Sukses

Cara Melatih Anak Menghadapi Bullying

Bullying atau akrab dengan istilah ‘penggencetan’, adalah suatu hal yang berbahaya untuk perkembangan kejiwaan. Telebih lagi jika terjadi pada anak. Berikut tips menghadapi bullying.

KlikDokter.com – Dulu bullying, atau yang lebih dikenal dengan istilah ‘penggencetan,’ dianggap sebagai masa peralihan yang akan hilang dengan sendirinya. Kini intimidasi semacam itu telah diakui sebagai masalah yang besar dan serius.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia, sebanyak 17% kekerasan terhadap anak terjadi di sekolah. Bahkan pada 2013, tercatat 181 kasus yang berujung pada tewasnya korban, 141 kasus korban menderita luka berat, dan 97 kasus korban luka ringan. Tindakan kekerasan di sekolah bisa dilakukan oleh guru, kepala sekolah, bahkan sesama peserta didik. Namun, bullying sesama peserta didik memiliki karakteristik berbeda dari kekerasan yang dilakukan oleh orang dewasa. Kekerasan yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak biasanya dilakukan oleh pelaku tunggal sedangkan bullying oleh sesama murid biasanya berlangsung secara berkelompok.

Yang lebih memprihatinkan, anak yang menjadi korban bullying cenderung terlibat dalam perilaku intimidasi pada anak lain. Ini berarti sebuah lingkaran tanpa akhir ketika korban berubah menjadi pelaku. Dengan begitu, praktik kekerasan menjadi budaya di kalangan anak-anak.

Lantas, bagaimana jika anak Anda yang mengalami bullying di sekolahnya? Apa yang perlu Anda lakukan untuk membuatnya tetap aman? Baca penjelasan lebih lengkapnya di halaman selanjutnya:

1 dari 5 halaman

Jenis-jenis Bullying

Cerebrofort Multivitamin Lengkap untuk Tumbuh Kembang Anak

  • bullying, anak, bahaya, jenisFisik

Bullying ini adalah jenis kekerasan yang paling terlihat dan berupa kontak fisik langsung seperti memukul, mencekik, menendang, menggigit, mencakar, meludahi, serta merusak barang-barang milik anak yang tertindas.

  • Verbal

Bullying verbal adalah tindakan berupa mengejek, memberi julukan yang tidak pantas, mengintimidasi dengan kata-kata kasar, menghina baik yang bersifat pribadi maupun rasial dan pernyataan-pernyataan bernuansa ajakan seksual. Selain itu bullying verbal dapat berupa perampasan uang jajan atau barang-barang, telepon yang kasar, surel yang mengintimidasi, surat-surat kaleng yang berisi ancaman kekerasan.

  • Psikologis atau sosial

Bullying psikologis atau sosial adalah pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengucilan. Biasanya anak juga akan digunjingkan atau difitnah dengan tujuan agar orang-orang menjauhinya. Dengan kata lain, semua perilaku yang bersifat memanipulasi atau merusak hubungan dengan orang lain.

Kenapa berbahaya? Karena konsekuensinya mencederai kejiwaan anak. Halaman selanjutnya penjelasan selengkapnya:

2 dari 5 halaman

Konsekuensi dari Bullying

Cerebrofort Multivitamin Lengkap untuk Tumbuh Kembang Anak

  • bullying, penggencetan,Masalah Kesehatan Mental

Anak yang mengalami bullying berisiko mengalami depresi, kecemasan, masalah tidur, rendah diri, dan pikiran menyakiti diri bahkan bunuh diri.

  • Prestasi Akademis Terganggu

Anak yang ditindas teman-temannya mungkin akan takut untuk pergi ke sekolah, atau sulit berkonsentrasi dalam kegiatan belajar.

  • Melakukan Kekerasan

Anak yang menjadi korban kekerasan bisa menjadi kurang empati, sehingga ia akan ‘membalas dendam’ dengan melakukan tindakan-tindakan destruktif. 

Perlu diketahui, banyak sekali korban bullying enggan bercerita kepada orangtua mereka karena takut atau malu. Namun, ada beberapa hal yang bisa menjadi indikasi awal bahwa anak Anda mungkin tengah menghadapi intimidasi atau kekerasan di sekolah. Apa saja? Simak rinciannya di bawah ini:

  • Barang-barang pribadinya terus-menerus hilang atau rusak

  • Menghindari bermain dengan teman-temannya

  • Takut pergi ke sekolah sehingga sering bolos

  • Ketinggalan pelajaran atau nilai-nilai semakin buruk

  • Sakit kepala, sakit perut, atau keluhan fisik lainnya

  • Kesulitan tidur

  • Perubahan kebiasaan makan

  • Merasa rendah diri, dan seterusnya

Jika anak Anda mengaku bahwa ia memang mengalami bullying, halaman berikut terdapat beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan: 

3 dari 5 halaman

7 Kiat Mengatasi Anak Korban Bullying:

Cerebrofort Multivitamin Lengkap untuk Tumbuh Kembang Anak

  • menangani, bullying, Dorong anak untuk berbagi

Biasanya anak yang mengalami bullying akan menjadi lebih sensitif. Oleh karena itu, buatlah diri Anda tetap tenang dengan cara mendengarkan dengan penuh kasih dan tidak menyalahkannya.

  • Pelajari tentang situasi

Salah satu cara terbaik untuk memetakan solusi yang tepat adalah dengan mempelajari situasi. Minta anak untuk menjelaskan bagaimana dan kapan bullying terjadi dan siapa saja yang terlibat. Cari tahu apa yang bisa dilakukan anak untuk mencoba menghentikan kekerasan tersebut dan apa yang telah ia lakukan untuk mencegahnya. Tanyakan juga apa yang dapat Anda lakukan untuk membantunya merasa aman.

  • Ajari anak untuk mengambil sikap

Jangan terbawa emosi kemudian menyuruh anak untuk membalas atau melawan teman-teman yang menerornya. Sebaliknya berikan ia kiat-kiat untuk menghindari para pengganggunya, misalnya dengan mengabaikan atau bahkan menyuarakan pendapatnya bahwa ia tidak senang bila diusik, atau meminta guru dan orang dewasa lainnya yang berada di dekatnya untuk membantu.

  • Hindari mengambil tindakan secara sepihak

Contohnya, jika anak Anda sedang diganggu lewat media sosial, sebaiknya Anda tidak segera mengambil barang-barang elektroniknya. Bisa jadi ia tidak melaporkan intimidasi yang terjadi, karena takut ponsel atau hak internetnya diambil. Lagi pula, tindakan sepihak semacam itu bisa membuat anak jadi enggan bercerita kepada Anda.

  • Meningkatkan rasa percaya diri anak

Dorong anak Anda untuk terlibat dalam kegiatan yang mampu mendorong bakatnya keluar. Semangati anak jika ia sedang merasa gagal, dan bantu ia menemukan kelebihan-kelebihannya yang lain.

  • Catat fakta dan rincian penting

Tuliskan rincian-rincian penting seperti tanggal, orang-orang yang terlibat, dan apa yang terjadi secara detail. Bila ada, simpan screenshot, teks, dan lain-lainnya yang bisa dijadikan barang bukti. Catat fakta dengan seobjektif mungkin.

  • Hubungi pihak yang berwenang

Alih-alih menyalahkan, minta bantuan dari kepala sekolah guru, atau guru pembimbing sekolah untuk menyelesaikan masalah dan mencari jalan penyelesaian. Bila anak mengalami cyberbullying, laporkan kepada penyedia website dan layanan ponsel untuk melakukan pemblokiran. 

4 dari 5 halaman

Anda Perlu Tahu Ini:

Cerebrofort Multivitamin Lengkap untuk Tumbuh Kembang Anak

Kekerasan sesama anak di sekolah merupakan praktik perilaku agresi yang tidak semestinya terjadi. Di usianya yang belia, anak semestinya dihadapkan pada kehidupan yang tenang, bersahabat, dan penuh kreativitas. Karenanya, jika anak Anda mengalami trauma akibat intimidasi yang terus-menerus, sebaiknya Anda mempertimbangan untuk berkonsultasi dengan psikolog. Jangan takut atau segan untuk meminta saran kepada ahlinya demi kesehatan mental anak Anda.

0 Komentar

Belum ada komentar