Sukses

Anak Mencret; Alergi Susu Sapi atau Infeksi Bakteri?

Ketika anak diare (mencret), penyebabnya terseringnya antara dua hal: Jika tidak infeksi, ya alergi susu sapi. Berikut info dr. Mega Putri disini.

KlikDokter.com - Diare merupakan penyakit yang umum pada anak setelah infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Diare dapat dibagi menjadi tiga, yakni akut (kurang dari 14 hari), persisten (lebih dari 14 hari), dan kronik (lebih dari 1 bulan). Konsistensi feses yang cair, yang menjadi karakteristik diare, biasanya akan hilang dalam beberapa hari. Diare kronik dapat menjadi tanda adanya kelainan yang lebih serius, seperti adanya inflammatory bowel disease.

Banyak orangtua yang bertanya, apakah diare pada anak disebabkan oleh alergi susu sapi atau infeksi?

Sebenarnya, penyebab diare ada bermacam-macam yakni:

1) Infeksi dari berbagai bakteri yang disebabkan oleh kontaminasi makanan maupun air minum.

2) Infeksi berbagai macam virus.

3) Alergi makanan, khususnya susu atau laktosa (makanan yang mengandung susu).

4) Parasit yang masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang kotor.

Untuk mencegah risiko diare pada buah hati, cobalah untuk menerapkan 6 hal penting di halaman berikut ini:

1 dari 2 halaman

Untuk mencegah risiko diare pada buah hati, cobalah untuk menerapkan 6 hal penting berikut ini:

Morinaga Platinum

alergi, susu, sapi, mencret,1. Memberikan ASI

ASI mempunyai khasiat preventif secara imunologik dengan adanya antibodi dan zat-zat lain yang dikandungnya. Karena itu, ASI turut memberikan perlindungan terhadap diare pada bayi yang baru lahir. Pemberian ASI eksklusif mempunyai daya lindung 4 kali lebih besar terhadap diare daripada pemberian ASI yang disertai dengan susu botol.  

2. Memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI)

Pemberian MPASI adalah saat bayi secara bertahap mulai dibiasakan dengan makanan orang dewasa. Masa tersebut merupakan masa yang berbahaya bagi bayi, karena perilaku pemberian MPASI dapat menyebabkan meningkatnya risiko terjadinya diare ataupun penyakit lain. Banyak-banyaklah membaca tentang kapan, apa, dan bagaimana MPASI diberikan.

3. Menggunakan Air yang Bersih

Sebagian besar kuman infeksius penyebab diare menjangkit melalui jalur fecal-oral. Mereka dapat ditularkan dengan memasukkan cairan atau benda yang telah tercemar ke dalam mulut, misalnya air minum, jari-jari tangan, atau makanan yang disiapkan dalam panci yang dicuci dengan air kotor. Anda dapat mengurangi risiko terhadap serangan diare dengan menggunakan air yang bersih dan melindungi air tersebut dari kontaminasi.

4. Mencuci Tangan

Salah satu cara untuk membasmi kuman diare adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Selalu ingatkan anak untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, setelah buang air kecil dan buang air besar, dan setelah bermain di luar rumah.

5. Menggunakan Jamban

Pengalaman di beberapa negara membuktikan bahwa upaya penggunaan jamban mempunyai dampak yang besar dalam penurunan risiko terhadap penyakit diare. Oleh karenanya, setiap keluarga harus mempunyai jamban yang berfungsi baik dan dapat dipakai oleh seluruh anggota keluarga. Jangan lupa juga untuk membersihkan jamban secara teratur.

6. Membuang Feses Bayi dengan Benar

Banyak orang beranggapan bahwa feses bayi tidak berbahaya. Hal ini tidak benar karena feses bayi dapat pula menularkan penyakit pada anak-anak dan orangtuanya. Feses bayi harus dibuang secara bersih dan benar, berikut hal-hal yang harus diperhatikan:

  • Kumpulkan feses bayi secepatnya, bungkus dengan daun atau kertas koran, dan kuburkan atau buang di kakus.
  • Bantu anak untuk membuang air besarnya ke dalam wadah yang bersih dan mudah dibersihkan. Kemudian buang ke dalam kakus dan bilas wadahnya.
  • Bersihkan anak segera setelah anak buang air besar dan cuci tangannya. 

0 Komentar

Belum ada komentar