Sukses

Bahaya Asap Rokok Bagi Bayi dan Balita

Baru-baru ini tersebar foto anak kecil dengan rokok yang masih menyala. Disebutkan meskipun tidak dihisap, bahaya lebih besar justru asap yang terhirup tidak sengaja oleh si bayi. Disini penjelasannya >>

KlikDokter.com - Baru-baru ini tersebar foto anak kecil dengan rokok yang masih menyala. Mungkin saja orangtua anak tersebut tidak mengetahui dampak negatif bagi anak tersebut walaupun anak tersebut tidak benar-benar menghisap rokok tersebut karena bahaya yang harus diwaspadai justru asap rokok tersebut.

Bayi dan balita dikategorikan lebih beresiko terkena dampak buruk asap rokok bila dibanding orang dewasa karena saluran pernafasan mereka dan sistem imun mereka yang masih berkembang. Dalam kasus ini mereka termasuk kedalam kategori perokok pasif.

Asap rokok mengandung ribuan zat kimia, atau 'komponen asap,' juga disebut sebagai 'emisi asap.' Komponen asap yang paling luas dikenal adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida (CO).

 Pada saat rokok dihisap komposisi rokok yang dipecah menjadi komponen lainnya, dengan demikian komponen asap rokok yang dihisap oleh perokok terdiri dari bagian gas (85%) dan bagian partikel (15%).

 Di dalam asap rokok terdapat 4000 senyawa kimia dan 250 senyawa kimia tersebut dapat membuat penyakit dan 69 didalamnya bersifat karsinogenik dapat menyebabkan kanker. Asap rokok yang dihembuskan oleh perokok aktif dan terhirup oleh perokok pasif mengandung 2 kali lebih banyak kandungan nikotin nya, 5 kali lebih banyak karbon monoksida, 3 kali lebih banyak tar dan 50 kali lebih zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan.

Beberapa penyakit yang dapat timbul pada bayi dan balita akibat asap rokok, di halaman berikut:

1 dari 3 halaman

Beberapa penyakit yang dapat timbul pada bayi dan balita akibat asap rokok:

  • Berisiko terkena Asma
  • Infeksi saluran pernafasan. Hal ini terutama pada anak dibawah 18 bulan.  Menurut beberapa penelitian, anak dengan orangtua yang merokok sering mengalami sakit, paru-paru anak ini lebih lambat berkembang sehingga mudah terkena penyakit bronchitis, bronchiolitis dan pneumonia.
  • Infeksi telinga. Ditemukan adanya cairan di telinga pada anak yang sering terpapar asap rokok sehingga memicu terjadi infeksi di saluran telinga.
  • Lebih mudah terkena batuk dan pilek.
  • Sindroma kematian bayi mendadak.
  • Menyebabkan kurangnya kemampuan anak untuk belajar seperti gangguan belajar, kesulitan dalam memperlajari matematika dan gangguan penglihatan.
  • Memiliki risiko terkena penyakit di selaput otak.

Lalu bagaimana jika orangtua perokok harus bersikap? Berikut tipsnya:

2 dari 3 halaman

Yang harus diperhatikan orangtua terkait dengan asap rokok:

  • Jangan biarkan orang merokok di area rumah
  • Jangan biarkan orang merokok di dalam mobil meskipun dengan jendela mobil yang terbuka
  • Pastikan lingkungan sekolah anak juga bebas dari rokok
  • Berhenti merokok. 

0 Komentar

Belum ada komentar