Sukses

Khusus Pria, Ini Penyebab Jerawat di Penis yang Wajib Diketahui!

Bukan cuma muncul di wajah atau punggung, ada juga jerawat di penis yang bisa cukup mengganggu! Apa ya, penyebab jerawat di penis?

Klikdokter.com, Jakarta Bagi pria, jerawat di penis mungkin lebih mengerikan ketimbang di wajah. Pasalnya, sebagian besar pria cenderung cuek-cuek saja dan tak ambil pusing dengan penampilannya. Sementara, munculnya jerawat di penis dianggap sebagai tanda-tanda penyakit menular seksual! Tapi, tunggu dulu. Benarkah penyebab jerawat di penis hanya disebabkan oleh penyakit menular seksual?

2 kondisi penyebab jerawat di penis

Sebelum menjelaskan lebih lanjut soal penyebab jerawat di penis, ketahuilah bahwa penyebab tersebut ditentukan oleh dua kondisi. Yaitu, belum pernah berhubungan seksual dan sudah pernah berhubungan seksual.

Apabila Anda sudah pernah berhubungan seksual, ada kemungkinan bahwa penyebab munculnya jerawat penis adalah penyakit menular seksual. 

Nah, bila belum pernah berhubungan seksual, dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter mengatakan, itu merupakan gejala jerawat pada umumnya (seperti di wajah atau punggung). 

Struktur kulit penis juga memiliki kelenjar minyak, sehingga salep antibiotik dapat mengatasi hal tersebut dengan mudah. Selain itu, Anda juga wajib menjaga kebersihan kulit dengan lebih baik!

1 dari 2 halaman

Jerawat di penis terkait penyakit menular

Sementara itu, tentu Anda penasaran dengan penyakit menular apa saja yang berkaitan dengan munculnya jerawat di penis. Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter, penyakit yang dapat menimbulkan benjolan-benjolan kecil menyerupai jerawat pada batang kemaluan, antara lain:

  • Kondiloma akuminata

Namanya memang asing, tapi ini sebenarnya kutil kelamin yang disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini dapat menimbulkan sebuah lesi saja atau lesi besar yang menyerupai jengger ayam. 

“Kutil kelamin ini dapat tertular melalui kontak langsung dengan kulit orang yang terinfeksi. Pada wanita, HPV meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks atau kanker mulut rahim. Wanita hamil yang terinfeksi HPV dapat menularkan virus ke bayinya saat proses kelahiran bayi,” kata dr. Alvin. 

  • Sifilis

Penyakit menular seksual yang satu ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Infeksi ini dapat menyebabkan berbagai keluhan pada tubuh penderitanya di luar timbulnya jerawat di penis. 

Misalnya saja, muncul bercak-bercak kemerahan di batang kemaluan, lalu muncul luka-luka kecil, demam, hingga sakit kepala. Sebenarnya, dalam beberapa minggu, luka-luka kecil tersebut akan hilang. 

“Namun, di saat itulah justru bakteri akan menetap pada tubuh. Gejala yang selanjutnya timbul adalah lecet-lecet pada seluruh tubuh. Hal ini lantas menyebabkan gejala sifilis tidak khas, dan sering disalahartikan sebagai penyakit lain,” dr. Alvin menambahkan. 

  • Herpes

Infeksi herpes simpleks virus tipe 2 adalah infeksi virus yang umumnya dapat terlihat di penis, tetapi dapat juga menjangkiti bagian kulit lainnya. Gejala yang muncul dapat berupa lesi kemerahan dan benjolan-benjolan nyeri yang berisi cairan.

Virus herpes memiliki masa inkubasi 3-5 hari. Setelah itu, akan muncul gejala yang sudah sempat disebutkan di atas. Apabila jerawat-jerawat itu pecah, bekasnya tidak akan hilang. Bahkan, kelenjar pun akan ikut membesar dan terasa nyeri.

“Kabar baiknya, penyakit ini tidak mengancam nyawa pada orang dewasa. Tapi sayangnya, herpes bisa kambuh lagi, meski gejalanya lebih ringan,” dr. Alvin menuturkan. 

  • Moluskum kontagiosum

Penyakit yang satu ini bisa ditularkan melalui hubungan seksual dan bisa juga tidak. Moluskum kontagiosum disebabkan oleh poxvirus dan dapat menyebar saat Anda menyentuh kulit yang telah terpapar dan mengenakan pakaian penderitanya.

Tak cuma muncul di penis, jerawat moluskum juga bisa muncul di wajah, kelopak mata, ketiak, dan paha, khususnya selangkangan. Ukurannya sekitar 2-5 milimeter dan ada bintik di bagian tengah. Jika diobati dengan cepat, penyakit ini umumnya tidak sampai meninggalkan bekas.

Sebagai informasi tambahan, infeksi moluskum kontagiosum kerap terjadi pada orang dengan sistem daya tahan tubuh yang kurang baik atau pada anak-anak yang memiliki dermatitis atopik alias eksim. 

Beberapa kondisi di atas memang bisa menjadi penyebab jerawat di penis Anda. Namun, diagnosis pasti dari sebuah penyakit hanya bisa dideteksi melalui pemeriksaan fisik menyeluruh oleh dokter. Jadi, lakukan pemeriksaan ke klinik atau rumah sakit terdekat sebelum jerawat di batang kemaluan semakin parah. 

[HNS/RPA]

5 Komentar