Sukses

Ini Dia Akibatnya Menyepelekan Anemia Ketika Kehamilan

Ketika hamil, calon ibu sering mengalami anemia. Dampaknya pun bervariasi dari keluhan yang ringan sampai berat. Lantas, seberapa berbahaya kondisi tersebut bila tidak ditangani dengan baik?

KlikDokter.com - Anemia adalah kondisi medis di manatidak ada cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh. Ketika jaringan tidak menerima jumlah oksigen yang cukup, banyak organ dan fungsi organ dalam tubuh yang terpengaruh. Anemia dalam kehamilan disebabkan oleh penurunan kadar sel darah merah selama kehamilan. Terjadinya anemia pada kehamilan disebabkan oleh:

  • Adanya peningkatan volume plasma (komponen cairan darah) dibandingkan dengan peningkatan volume sel darah merah. Ketidakseimbangan antara tingkat kenaikan plasma dan eritrosit ini memiliki perbedaan paling besar selama trimester kedua kehamilan

  • Kurangnya zat besi dalam makanan yang dikonsumsi 

  • Pendarahan berat

Anemia selama kehamilan yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan berat badan lahir bayi yang rendah, kelahiran prematur, dan kematian ibu. Hal ini perlu dicegah, untuk itu penemuan kasus anemia dalam kehamilan pada tahap awal penyakit sangatlah penting.

Sebetulnya terdapat lebih dari 400 jenis anemia, namun dalam kehamilan, jenis anemia yang lebih sering ditemukan adalah sebagai berikut:

1 dari 3 halaman

Jenis Anemia yang Sering Terjadi Pada Ibu Hamil

Sebetulnya terdapat lebih dari 400 jenis anemia, namun dalam kehamilan, jenis anemia yang lebih sering ditemukan adalah sebagai berikut:

  • Anemia Defisiensi Besi

Anemia defisiensi besi merupakan anemia yang paling sering ditemukan selama kehamilan. Sekitar 15% sampai 25% dari seluruh kehamilan mengalami kekurangan zat besi. Besi adalah mineral yang ditemukan dalam sel-sel darah merah dan digunakan untuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, serta membantu otot dalam penyimpanan dan penggunaan oksigen

  • Anemia Defisiensi Folat

Apabila asupan makan kekurangan asam folat maka dapat menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah dalam tubuh. Folat mengacu pada asam folat, yang merupakan vitamin yang larut dalam air yang dapat membantu mencegah cacat saraf pada janin selama kehamilan. Asam folat adalah suplemen yang umum diberikan kepada wanita hamil. Asam folat dapatditemukan dalam makanan seperti sereal, sayuran berdaun, pisang, melon, dan kacang-kacangan

  • Anemia Defisiensi B12

Vitamin B-12 juga merupakan vitamin yang diperlukan tubuh untuk membantu produksi sel darah merah

Ada beberapa tanda dari anemia yang harus diwaspadai. Halaman selanjutnya penjelasannya.

2 dari 3 halaman

Gejala Anemia

Gejala anemia selama kehamilan tampak ringan pada awalnya dan sering luput dari perhatian. Beberapa gejala umum dari anemia adalah:

  • Kelemahan atau kelelahan

  • Pusing

  • Sesak napas

  • Cepat atau tidak teratur denyut jantung

  • Nyeri pada dada

  • Kulit pucat, bibir, dan kuku

  • Tangan dan kaki dingin

  • Sulit berkonsentrasi

Anemia selama kehamilan dapat ditangani dengan menambahkan zat besi dan suplementasi vitamin folat serta B12 untuk rutinitas harian. Selain itu, konsumsi makanan untuk mencegah anemia juga sangat penting. Makanan kaya zat besi di antaranya:

  • Daging merah dan unggas

  • Telur

  • Sayuran berdaun hijau (seperti brokoli, kale, dan bayam)

  • Kacang-kacangan dan biji-bijian

  • Tahu

Makanan yang tinggi vitamin C dapat membantu tubuh menyerap zat besi lebih banyak, sehingga sangat penting bagi wanita hamil untuk mengonsumsi vitamin C. Makanan yang tinggi vitamin C adalah:

·         Stroberi

·         Jeruk

·         Kiwi

·         Tomat

·         Paprika

0 Komentar

Belum ada komentar