Sukses

Pentingnya Imunisasi untuk Kekebalan Tubuh Anak

Banyak yang belum sadar akan pentingnya vaksinasi. Berikut penjelasan dr. Mega Puteri disini selengkapnya.

Klikdokter.com – Salah satu hal penting yang wajib dilakukan oleh orangtua pada anak adalah imunisasi. Dengan imunisasi, anak akan terhindar dari penyakit infeksi berbahaya, sehingga ia akan memiliki kesempatan untuk beraktivitas, bermain, dan belajar.

Manfaat utama dari imunisasi adalah menurunkan angka kejadian penyakit, kecacatan, maupun kematian akibat penyakit-penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi. Imunisasi tidak hanya memberikan perlindungan pada individu melainkan juga pada komunitas, terutama untuk penyakit yang ditularkan melalui manusia (person-to-person).

Misalnya, jika suatu komunitas memiliki angka cakupan imunisasi yang tinggi, komunitas tersebut memiliki imunitas yang tinggi pula. Kemungkinan terjadinya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi pun rendah. 

Imunisasi juga bermanfaat mencegah penyakit epidemi pada generasi yang akan datang. Cakupan imunisasi yang rendah pada generasi sekarang dapat menyebabkan penyakit semakin meluas pada generasi yang akan datang, bahkan dapat menyebabkan epidemi. Selain itu, imunisasi dapat menghemat biaya kesehatan. Dengan menurunnya angka kejadian penyakit, biaya kesehatan yang digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit tersebut pun akan berkurang.

Pada tahun 2014, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan jadwal imunisasi baru. Jadwal ini memiliki beberapa perubahan dari versi lama. Simak keterangan di halaman berikut ini, agar buah hati mendapatkan perlindungan yang optimal:

1 dari 3 halaman

Simak keterangan berikut ini, agar buah hati mendapatkan perlindungan yang optimal:

  • Hepatitis B

Paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian vitamin K (untuk mencegah terjadinya perdarahan akibat defisiensi vitamin K). Bila bayi lahir dari ibu HBsAg positif, diberikan juga immunoglobulin hepatitis B (HBIg) yang disuntikkan pada ekstremitas (tungkai) yang berbeda.

  • Polio

Vaksin polio oral (OPV-0) harus diberikan pada saat lahir atau saat bayi dipulangkan dari rumah sakit setelah proses melahirkan. Vaksin polio selanjutnya (polio-1, polio-2, polio-3, dan polio booster) dapat diberikan dalam bentuk OPV yang diberikan lewat mulut atau IPV yang diberikan secara disuntikkan dalam otot. Namun, sebaiknya paling sedikit diberikan 1 dosis IPV.

  • BCG

Pemberian BCG dianjurkan sebelum usia 3 bulan, lebih optimal lagi jika diberikan pada tepat usia 2 bulan. Namun demikian, jika diberikan melewati usia 3 bulan, maka diperlukan uji tambahan, yakni uji tuberkulin (tes mantoux).

  • DTP

DTP pertama kali diberikan kepada anak paling cepat pada anak usia 6 minggu. Dalam proses pemberiannya dapat diberikan vaksin DTwP atau DTaP atau kombinasi dengan vaksin lain. Bagi anak yang berumur lebih dari 7 tahun, diberikan pula vaksin Td, booster setiap 10 tahun.

  • Campak

Vasin campak diberikan dua kali pada anak ketika berusia 9 bulan dan 24 bulan. Perlu diketahui, vaksin campak kedua tidak perlu lagi diberikan ke anak apabila vaksin MMR sudah diberikan pada usia 15 bulan.

Halaman berikut jenis vaksin lainnya yang dapat memberikan perlindungan optimal:

2 dari 3 halaman

Jenis Vaksin Lainnya yang Dapat Memberikan Perlindungan Optimal Pada Si Kecil

Pneumokokus (PCV)

  • Bila diberikan pada umur 7-12 bulan, diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan (ditambah booster pada umur lebih dari 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir)
  • Bila diberikan pada umur lebih dari 1 tahun, diberikan 1 kali (ditambah booster minimal 2 bulan setelah dosis terakhir)
  • Bila diberikan pada anak di atas 2 tahun, cukup diberikan 1 kali

Rotavirus

  • Monovalen diberikan 2 kali:
    • Dosis pertama  diberikan pada anak umur 6-14 minggu.
    • Dosis kedua dengan interval minimal 4 minggu (sebaiknya selesai sebelum umur 16 minggu dan tidak melampaui umur 24 minggu)
  • Pentavalen diberikan 3 kali:
    • Dosis pertama diberikan pada anak berusia 6-14 minggu.
    • Dosis kedua diberikan 4 hingga 10 minggu kemudian.
    • Dosis ketiga diberikan pada usia kurang dari 32 minggu

Varisela

Vaksin varisela diberikan setelah anak berusia 12 bulan. Namun demikian pemberian vaksin terbaik pada umur sebelum masuk SD. Perlu diingat, bila diberikan pada anak berusia lebih dari 12 tahun, maka diperlukan 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu

Influenza

Vaksin influenza diberikan pada anak umur minimal 6 bulan, kemudian diulang setiap tahun. Untuk imunisasi pertama kali, vaksin influenza  diberikan pada anak berusia kurang dari 9 tahun, dengan cara pemberian diberikan dua kali dengan interval minimal 4 minggu. Untuk hal dosis, vaksin influenza untuk anak berusia 6-36 bulan adalah sebanyak 0,25 mL.

Human Papiloma Virus (HPV)

Vaksin HPV diberikan kepada anak ketika memulai usia 10 tahun, dengan pemberian 3 dosis. Yaitu secara berkala dengan 3 kali suntikan dalam waktu yang berbeda selama 6 bulan. Suntikan kedua diberikan 2 bulan setelah suntikan pertama. Kemudian suntikan ketiga diberikan 6 bulan setelah suntikan pertama.

0 Komentar

Belum ada komentar