Sukses

Amankah Neuralgin untuk Meredakan Nyeri Otot?

Neuralgin Rhema sering dijadikan pilihan untuk meredakan masalah nyeri otot. Amankah penggunaannya? Berikut info selengkapnya.

neuralgin, rhema, nyeri, ototKlikDokter.com – Nyeri otot dan sendi merupakan penyakit tidak asing dalam kehidupan kita sehari-hari. Kebanyakan memang dialami oleh lansia, namun dapat juga terjadi pada orang yang lebih muda misalnya karena posisi yang kurang tepat waktu tidur atau saat berolahraga cukup berat.

Obat adalah salah satu terapi untuk mengurangi efek dari nyeri otot. Salah satu golongan obat yang bisa digunakan untuk mengatasi nyeri otot adalah obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS). 

Dalam kehidupan sehari-hari obat nyeri otot sangat mudah didapatkan, bahkan kita dapat mendapatkannya dengan membeli di warung atau apotek tanpa harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Sangat praktis, namun kebanyakan masyarakat tidak mempertimbangkan dan tidak mempedulikan efek sampingnya jika ternyata obat yang dibeli tersebut salah atau malah menimbulkan efek balik (kontra indikasi).

Penting bagi pasien untuk membaca cara penggunaan obat di kemasan. Beberapa informasi yang sebaiknya Anda ketahui mengenai pemakaian obat antara lain: jumlah penggunaan maksimum dalam satu hari, dosis yang dianjurkan untuk golongan umur tertentu, serta waktu yang disarankan untuk penggunaan obat. Anda juga harus memperhatikan peringatan yang tercantum, misalnya apakah obat itu menyebabkan kantuk atau dilarang untuk ibu hamil, dan sebagainya.

Lalu apakah Neuralgin Rhema aman untuk mengatasi nyeri otot? Halaman berikut penjelasannya:

1 dari 2 halaman

Lalu apakah Neuralgin Rhema Aman untuk Mengatasi Nyeri Otot?

Neuralgin Rhema

neuralgin, rhema, nyeri, ototNeuralgin mengandung methampyrone 500 mg dan trimethylxanthine 50 mg. Methampyrone adalah salah satu obat golongan OAINS yang dapat menghilangkan gejala inflamasi seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan. Sementara itu trimenthylxanthine baik untuk memperkuat efek analgetik (penghilang rasa sakit) dan mempercepat penyembuhan penderita.

Gunakan obat ini secara hati-hati pada penderita dengan ulkus peptikum, gangguan pembekuan darah, penyakit hati yang berat, kehamilan, dan riwayat kelainan darah. Hindari juga penggunaan obat ini bila terjadi gejala demam, sakit tenggorokan, stomatitis, dan perdarahan gastro intestinal.

Jika sakit berlanjut atau obat yang diminum tidak lagi efektif, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. 

0 Komentar

Belum ada komentar