Sukses

Bolehkah Menyusui Saat Hamil?

Bagaimana jika kehamilan kedua terjadi di saat Anda sedang fokus memberikan ASI pada anak pertama Anda? Berikut penjelasan dr. Dyah Novita Anggraini disini.

KlikDokter.com - Kehamilan bisa terjadi kapan saja, baik itu direncakan atau tidak direncanakan. Bagaimana jika kehamilan kedua terjadi di saat Anda sedang fokus memberikan ASI pada anak pertama Anda? Tentunya banyak pertanyaan yang menghinggapi Anda seperti: Apakah aman jika menyusui saat hamil? Apakah kebutuhan nutrisi janin saya terpenuhi jika saya tetap menyusui?

Anda tidak perlu khawatir, pada dasarnya Anda tetap dapat meneruskan pemberian ASI pada anak disaat sedang hamil. Yang terpenting adalah asupan nutrisi dan energi yang masuk dan keluar dapat seimbang.

ASI adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah yang memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat  terbaik dan air susunya memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi. Pada saat yang sama ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf. American Academy of Pediatrics sendiri merekomendasikan pemberian ASI minimal sampai usia anak 1 tahun.

Inilah beberapa kondisi dan persyaratan yang diperlukan bagi wanita hamil untuk dapat menyusui:

1 dari 3 halaman

Inilah beberapa kondisi dan persyaratan yang diperlukan bagi wanita hamil untuk dapat menyusui:

air, menyusui, susu, Anda dapat menyusui anak saat hamil hanya jika:

  • Kehamilan Anda dinyatakan aman dan sehat oleh dokter
  • Anak Anda masih dibawah usia 6 bulan. Jika tidak ada hambatan, hendaknya memang Anda tetap menyusui jika anak Anda masih dibawah usia 6 bulan, karena ASI merupakan asupan nutrisi utama dan yang paling dianjurkan pada anak dibawah usia 6 bulan.

Anda dianjurkan untuk tidak menyusui saat hamil hanya jika:

  • Anda mempunyai riwayat melahirkan prematur.
  • Anda mempunyai riwayat keguguran. Pada saat menyusui, tubuh akan memproduksi hormone oksitosin yang dapat membuat jaringan payudara berkontraksi dan mengeluarkan ASI (reflex ejeksi ASI) sehingga dapat membuat produksi ASI semakin meningkat, namun adanya hormon oksitosin di masa kehamilan dapat juga membuat kontraksi ringan pada uterus (Rahim) akan tetapi hal ini tidak menyebabkan kehamilan prematur karena jumlah hormone oksitosin yang dihasilkan tidak dalam jumlah banyak.

Namun jika memang Anda mempunyai riwayat keguguran dan ingin tetap menyusui anak Anda hendaknya melakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda.

  • Anda memiliki kehamilan kembar.
2 dari 3 halaman

Berikut hal-hal yang perlu Anda perhatikan seperti:

  • Pastikan Anda mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan nutrisi yang bergizi dan seimbang. Terutama yang memiliki kandungan karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah. Karena memasuki usia kehamilan trimester kedua, kandungan ASI didalam tubuh memiliki kualitas dan kuantitas yang mulai berbeda, sehingga untuk memenuhi kebutuhan gizi janin hendaknya Anda selalu memenuhi kebutuhan nutrisi Anda setiap harinya.
  • Yang harus Anda penuhi adalah kebutuhan 650 kalori per hari jika anak yang masih menyusui berusia dibawah 6 bulan, namun jika anak tersebut sudah memasuki masa MPASI kalori yang Anda harus penuhi sekitar 500 kalori perhari. Jika sudah memasuki trimester kedua tambah asupan lagi sebanyak 350 kalori dan 450 kalori pada trimester ketiga.
  • Banyak minum air putih, minimal 8 gelas perhari.
  • Pada awal kehamilan, ibu mengalami keluhan seperti rasa sensitif di daerah putting yang berakibat nyeri saat melakukan proses menyusui, hal ini disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan.  
  • Pada saat memasuki usia kehamilan 16-20 minggu, kandungan ASI akan mengandung kolostrum, kolostrum diproduksi untuk persiapan bayi yang masih didalam kandungan pada minggu pertama kelahirannya, karena mengandung kaya nutrisi. Anak Anda yang sedang menyusui akan menyadari perbedaan rasa karena hal ini, tidak sedikit anak akan dengan sendirinya berhenti atau mungkin saja anak tidak merasakan perubahan dan tetap menyusu. Anda tidak perlu khawatir kolostrum akan habis saat proses melahirkan nantinya, tubuh akan terus memproduksi kolostrum sampai bayi dilahirkan.
  • Seiring dengan pertambahan usia kehamilan, produksi dari ASI juga menurun. Hal ini juga bisa menjadi faktor anak Anda yang sedang menyusu untuk berhenti atas kemauannya sendiri.

Dengan begitu banyaknya penjelasan di atas, diharapkan dapat memberikan informasi yang cukup untuk dapat Anda pertimbangkan, karena sejatinya yang dapat mengetahui kesiapan apakah Anda dapat menyusui saat hamil adalah Anda sendiri. Dan tidak lupa untuk berdiskusi dengan suami dan mengkonsultasikan dengan dokter Anda, 

0 Komentar

Belum ada komentar