Sukses

Spiral: Cara Jitu Menghindari Kehamilan

Diantara semua alat kontrasepsi, spiral salah satunya yang dapat diandalkan untuk membantu program menghindari kehamilan. Berikut disini penjelasan dr. Anita Amalia Sari soal serba-serbi spiral.

KlikDokter.com - Perencanaan keluarga merupakan suatu hal yang sangat penting dalam sebuah rumah tangga. Bagi seorang wanita, usia 20 hingga 35 tahun merupakan waktu yang tepat untuk hamil dan melahirkan karena memiliki risiko paling rendah bagi ibu dan janin yang dikandung. Setelah melahirkan, jarak terbaik antar melahirkan dengan hamil berikutnya adalah 2 hingga 4 tahun.

Hal ini bertujuan agar dapat menurunkan risiko pada kehamilan dan persalinan berkutnya serta merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalkan kasih sayang dan perhatian orangtua terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.

Saat ini banyak sekali metode yang dapat digunakan untuk mencegah atau merenggangkan kehamilan. Salah satu metode yang dikenal cukup efektif adalah metode alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) / intra uterine device (IUD) atau yang lebih dikenal awam dengan sebutan “spiral”.

Lalu apa yang dimaksud dengan AKDR? Berikut ini penjelasannya:

1 dari 3 halaman

Apa yang dimaksud dengan AKDR?

hamil, kontrasepsiAKDR merupakan sebuah metode pencegahan kehamilan dengan cara memasukkan alat ke rahim. Alat tersebut akan menimbulkan reaksi peradangan lokal di dalam rahim sehingga menghambat terjadinya pembuahan. AKDR juga menghambat pergerakan sperma sehingga memaksa sperma berenang melawan arus.

Kapan sebaiknya memasang AKDR?

Sebaiknya pemasangan AKDR dilakukan saat haid untuk memastikan bahwa saat tersebut Anda memang sedang tidak haid selain itu saat haid mulut rahim lebih elastis dan mudah membuka sehingga memudahkan untuk memasukkan AKDR. Namun sebenarnya pemasangan AKDR dapat dilakukan kapanpun dengan syarat diketahui bahwa sedang tidak hamil.

2 dari 3 halaman

Apa saja keuntungan AKDR?

  • Efektivitas tinggi hingga 99%
  • Bekerja lokal sehingga tidak akan membuat gemuk atau mempengaruhi tekanan darah
  • Tidak mempengaruhi jumlah air susu
  • Dapat digunakan hingga 5- 8 tahun
  • Kesuburan langsung kembali setelah pencabutan AKDR

Namun perlu diperhatikan bahwa efektifitas tergantung dari pemasangan IUD. Pada 3 bulan pertama setelah pemasangan AKDR terkadang Anda dapat mengalami perdarahan di antara siklus haid, perdarahan haid yang lebih banyak. Hal yang sering pula dikeluhkan adalah perasaan tidak nyaman suami saat awal-awal penggunaan AKDR karena adanya benang (dapat diakali dengan memotong sedikit lebih pendek benang AKDR). Bila hal tersebut terjadi dan dirasa mengganggu berkonsultasilah ke dokter kandungan dan kebidanan yang menangani Anda. Selain itu individu dengan beberapa kondisi kesehatan seperti di bawah ini dilarang untuk melakukan pemasangan AKDR, antara lain:

  • Hamil atau dicurigai hamil
  • Riwayat perdarahan dari rahim yang tidak diketahui penyebabnya
  • Infeksi atau radang panggul
  • Infeksi sistemik
  • Diabetes mellitus, kelainan jantung
  • Ditemukan kelainan lokal seperti mioma, kista

Pengguna AKDR diwajibkan untuk kontrol ke dokter kandungan dan kebidanan setidaknya setahun sekali salah satunya untuk mengetahui letak AKDR. Anda tidak perlu takut untuk memasang AKDR, selama dilakukan oleh tenaga ksehatan yang berkompetensi kemungkinan lepasnya AKDR sangat kecil.

1 Komentar

  • Ni Wayan Puri

    saya mau bertanya, pada tanggal 3 september 2018, saya lepas iud. dan berhubungan badan tanggal 5. apakah ada kemungkinan hamil nya ? terimakasih