkan sebagai rasa tidak nyaman, perih, atau nyeri pada perut bagian atas. Dispepsia bukanlah penyakit, melainkan sekumpulan gejala yang meliputi kembung, mual, dan bersendawa. Dispepsia sering terjadi pada penderita GERD dan gastritis.

3. GASTROPARESIS

Gastroparesis adalah suatu kondisi di mana gerakan spontan otot-otot lambung tidak berfungsi secara normal, sehingga mengakibatkan kelumpuhan lambung yang membuat makanan lama dicerna. Hal ini disebabkan karena lambung tidak mampu berkontraksi untuk memindahkan makanan ke dalam usus halus.

Gastroparesis dapat terjadi ketika saraf vagus rusak dan otot-otot perut dan usus tidak berfungsi dengan benar. Makanan menjadi bergerak lambat atau bahkan dapat berhenti. Gejala gastroparesis adalah mual kronis, muntah, nyeri perut, perasaan kenyang berlebihan walaupun hanya makan sedikit. Gejala lainnya dapat berupa mulas, perut kembung, kadar glukosa darah yang tidak menentu, kurangnya nafsu makan, kejang dinding perut, dan malnutrisi. Pengidap diabetes melitus bisa mengalami gastroparesis, dalam dunia kedokteran disebut gastroparesis diabetika, dan hal ini menjadi penyebab utama gastroparesis karena kadar glukosa dalam darah yang tinggi dapat mempengaruhi susunan kimia pada saraf vagus. Merokok juga dapat menyebabkan gastroparesis.

Beberapa penyakit lainnya yang biasanya menyerang lambung di halaman selanjutnya selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Inilah Jenis-jenis Penyakit yang Sering Menyerang Lambung

Promag Ahlinya Lambung

4. GERD

Gastro Esophageal Reflux Disease atau biasa disingkat dengan GERD adalah gangguan pencernaan yang mempengaruhi Lower Esophageal Spinchter (LES), yaitu cincin otot antara esophagus dan lambung yang mengakibatkan refluks atau kembalinya isi lambung kembali ke kerongkongan.

Gejala utama dari GERD adalah Heartburn atau rasa terbakar di dada, yang bisa menyebar hingga tenggorokan dan mengakibatkan timbulnya rasa asam di mulut, akibat naiknya asam lambung ke dalam mulut. Selain itu GERD juga bisa disertai dengan gejala lain, seperti:

  • Sakit tenggorokan
  • Sulit menelan (disfagia)
  • Batuk kering
  • Suara serak
  • Terasa tidak nyaman pada tenggorokan / seperti ada yang mengganjal pada tenggorokan
  • Mual dan atau muntah

5. TUKAK LAMBUNG

Tukak lambung adalah luka yang terjadi pada lapisan lambung akibat terkikisnya lapisan dinding lambung, hal ini juga bisa terjadi pada dinding duodenum, yaitu bagian pertama usus kecil. Penyebab utama dari tukak lambung adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori. Selain itu, penggunaan obat anti inflamasi non steroid (OAINS) berkepanjangan seperti ibuprofen, aspirin atau diclofenac juga bisa menyebabkan tukak lambung. Merokok bisa meningkatkan risiko tukak lambung pada orang yang sudah terinfeksi bakteri Helicobacter pylori, dan alkohol dalam minuman keras dapat menipiskan selaput pelindung dinding lambung dan juga dapat meningkatkan kadar asam lambung. Stres dan konsumsi makanan pedas tidak menyebabkan tukak lambung, hanya dapat memperparah gejalanya saja.

Gejala dari tukak lambung adalah rasa nyeri atau perih pada perut yang biasanya terjadi pada malam hari atau saat perut kosong. Nyeri juga bisa timbul beberapa saat setelah makan dikarenakan makanan yang dikonsumsi bersentuhan dengan luka. Gejala lainnya yaitu tidak nafsu makan, kembung, mual dan atau muntah. Terkadang tukak lambung juga tidak menimbulkan gejala sampai timbulnya komplikasi. Gejala akan semakin parah jika sudah terjadi perdarahan pada dinding lambung, gejalanya antara lain muntah darah, terdapat darah pada tinja atau tinja berwarna hitam, dan sakit perut menusuk yang muncul tiba-tiba dan terus bertambah parah.

Beberapa penyakit lainnya yang biasanya menyerang lambung di halaman selanjutnya selengkapnya:

3 dari 4 halaman

Inilah Jenis-jenis Penyakit yang Sering Menyerang Lambung

Promag Ahlinya Lambung

6. KANKER LAMBUNG

Belum dapat dipastikan apa yang menjadi penyebab kanker lambung. Terdapat beberapa penyebab yang dapat meingkatkan faktor risiko terjadinya kanker lambung, diantaranya adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori, anemia pernisiosa, diet tinggi nitrat (terdapat dalam pegawet makanan), makanan yang diawetkan dengan cara diasinkan dan diasapi, radang lambung kronis, merokok dan riwayat keluarga dengan kanker lambung.

Pada tahap awal, kanker lambung memiliki gejala sangat sedikit atau bahkan tidak memiliki gejala sama sekali. Gejala awalnya antara lain turunnya berat badan secara mendadak, sakit kronis pada bagian perut seperti gejala dyspepsia yaitu rasa sakit atau ketidaknyamanan yang terjadi pada perut bagian atas. Gejala dyspepsia tersebut adala gejala yang umum, sehingga banyak orang mengira hal tersebut adalah hal yang biasa. Dan hal inilah yang menyebabkan kanker lambung telat untuk dideteksi. Pada stadium lanjut, gejalanya bisa berupa muntah-muntah, BAB yang berwarna hitam pekat yang merupakan tanda-tanda dari perdarahan

Tumor lambung akan menjadi kanker lambung jika polip berukuran lebih dari 2 cm, terdapat sel glandular, dan terdapat banyak polip di dalam lambung.

Untuk mendianosa kanker lambung, prosedur yang bisa dilakukan di rumah sakit, di antaranya adalah pemeriksaan gastroskopi, biopsi, tes pencitraan (CT Scan), dan pemeriksaan laboratorium.

7. GASTROENTERITIS

Gastroenteritis adalah penyakit gabungan antara diare, muntah, dan perut kram. Gastroenteritis sering disebut virus perut dan flu lambung. Meski demikian, penyakit ini tidak terkait dengan influenza.

Gastroenteritis disebabkan oleh rotavirus pada anak-anak dan norovirus, dan campylobacter pada orang dewasa. Pada gastroenteritis, lambung dan usus terinfeksi dan meradang, biasanya disebabkan oleh virus maupun bakteri. Penyakit ini terjadi karena konsumsi makanan yang tidak diolah dengan baik, air yang terkontaminasi, atau melalui kontak terlalu dekat dengan penderita.

Pencegahan gastroenteritis bisa dilakukan dengan penggunaan air bersih dan mencuci tangan secara teratur dengan sabun. Vaksin rotavirus juga dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini. Untuk kasus yang ringan, penderita dapat diberi larutan oralit. Untuk kasus yang lebih berat, cairan infus mungkin diperlukan. 

0 Komentar

Belum ada komentar