Sukses

Beberapa Kelainan Seks yang Harus Anda Ketahui

Masokisme, kenikmatan dengan kekerasan. Pedofilia, kepuasan seksual yang hanya didapat dari anak kecil. Apa saja penyebabnya? Berikut penjelasan dr. Alvin Nursalim disini.

Klikdokter.com - Melihat berbagai pemberitaan di TV tentang kelainan seksual yang ada, mungkin Anda bertanya apa saja perilaku seksual yang tidak wajar dalam dunia kesehatan?

Jika Anda bingung dengan berbagai istilah yang digunakan dalam berbagai pemberitaan tersebut, maka artikel ini akan memaparkan beberapa kelainan seksual yang ada, berdasarkan buku Psikiatri ‘Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi ke empat’.

Berikut ini adalah beberapa penyimpangan seksual yang kerap kali ditemui diantara beberapa kalangan:

1 dari 7 halaman

Gangguan Seksual: Masokisme

Masokisme adalah penyimpangan seksual dimana seorang mendapatkan kepuasan seksual dengan mendapatkan kekerasan secara fisik. Seorang dengan masokisme mendapatkan kepuasan seksual ketika pasangannya memberikan perlakukan kasar pada dirinya.

Seberapa jauh kekerasan seksual yang didapat sangat tergantung seberapa puas dirinya mendapatkan rangsangan. Pada beberapa kasus, didapati semakin merasa puas pasien dari rasa sakit yang dialaminya, maka semakin besar stimulasi rangsangan yang didapat.

Meskipun demikian, sebagian besar pemilik orientasi seks aliran masokisme lebih menyukai sensasi rasa sakit yang tidak terlalu menyakitkan dari kekerasan yang didapat dalam mencapai kepuasan seksualnya.

2 dari 7 halaman

Penyimpangan Seksual: Eksibisionisme

Eksibisionisme adalah gangguan ketika seorang mendapatkan kepuasan dengan menunjukkan alat kelaminnya pada orang lain. Umumnya tidak terdapat kontak fisik langsung, namun penderita eksibisionisme mendapatkan kepuasan dengan menunjukkan kelamin dan mendapatkan perhatian dari orang lain.

Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang mengidap menjadi mengidap eksibisionisme:

1. Faktor Psikologis

Terdapat pengalaman masa kecil yang mempengaruhi perkembangan psikologis penderita menjadi tidak sempurna. Sehingga penderita menjadi terbiasa di masa pertumbuhannya memelihara rasa apresiasi diri (rendah diri), tidak aman, rasa kesepian dan rendahnya tingkat keterampilan sosial.

2. Faktor Biologis

Meskipun belum cukup penelitian yang konkrit, namun beberapa studi mengaitkan kondisi eksibisionisme diperankan oleh hormon androgen atas dasar kesimpulan mayoritas pelaku eksibisionisme adalah laki-laki. Dimana hormon androgen dikenal sebagai ‘hormon utama’ laki-laki. Tak luput ada juga studi yang mengaitkan situasi perbedaan otak pada lobus temporalis yang ditemukan sejumlah kecil kasus eksibisionisme.

3. Faktor Budaya dan Sosial

Lingkungan dan pergaulan jelas memiliki pengaruh kuat untuk manusia. Karena apa yang dilihat di lingkungan dapat menjadi stimulus bagi individu.

3 dari 7 halaman

Penyimpangan Seksual: Pedofilia

Pedofilia adalah aktivitas seksual dengan anak kecil, umumnya dibawah usia 13 tahun. Sang pelaku berusia diatas 16 tahun dan berusia lima tahun lebih tua dari korban. Penyimpangan seksual ini secara resmi muncul ke permukaan pada tahun 1980-an.

Penyebab seseorang bisa mengidap pedofilia belum dapat ditetapkan. Meskipun beberapa penelitian ada yang menemukan kemungkinan korelasi pada beberapa kelainan neurologi yang dikaitkan pada gangguan kepribadian dari tinjauan patologi psikologi.

4 dari 7 halaman

Penyimpangan Seksual: Nekrofilia

Nekrofilia adalah gangguan seksual melibatkan mayat.  Seorang dengan nekrofilia mendapatkan kepuasan seksual dengan berhubungan seksual dengan mayat. Menurut beberapa literatur, terdapat 3 kategori nekrofilia, antara lain:


1. Necrophilic Homicide

Penderita nekrofilia kategori ini harus membunuh targetnya terlebih dahulu untuk dijadikan mayat, baru kemudiannya memperoleh kepuasan seksual dengan berhubungan seksual dengan tubuh mayat korban yang baru dibunuhnya.

2. Regular Necrophilic

Penderita necrofilia kategori ini adalah nekrofilia yang paling umum ditemukan, dimana para penderita berhubungan seksual dengan mayat yang sudah mati sebelumnya untuk memperoleh kesenangan seksual.

3. Necrophilic Fantasy

Penderita nekrofilia kategori ini hanya sampai tahap berfantasi berhubungan seks dengan mayat, namun tidak sampai melakukan berhubungan seksual dengan mayat.

5 dari 7 halaman

Penyimpangan Seksual: Voyerisme

Seorang dengan gangguan voyerisme mendapatkan kepuasan dengan mengintip atau menyaksikan orang lain telanjang, membuka baju, atau melakukan hubungan seksual.

Gangguan ini melibatkan seorang lelaki yang mengintip orang asing dan membayangkan melakukan hubungan seksual dengan yang diintip.

6 dari 7 halaman

Penyimpangan Seksual: Frotteurisme

Seorang dengan frotteurisme adalah seorang dengan yang suka menggosok-gosokkan alat kelaminnya atau memeluk ke tubuh orang lain yang tidak mau. Perilaku ini sering dilihat pada tempat keramaian, seperti bus dan terminal.

Mayoritas pelaku frotteurisme adalah pria dan mayoritas korbannya ada wanita. Meskipun demikian ditemukan juga kasus sebaliknya dan sesama jenis.

1 Komentar

  • cv binsel

    met pg dokter, saya proa 38 tahun, mau bertanya ketika berhubungan istri kita menyimpan pantasy gak kira kira dok?